Cari
 Narasi
 11 bulan yang lalu

Pizza Andaliman Berawal Tekad Dan Kemauan Sampai Jadi Hidangan Untuk Mentri dan Wisatawan

Foto Caption: Bapak Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia memberikan appreasiasi setelah menikmati Pizza Andaliman

Tulisan ini ditulis dengan sungguh-sungguh oleh Bapak Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, sebagai apresiasi beliau terhadap karya kami di Pizza Andaliman.

By : Imelda Nada Marchia

Tepat 3 jam sebelum beliau dan rombongan datang, kami ditelepon untuk mempersiapkan makan siang sekitar 30 orang. Jujur, Pizza Andaliman belum terlalu sering terlatih untuk secara mendadak mempersiapkan porsi makan sebesar itu, terlebih untuk rombongan super VIP. Kami masih sering kalang kabut, terutama saat hari libur, melayani turis-turis yang lumayan banyak.

Namun, saya mau menyaksikan kemurahan Tuhan Yesus. Sejak 6 tahun silam, adakalanya kami harus menyediakan makanan untuk berbagai tamu dan komunitas. Pernah malah kami menset sarapan jam 7 pagi di udara terbuka, di Bukit Pahoda, Lumban Silintong, Balige. Kami waktu itu harus bangun jam 2 pagi demi terlayaninya dengan baik serombongan tour operator dari Asia dan Eropa. Puji Tuhan, acara itu sukses dan setiap kali kami menonton videonya di Youtube, kami tersenyum lebar dan takjub.

Pizza Andaliman

Tiga bulan yang lalu, kami juga, Puji Tuhan, berhasil melayani serombongan Tim Orkestra asal Spanyol beserta panitianya dalam jamuan makan malam a la pesta rakyat di Restoran Pizza Andaliman. Beberapa pemasok kuliner yang saya anggap "terbaik" di Balige ini saya undang untuk tampil di acara bergengsi ini, karena acara ini dikelola secara profesional oleh event organizer Toba Odyssey dan Kementrian Pendidikan RI.

Boleh kaget, karena saya mengundang tukang cendol di pasar, tukang jagung bakar kaki lima, dan warung soto milik perantau dari Jawa.

Bahkan tetangga kami yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang bangunan, kami gandeng bersama kelima anaknya untuk bertugas sebagai penyaji lauk Ikan Mujahir Panggang, menu klasik yang selalu kami hidangkan, mengingat rasa manis dan legit ikan yan jumlahnya cukup banyak di Danau Toba ini sangat enak (Thank God, lihatlah apresiasi Bapak Menteri terhadap menu yang satu ini!)

Pizza Andaliman

Dan Tuhan tak pernah memberi tugas yang terlalu berat untuk kami lakukan.
Saya percaya untuk setiap kepercayaan yang kami dapatkan, ada cara Tuhan yang mengatur.

Seiring dengan perbaikan manajemen usaha yang semakin baik, yang dilandasi pertumbuhan karakter dan visi kami sebagai pemilik yang semakin ilahi, Pizza Andaliman berproses dengan sangat baik.

Pilihan kami , yang secara sengaja, memilih pekerja-pekerja lokal dengan kapasitas pendidikan terbatas asalkan "mau maju, mau dibangun", terlebih belas kasihan terhadap Toba ditelantarkan putra-putri daerahnya malah kami rasakan sebagai salah satu alasan Tuhan begitu telaten membela kami.

Saat saya memproduksi seragam Pizza Andaliman (yang saya jadikan foto profil), bahkan orang-orang yang saya pilih itu (para pegawai) memilih tidak memakainya (saat saya sedang keluar kota). Bahkan mereka juga pernah membocorkan keuangan.

Yah, Puji Tuhan, segala sesuatu yang direstui Tuhan pasti berhasil. Tekad saya yang menyatakan "seragam ini adalah awal kebangkitan Pizza Andaliman" terbukti semakin nyata. Pilihan kami tetap mempertahankan dan memaafkan sekaligus tetap membangun mereka yang mengkhianati kami, nampaknya menyenangkanNya.

Sekali lagi, kami sangat bersyukur dengan proses ini. Seperti menyusuri jalan setapak yang memang sudah Dia sediakan untuk kami jalani, kami yakin akan sampai ke tujuan

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah