Cari
Foto Caption: Salah satu ruang pameran di Museum Batak (Dokpri)
 Wisata
 4 bulan yang lalu

Melihat Pustaha Laklak dan Benda Budaya Batak Kuno di Museum Batak

Danau Toba sudah dikenal luas oleh masyarakat. Bandar Udara Silangit yang bertaraf internasional baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat, 24 November 2017 lalu. Nah, di dekat Danau Toba dan Bandar Udara Silangit itu terdapat sebuah museum.

Namanya Museum Batak TB Silalahi Center. Memang ada dua museum di sana. Yang lebih bersifat umum disebut Museum Batak. Sementara TB Silalahi Center lebih bersifat pribadi, karena itu diberi nama Museum Jejak Langkah dan Sejarah TB Silalahi.

Museum bernaung di bawah yayasan yang didirikan oleh Letjen TNI (Purn) Dr. Tiopan Bernhard Silalahi, begitulah nama lengkap TB Silalahi, berdasarkan akta tahun 2006 dan 2007. Pak Tebe, demikian panggilan akrabnya, pernah menjabat Menteri PAN periode 1993-1998.

museum batak balige

Gedung Museum Batak (Dokpri)

 

Budaya Batak

Museum itu didirikan untuk melestarikan budaya Batak, seperti tulisan Batak, bahasa Batak, gondang Batak, pakaian Batak, adat Batak, dan penggunaan marga. Selain itu untuk menyatukan keenam puak etnis Batak yang ada di Sumatera Utara, yakni Batak Toba, Simalungun, Mandailing, Angkola, Pakpak, dan Karo.

Bangunan museum didesain megah tetapi tetap memiliki motif gorga. Diharapkan melalui filosofi motif ini, orang Batak dapat menyebar ke seluruh dunia, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai budaya Batak.  

Museum Batak didirikan pada 7 Agustus 2006 dan diresmikan pada 17 April 2008 oleh Letjen (Purn) TB Silalahi. Peresmian museum dilakukan pada 18 Januari 2011 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Komplek TB Silalahi Center berdiri di areal seluas lima hektar. Gedung inti memiliki tiga lantai.  Khazanah kekayaan alam Sumatera Utara dengan hamparan Danau Toba dan lanskap Balige, jelas terlihat dari lantai 2 dan 3 gedung ini.

buku laklak di museum batak balige

Koleksi Pustaha Laklak dan benda budaya lain (Dokpri)

 

Koleksi museum

Di bagian dalam Museum Batak tersimpan beragam bentuk benda budaya Batak, antara lain senjata dan pakaian adat. Pada prinsipnya koleksi yang dipamerkan dikelompokkan berdasarkan tema tertentu, yakni arsitektur, aksara dan sastra, karya seni, religi dan upacara adat, serta peralatan sehari-hari.

Ada Pustaha Laklak yang berbentuk unik. Pustaha Laklak bertuliskan aksara Batak tentang ramuan obat, pantun, dan hukum. Ada lagi replika Piso Gajah Dompak milik Sisingamangaraja XII. Hasapi, salah satu alat musik petik tradisional Batak, juga bisa dilihat di sini.

 

Pada bagian lain masyarakat bisa melihat Debata Idup, Dewa Kehidupan dalam kepercayaan masyarakat Batak kuno. Guri-guri, yakni wadah ramuan obat Batak kuno, bisa disaksikan generasi "zaman now" di museum ini. Begitu pula Parhalaan, kelender unik masyarakat Batak.

tb silalahi center huta batak

Atraksi yang melibatkan publik (Dokpri)

Koleksi Museum Batak juga terdapat di luar ruang. Di bagian depan ada patung-patung pahlawan dan kendaraan militer. Di bagian belakang ada Huta atau kampung Batak yang berisi rumah tradisional Batak Toba. Usianya sudah ratusan tahun. Di areal ini juga ada kuburan batu dan ulubalang, komponen penting dari Huta Batak.

Pada saat-saat tertentu di Huta Batak pengunjung dapat menari tortorbersama Patung Sigalegale yang digerakkan dengan tali dan diiringi musik tradisional Batak. Secara keseluruhan, Museum Batak memiliki sekitar 2.000 koleksi.

 

Untuk melestarikan kebudayaan Batak, Museum Batak sering menyelenggarakan kegiatan seperti lomba ukir gorga, lomba menyanyi, lomba menulis aksara Batak, lomba membaca aksara Batak, lomba busana ulos, dan lomba manortor.  

pengunjung museum batak

Keramaian pengunjung di dalam museum (Dokpri)

Museum Batak berlokasi di Jalan Pagar Batu No. 88, Desa Pagar Batu, Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara. Nomor kontak yang bisa dihubungi 0632-21588 (telepon) dan 0632-21587 (faksimili) atau melalui surat elektronik tbsilalahicenter@gmail.com, bahkan lewat media sosial Facebook dan Tweeter.

Museum buka Selasa hingga Jumat pukul 09.00-17.00. Khusus Sabtu dan Minggu pukul 09.00-18.00. Setiap Senin museum tutup, kecuali tanggal merah. Tiket masuk Rp10.000 (dewasa) dan Rp5.000 (anak-anak) untuk wisatawan nusantara dan Rp50.000 untuk wisatawan mancanegara. Untuk rombongan ada diskon khusus.***

Ditulis Oleh Djulianto Susantion

Dikutip dari Kompasiana
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah