Cari
 Opini
 23 hari yang lewat

Surat Terbuka Kepada Ephorus HKI Dan Bishop GKPI Sumatera Utara

Bapak Ephorus, Bishop dan rekan-rekan yang terkasih,

Aaya berkali-kali menerima sms dan WA agar memilih bpk JR Saragih jadi Gubsu. Lalu saya bertanya: " Jadi calon gubernur? Kok bisa? Lalu, memilih? Apa pencapaian pak JR yang membuat kita memilihnya utk naik pangkat ke gubernur?"

Terhadap pertanyaan itu, sejujurnya dan terus terang, sampai SAAT INI TIDAK ADA JAWABAN.

Kini, Bapak Ephorus dan Bishop memberangkatkan bpk JR Saragih (sesuai judul koran terlampir) Apa maksudnya? Mendoakannya? Tidak salah mendoakan calon. Namun, mengapa hanya JR yang diberangkatkan?

Dalam Forum Teolog Batak (FTB) di mana saya menjadi anggota, ada wacana mendoakan ketiga calon gubernur. Namun, saya menjawab: : "Mengapa tidak di tempat (Gereja) masing masing saja didoakan? Bertemu dengan pejabat dan calon pejabat, sering campur aduk motivasi: antara tulus dan ada udang di balik batu". Syukur, nampaknya, usul saya tersebut diterima rekan-rekan. Banyak di antara mereka adalah pendeta, bergelar doktor dan tokoh, pemimpin Gereja.

Lalu apakah tindakan di atas bermakna dukungan? Jika demikian, izinkan saya bertanya, "Apa dasarnya? Apakah kelebihan pak JR selama ini jadi bupati kabupaten Simalungun? Sebagai pimpinan jemaat tentulah perlu pengarahan yang jujur dan cerdas agar Sumatera Utara beroleh Cagub yang jujur, mampu dan sungguh mencintai rakyat.
Jawaban Bapak yang jujur dan terus terang pasti diperlukan semua jemaat yang Anda pimpin.

Saya sungguh berharap rekan-rekan pendeta, khususnya pimpinan berhati-hati menghadapi Pilkada yad. Jangan ada yang melacurkan dirinya dan jabatannya, apalagi Gereja dan umat. Jangan terulang seperti di Grj X Simalingkar Medan di mana salah satu calon gubernur dibiarkan membagi-bagi uang 50 ribuan kepada anggota jemaat. Itu terjadi di dalam Gereja dan disaksikan pendetanya dan majelis!

Saya pribadi dan banyak rekan mendoakan dan mendorong agar jemaat TIDAK tertipu melihat calon. Jangan memilih berdasarkan:
- satu agama
- satu suku 
-satu marga
- dibayar uang
- terpaksa dan alasan salah lainnya.

Pilihlah dengan sungguh2, dengan mengingat AKIBAT PILIHAN ANDA. Ingat bahwa jutaan rakyat Sumut selama LIMA TAHUN akan beruntung atau korban.

Jadi, konkritnya, pilihlah dengan:
- banyak berdoa
-berdasarkan hati nurani.
-sudah terlihat jujur, berhasil dan sungguh2 mengutamakan rakyat.

Jadi, koruptor, atau yang berkinerja buruk, janganlah pernah memilihnya. Sampaikan hal ini kepada anggota keluarga dan teman-teman Anda semua. Siapkan KTP, KK dan dokumen lainnya. Jangan lupa, dekat waktu pilkada, pastikan memiliki formulir pemilih.

Doa saya kepada Bapa surgawi, kiranya Allah memberkati seluruh rakyat Sumut. Bukankah sebenarnya Sumut sangat kaya akan alamnya? Bukankah salah satu danau terbaik dan terbesar dunia ada di Sumut?

Semoga, seluruh rakyat Sumut menjadi pemilih yang cerdas.

Salam Pilkada

Pdt. Dr. Ir. Mangapul Sagala, M.Th

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah