Cari
 Koran Toba
 22 hari yang lewat

Inilah Perekam Detik-detik KM Sinar Bangun Terbalik sebelum Karam

Foto Caption: Jesika Elpri Sinaga (20) korban selamat berkisah kondisi kapal sebelum tenggelam

Pascaterbaliknya kapal KM Sinar Bangun, video korban yang meminta tolong sambil bertahan di badan kapal yang sudah terbalik di tengah Danau Toba tersebar di media sosial.

Video tersebut pun dikutip beberapa situ berita, termasuk Tobatabo

Namun mengapa korban bisa mengambil video di tengah kejadian itu?

Redaksi mencoba mencari tahu siapa yang merekam video tersebut. Ternyata perekam video tersebut bernama Jesika Elpri Sinaga (20) laki-laki asal Siraja Huta, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.

Jesika Elpri anak ke dua dari lima bersaudara termasuk satu dari 19 korban selamat. Jesika menjelaskan setelah berhasil naik ke permukaan dan naik ke bangkai kapal yang masih mengambang langsung merekam kejadian itu dengan ponselnya.

"Setelah aku keluar dari celah-celah kapal yang terjebak, aku naik ke permukaan. Untuk naik juga banyak tarik-tarikan dengan kawan," katanya di posko keluarga korban di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun, Minggu (24/6/2018).

Jesika tak tahu mengapa ponselnya masih aktif bahkan saat ia berada di dalam air.

"Gak tahu. Saya lihat hape masih bisa hidup. Saya rekam,"tambahnya.

Jesika pergi bersama lima temannya Jamuda Ainaga, Roni Siadari, Herman Turnip, Selma Sinaga, dan Atur Sinaga.

Namun, dua temannya Selma Sinaga dan Atur Sinaga masih dalam pencarian.

"Saat kami tenggelam ada kapal feri (KMP Sumut 2) memang yang lewat. Tapi, mereka hanya sebentar. Hanya tiga orang yang diselamatkan lalu pergi," katanya.

Jesika juga mengungkapkan kekecewaan atas tindakan nakhoda kapal feri Dony Max Silalahi,  yang terkesan membiarkan mereka tenggelam.

kapten kapal fery tigaras simanindo

Dony Silalahi kapten kapal feri penyeberangan di Danau Toba (Handover)

"Ada diselamatkan tiga orang. Masih banyak yang minta tolong. Yang diselamatkan tiga orang lalu pergi. Lalu balik lagi dan enggak ada lagi yang selamat," pungkasnya.

Diketahui, informasi teranyar, Minggu (24/6/2018) siang, posisi Kapal Motor (KM) Sinar Bangun tenggelam sejak Senin (18/6/2018) lalu, telah ditemukan.

Sekitar pukul 11.12 WIB tim survey Basarnas dan Mahakarya Geo Survey - IAITB yang dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas serta disaksikan oleh Menteri Sosial Bapak Idrus Marham, telah menemukan dan mengidentifikasi posisi KM Sinar Bangun.

Mahakarya Geo Survey IAITB, Henky Suharto menyebut KM Sinar Bangun berada pada koordinat 2 deg 47’ 3.835 N dan 98 deg 46’ 10.767 E, dengan kedalaman mencapai 450 meter.

Direktur Utama Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo membenarkan bahwa sudah ditemukan titik koordinat di mana KM Sinar Bangun tenggelam.

"Kapal itu berada pada kedalaman 450 meter," kata Arie, Minggu (24/6/2018).

posisi kapal tenggelam di danau toba

"Bangkai kapal didapati tenggelam pada kdalaman 450 meter. “Dengan koordinat 2 deg 47’ 3.835 N
98 deg 46’ 10.767 E,” jelas Arie.

Perlu diketahui, Sebanyak 22 korban sudah ditemukan, 19 di antaranya selamat termasuk Nakhoda kapal serta 3 meninggal dunia yang semuanya perempuan.

Hingga kini masih ada 184 korban KM Sinar Bangun yang masih hilang dalam tragedi tenggelam di perairan Danau Toba dan Tim Basarnas Gabungan masih terus lakukan penyisiran, untuk temukan bangkai kapal tersebut.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah