Cari
 Koran Toba
 22 hari yang lewat

Sungai Binangan Siguluan di Samosir Pun Mengering, Kemarau Ekstrem Ancam Pangan

Foto Caption: Sungai Binangan Siguluan yang kini mengering akibat kerusakan hutan di Samosir

Samosir - Persawahan di Samosir tampak mengering. Tanah-tanah yang sebelumnya berlumpur telah kering dan mengeras di Desa Simbolon Purba, Kecamatan Palipi, Samosir, Rabu (29/8/2018).

Haposan Simanungklit, warga Desa Simbolon Purba mengatakan kemarau sudah berlangsung sejak Mei 2018 lalu. Ia khawatir kondisi itu berdampak ke berbagai sektor.

Khususnya pertanian serta keperluan air minum.

Amatan Tim di lapangan, tanam-tanaman mengering, semak-semak juga telah menguning layu.

Ternak kerbau, kambing dan lembu milik warga kesulitan mendapatkan rumput hijau yang masih segar.

Sungai "Binanga Sigulangan" yang puluhan tahun lalu masih aktif mengalir, kini sudah kering. Berubah menjadi perlintasan jalan.

Terlihat, anak-anak kecil memanfaatkan air yang tersisa di mata air mencuci pakaian.

Serupa dengan wilayah lain di Samosir, jarang ada benih padi yang disemai akibat tanah sudah mengeras dan hujan tidak turun berbulan-bulan.

Haposan mengatakan, dampak dari kemarau itu petani menunda penanaman padi.

Padi yang harusnya mereka tanam dua kali setahun, belum dapat dilanjutkan. Mereka terpaksa tidak memproduksi beras.

"Harusnya ini sudah pada tahap penanaman padi untuk ke dua kalinya. Kami memananam padi, harusnya dua kali setahun.Tetapi, sampai sekarang belum memulai, "bebernya.

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup Samosir, Sudion Tamba mengatakan kenapa terjadi kekeringan.

Kondisi itu diakibatkan kerusakan hutan daerah tangkapan air Danau Toba di Pulau Samosir. Sehingga membuat sungai kering total, terlebih saat musim kemarau.

Pantauan di lokasi, Dataran tinggi Samosir kini tinggal hutan pinus. Selain itu, masih ditumbuhi Eucalyptus milik PT TPL yang dianggap kuat mengisap air.

Dikutip dari Tribun Medan
Tags
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah