Cari
 Koran Toba
 8 hari yang lewat

Masyarakat Adat Desa Pariksabungan Geruduk Kantor Bupati Tolak Pergantian Nama Bandara Silangit

Foto Caption: Suasana Saat Ratusan Massa Geruduk Kantor Bupati Tapteng, Tolak Pergantian Nama Bandara Silangit.

Tapanuli Utara - Ratusan orang yang mengatasnamakan masyarakat adat desa Pariksabungan, Kecamatan Siborongborong, mendatangi kantor Bupati Tapanuli Utara.

Mereka menolak keras pergantian nama Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Internasional Sisingamangaraja XII. Masyarakat menggelar aksi mulai pukul 11.00 WIB, Rabu (12/9/2018).

Para warga mengaku, dalam mempertahankan nama Silangit sudah begitu banyak darah nenek moyang mereka. Bukan berarti mereka tidak menghargai Sisingamangaraja, mereka sangat menghargainya.

Atas dasar kisah pahit yang dialami kakek merekalah, makanya nama Bandara Silangit akan dipertahankan sampai titik darah penghabisan.

"Dulu rata-rata kaum laki laki tewas melawan Belanda, untuk mempertahankan tanah ini, karena banyaknya darah dan nenek moyang kami tewas di sana," cerita warga bernama Pangot Simanjuntak, Rabu (12/9/2018).

"Dengan putus asa, ketika seorang anak menanyakan dimana ayahnya, ibu ibu hanya bisa menjawab, (tu Tuhanima hita mangalu alu, holan silang na dilangiti nama pangalu aluan amang) artinya kepada Tuhanlah kita mengadu, karena hanya salib yang dilangitlah tempat kita mengadu saat ini," sambungnya.

Sementara itu, Horden Silalahi dalam orasinya, menuntut kepada wakil Bupati Taput yang yang saat itu menjabat plt Bupati Taput, DR Mauliate Simorangkir untuk menjelaskan bagaimana sebenarnga proses pergantian nama ini. Kenapa satupun masyarakat tidak tau persoalan pergantian ini.

"Apa dasar pak Mauliate melakukan pergantian nama itu. Harusnya masyarakat atau tokoh adat tahu, kenapa diganti dan apa alasannya," katanya.

"Kami tidak pernah tahu kapan itu diganti, kami mohon pak Mauliate agar keluar menjawab pertanyaan kami ini, kami tau bapak juga pernah di Lemhanas, makanya kami minta agar bapak gentelmen menghadapi masyarakat," ucapnya sembari mengancam mau mendatangi ruangan Mauliate Simorangkir selaku Wakil Bupati Taput.

DR Mauliate Simorangkir saat menjumpai masyarakat mengaku, kalau pengusulan nama Sisingamangaraja XII menjadi nama Bandara Silangit sudah sesuai dengan aturan dengan rekomendasi dari DPRD Taput dan surat dari kabupaten tetangga.

"Selama menjabat Plt Bupati saya sudah dua kali membuat keputusan, yang kedua adalah nama bandara Silangit, dan ini sesuai aturan," ucapnya.

Mendengar jawaban M Simorangkir, massa menyorakkan wakil Bupati itu karena tidak pernah membicarakan pengusulan nama ini kepada tokoh masyarakat dan penduduk di sekitar Bandara Internasional Silangit.

Melihat massa yang menyorakinya, M Simorangkir bukannya menenangkan massa malah membuat suasana semakin tidak kondusif.

"Ini Indonesia, saya warga Indonesia," kata M Simorangkir lantang.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah