Bulung ni Taen tu bulung ni Tulan Ba molo tarbahen, sai topot hamu hami sahali sabulan, Molo so boi bulung ni tulan, pinomat bulung ni salaon, Ba molo so boi sahali sabulan, pinomat sahali sataon
 
Publikasi 2013-08-23 13:54:12

Pernikahan adat Batak boleh jadi adalah pernikahan dengan runut acara yang panjang dan bagi orang dari suku lain, mungkin terlihat terlalu memusingkan. Acara mangulosi dari pihak paman (Tulang)  adalah yang terakhir, dimana mulai terdengar kalimat-kalimat keluhan seperti ‘Sampai kapan ini?’, ‘Lama sekali,’ dan sebagainya.

Tapi, bagi anda yang tidak memiliki garis keturunan Batak, mungkin anda tidak tahu betapa pentingnya makna mangulosi dalam adat Batak.  

Mangulosi adalah suatu proses mengalungkan kain ulos, kain adat Batak ke pundak orang lain. Mangulosi tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Baik yang memberi dan yang menerima harus mengerti makna dari pemberian ulos tersebut. 
 
Kain ulos sendiri memiliki makna memberi perlindungan terhadap segala cuaca dan keadaan yang dipercaya oleh suku Batak. Sehingga pemberian ulos merupakan simbol pemberian berkat dan perlindungan. 
 
Hanya orang yang dituakan yang bisa melakukan mangulosi, dan dilakukan terhadap pihak kerabat yang memiliki partuturannya yang lebih rendah. Misalnya dari orangtua kepada anaknya atau dari hulahula kepada parboruan. 
 
Pemakaian kain ulos juga memiliki makna tersendiri, sesuai dengan warna ulos yang dikenakan. Kain ulos hanya terdiri dari tiga warna dasar yakni merah, putih, hitam. 
 
Ketiga warna tersebut melambangkan posisi kedudukan masing-masing pemakainya. 
1. Warna merah hanya boleh dipakai oleh pihak dongantubu atau keluarga dengan marga yang sama.

2. Warna putih dipakai oleh pihak boru atau pihak keluarga suami.

3. Sementara warna hitam dipakai oleh pihak keluarga wanita.
 
Beberapa orang non-Batak yang menjalani pernikahan dengan Batak secara adat Batak mengatakan bahwa meskipun cukup membingungkan dan panjang, tapi adat Batak adalah adat yang penuh dengan makna, serta melalui adat tersebut, orang-orang yang hadir bisa saling mendekatkan diri satu sama lain. Menjaga keakraban dan menjalin hubungan baik dengan kerabat.
 
Kalau anda berniat untuk menikah dengan pria keturunan Batak, ada baiknya anda pelajari dulu adat mereka baik-baik karena sedikit saja melanggar adat mereka, Anda akan dianggap tidak sopan, dan tentunya, anda tidak mau dianggap tidak sopan oleh keluarga calon suami Anda, bukan?(Sumber foto: kebonFoto 43)

Sumber perempuan.com

Ingin pendapat Anda mengenai artikel dibaca semua orang? Ketik Komentar disini