"Bulung ni Taen tu bulung ni Tulan Ba molo tarbahen, sai topot hamu hami sahali sabulan,
Molo so boi bulung ni tulan, pinomat bulung ni salaon, Ba molo so boi sahali sabulan, pinomat sahali sataon" umpasa batak
natua-tua
 
Publikasi 2012-03-14 12:30:09

"Mual na tio, ima mual Sirambe i, na tuat sian dolok, na tuat sian dolok, ima tombak Sirambe i, Ihan tung godang, ima ihan Batak i, na tuat sian huta Sitatuan, Bonan Dolok Balige i, ima mual Sirambe i" Demikian sepenggal bait lagu berjudul “MUAL SIRAMBE” karya cipta Ir. Halasan Tampubolon. Lagu ini bercerita tentang objek wisata sejarah (legenda lokal) bernama “Mual Sirambe” dimana di lokasi tersebut terdapat habitat ikan Batak yang lazim disebut “ihan”. Berlokasi di Desa Bonan Dolok II, Kecamatan Balige, Mual Sirambe berjarak sekitar 15 Km dari pusat kota Balige dengan akses jalan yang cukup bagus menuju lokasi. Mual Sirambe merupakan embung kecil yang airnya jernih dan dingin (suhu antara 21-25 derajat Celcius). Di aliran airnya yang cukup deras, habitat ihan yang hampir punah ini dapat berkembang-biak dengan baik. Konon, pengunjung yang beruntung dapat melihat ihan tersebut, akan bernasib baik dalam hidupnya. Makanya tidak heran bila banyak pengunjung datang berkali-kali mencoba “peruntungan hidup” untuk dapat melihat ihan Batak tersebut. Menurut legenda lokal dan kepercayaan penduduk setempat, sebongkah batu tempat ihan Batak berkerumun di Mual Sirambe dahulu kala merupakan representasi “Namboru Boru Siagian” yang memilih akhir hidupnya di sana sebagai bentuk penolakan terhadap pria yang tidak disukainya yang dijodohkan kepada dirinya. Karenanya, sejak dahulu hingga kini, penduduk di sekitar Mual Sirambe tidak pernah memakan ikan itu. Kecuali bila ihan tersebut sudah berenang melewati batas kesepakatan warga setempat, maka ihan tersebut dapat ditangkap dan dikonsumsi. Kawasan Mual Sirambe dulunya juga dikenal sebagai tempat perlindungan para gerilyawan Republik Indonesia di masa penjajahan untuk bersembunyi dari kejaran musuh. Dari bawah batu besar di tempat ihan berkerumun, para pejuang menyelam hingga sembunyi di dalam gua di balik batu tersebut. Untuk menarik para wisatawan berkunjung ke tempat ini, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir melalui Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya telah melakukan berbagai pembenahan dan penataan. Lokasi yang dikelilingi pohon rindang yang cukup asri dan akses jalan yang cukup bagus, diharapkan dapat menjadi daya tarik pengunjung untuk datang menikmati obyek wisata Mual Sirambe. (sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tobasa/dari berbagai sumber)

Ingin pendapat Anda mengenai artikel dibaca semua orang? Ketik Komentar disini