Tjong A Fie Mansion Warisan Orang Terkaya di Medan

Posted 23-01-2015 13:24  » Team Tobatabo

Mampir ke Rumah Orang Terkaya di Medan

Siapa orang terkaya di Medan? Mungkin anda akan menjawab, “Martua Sitorus” sang pengusaha kela sawit asal Medan. Tapi, kita tidak sedang berada di tahun 2013. Kita akan kembali ke era penjajahan Belanda sekitar tahun 1920an. Pada masa itu, hiduplah seorang pengusaha keturunan China yang dikenal dengan “Tjong A Fie”. Konon, beliau adalah orang terkaya di Medan yang memiliki Bank Kesawan, membangun rel kereta api di China, menguasai seluruh perkebunan di Sumatera. Karena keluwesannya dalam menyelesaikan perselisihan dan masalah di perkebunan jaman itu, Tjong A Fie diangkat menjadi “Kapitan Tionghoa” oleh pemerintah Hindia Belanda. Peninggalan Tjong A Fie yang Bisa dinikmati sekarang adalah rumah kediamannya di daerah Kesawan (Jln Ahmad Yani). Saya beruntung punya kesempatan bertandang ke rumah mantan orang terkaya di Medan ini.

Age is just a number

Rumah Tjong A Fie sendiri sudah berusia 113 tahun, didirikan tahun 1900, bahkan bung Karno pun belum lahir. Dengan usia yang sudah renta itu, rumah Tjong A Fie ini tidak terlihat renta sama sekali. Pilar-pilar besar di rumah khas Tiongkok ini masih berdiri tegal, membuat saya semakin berdecak kagum. Bagaimana orang di jaman itu bisa membangun rumah yang kokoh ini. Bahkan dibandingkan dengan Istana Maimoon, rumah Tjong A Fie ini jauh lebih terawat. Saya hampir tidak percaya kalau rumah ini sudah berusia lebih dari 100 tahun.

Hiiiiiii, Bulu Kuduk Tiba-Tiba Merinding

Dengan usia yang sudah tua sekali, saya penasaran apakah rumah ini ada “penunggu-nya”. Waktu itu saya memasuki ruangan altar leluhur, sore itu memang cuaca tiba-tiba berubah menjadi mendung. Entah kenapa waktu berada di daerah altar itu, bulu kuduk saya terasa merinding. Saya cuek saja dan mengambil foto di area tersebut. Kemudian saya pun bertemu teman serombongan di area kamar tidur Tjong A Fie. Barulah tiba-tiba suasana mistis itu tersibak. Kata teman saya: “Kamu tadi foto di ruang altar itu?” Saya menjawab sambil kaget : “Iyaaaa”. Teman saya pun menyarankan untuk menghapus semua foto di altar itu sebelum ada kejadian tidak diinginkan. Rupanya, istri teman saya itu baru saja mengambil video di area altar itu. Dan tiba-tiba, video tersebut error waktu diputar ulang terutama di bagian altar itu. Hiiiiiii, seraaaaaaam, baru jam 3 sore lho itu.

Warisan Tjong A Fie untuk Indonesia

Tjong A Fie memang sudah meninggal pada tahun 1926 karena pendarahan di otak, namun warisannya tetap terasa sampai sekarang. Paling tidak, rumah yang penuh sejarah bisa menjadi museum dan saksi sejarah yang cukup terawat. Semoga ini bisa diteladani oleh pengelola museum dan tempat bersejarah lainnya. Tjong A Fie juga dikenal sebagai seorang yang dermawan, hingga pada akhir hayatnya ia diantar oleh ribuan masyarakat dari berbagai kalangan ke pemakaman. Setelah meninggal ia membuat sebuah wasiat untuk menyumbangkan seluruh kekayaannya bagi masyarakat yang membutuhkan tanpa melihat suku, agama ataupun ras. Semangat ini harus kita pelihara terus, jika ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar. Semoga ini bisa menjadi salah satu warisan terbaik untuk bangsa ini.

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF

 

Sumber

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI