Investor Austria Berminat Bangun Cable Car di Danau Toba

Posted 06-02-2015 18:50  » Team Tobatabo

Medan - Ini benar-benar kabar baru yang menggembirakan bagi warga  Sumut, khususnya di kawasan Danau Toba. Calon investor dari Austria yaitu perusahaan Doppelmayr telah menyatakan berminat  membangun sarana kereta gantung (cable car) di objek wisata Danau Toba.

Hans R Jost, staf kantor perwakilan Doppelmayr di Jakarta, telah mengirimkan surat resmi kepada Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Priovinsi Sumut (Dr Drs Arsyad MM) pada 27 November 2014 lalu, tentang rencana kunjungannya ke daerah ini,  untuk presentasi , sekaligus meninjau lokasi di Danau Toba.

"Belum lama ini, kami (Bappeda Sumut) pernah presentasi di beberapa negara di luar negeri tentang potensi pembangunan infrastruktur strategis di Sumut, termasuk di daerah destinasi pariwisata Danau Toba. Ternyata  perusahaan Doppelmayr dari Austria langsung merespon dan berminat, dengan mengirim surat resmi untuk presentasi rencana atau profil pembangunan cable car  itu," ujar Ir Tetty Nasution, kepala bidang Sarana & Prasarana Bappeda Sumut, kepada SIB di kantornya, Kamis (5/2) .

Dia mengutarakan hal itu ketika membahas pembangunan jalan lingkar luar atau outer ringroad mengelilingi  kawasan Danau Toba.

Atas nama Kepala Bappeda Sumut Arsyad Lubis, Tetty bersama rekannya sesama staf (Kabid) Ir Taufik, juga memaparkan sejumlah proyek prioritas yang menjadi item perencanaan pembangunan di Sumut, baik di kawasan Kota Medan maupun beberapa daerah termasuk kawasan Danau Toba. Secara khusus Tetty dan Taufik juga menjelaskan potensi pembangunan jalan Tol Medan--Tebingtinggi yang akan dimulai pelaksanaannya pada Januari-Februari tahun ini, khususnya pada ruas Medan ke Lubuk Pakam.

Mereka juga mengungkap kondisi pembangunan di kawasan Danau Toba saat ini, khusus nya terkait rencana pengelolaan objek perairan Danau Toba oleh salah satu BUMN di Jakarta, dan juga terkait penghapusan atau pengalihan bentuk pungutan pajak air Danau Toba pasca peralihan status PT Inalum yang kini menjadi BUMN. Misalnya soal pungutan annuel fee Inalum yang sudah ditiadakan dan kini berganti sebutan sebagai pajak air permukaan umum (APU) bagi daerah Danau Toba dan daerah aliran Sungai Asahan, dan PBB bagi daerah operasional perusahaan PT Inalum (Batubara).

"Kita berharap ada  realisasi dari perusahaan Austria ini. “Bayangkan betapa hebatnya Danau Toba setelah punya sarana cable car nanti. Tak kalah dari objek wisata besar lainnya di luar negeri," ujar mereka.

Dalam suratnya ke Bappeda Sumut itu, Hans R Jost dari Doppelmayr secara ringkas menyebutkan perusahaan tersebut selama ini telah merealisasikan pembangunan cable car sebagai moda dan solusi transportaasi umum di sejumlah kota berbagai negara di dunia. Misalnya di London (Inggeris), Algeria (Aljazair), La Paz (Bolivia) dan  Caracas (Venezuela) . 

Realisasi pembangunan cable car di Danau Toba itu disebutkan akan menelan biaya atau investasi yang cukup besar, hingga triliunan rupiah, tergantung konstruksi dan jarak (jauh dan ketinggian), serta model kereta gantung (cable car) yang akan digunakan nantinya.

"Kalau sekarang ini ada hampir Rp11 triliun nilai investasi yang diperoleh Sumut atas realisasi penanaman modal di berbagai bidang usaha industri atau niaga, kelak nilai investasi di Sumut bisa mencapai Rp20 triliun, karena suatu investasi yang terlaksana biasanya akan merangsang ekspansi perusahaan atau investor lain untuk ikut di sektor-sektor pendukung," ujar staf lainnya di kantor itu.

Sumber HarianSIB

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI