Warisan Budaya Sipaha Lima, Upacara Besar Suku Batak Agama Parmalim

Posted 20-02-2015 01:27  » Team Tobatabo

Bercerita tentang keindahan alam dan tradisi-tradisi unik khas Sumatera Utara memang tak ada habisnya. Tidak hanya objek wisatanya yang telah mendunia, namun juga memiliki ragam budaya dari beberapa suku di dalamnya.

Seperti suku-suku lainnya, suku Batak yang merupakan suku asli dari Sumatera Utara juga memiliki beraneka ragam budaya yang khas dengan nilai-nilai tradisi. Salah satunya, budaya yang ada di Tanah Batak adalah Upacara Sipaha Lima .

Tradisi Sipaha Lima merupakan warisan budaya yang dibawa oleh seorang tokoh nasional dari Sumatera Utara, Raja Sisingamangaraja XII. Masyarakat Batak Parmalim biasa menyebut upacara ini dengan Parriaan Bolon Sipaha Lima, yang secara harafiah berarti sebuah perayaan besar di bulan kelima.

Pesiapan ritual si paha lima parmalim. Via TobaJourney

Upacara besar suku batak ini, akan dilaksanakan dengan tiga serangkaian kegiatan, yang tentunya memiliki peraturan yang wajib dipatuhi dan sudah menjadi tradisi turun temurun yang diwariskan oleh leluhur. Seperti halnya kaum pria yang diwajibkan memakai penutup kepala lengkap dengan kain ulos.

Dalam penyelenggaraanya juga dilakukan pemberian sesajen, yang diletakkan di beberapa lokasi tempat berlangsungnya upacara. Sesajen berupa jenis makanan-makanan khas suku Batak Toba termasuk ternak lembu yang akan disembelih. Tidak tertinggal juga pemberian berkat kepada umat melalui tarian budaya suku Batak Toba yaitu tor-tor serta diiringi alat musik gondang bolon.

Parmalim manortor dalam ritual si paha lima. Via TobaJourney

Dari setiap rangkaian acara yang dilaksanakan, pemberian persembahan dianggap paling sakral atau dalam istilah bahasa batak dikenal dengan Panattion. Sedangakan dua acara lainnya adalah penyampaian keluh kesah atau parasadatan, dan acara penutup dikenal dengan istilah Panggokhion.

Dengan berpakaian khas Batak lengkap, umat Parmalim menggelar Persahadatan sebagai pembuka Sipaha Lima . Mereka akan berikrar untuk ikhlas menjalankan Sipaha Lima serta memohon kelancaran acara. Selain itu, upacara ini juga merupakan wujud rasa syukur kepada Maha Pencipta atas hasil pertanian yang diperoleh.

Para penganut Parmalim menyembelihan kurban persembahan Sigagat Duhut. Via TobaJourney

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI