Lomba Membersihkan Sungai Deli

Posted 08-06-2015 11:22  » Team Tobatabo

MEDAN - Puluhan pemuda dari Komunitas Pecinta Anak dan Sungai Deli (Kopasude) mengadakan acara lomba memberisihkan sungai.

Sutrisno (48) peserta lomba yang ditemani anak dan sepupunya. Pria dari kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun, ini mengatakan sangat senang bisa mengikuti event lomba perahu rakit sekaligus membersihkan sungai. Ia mengatakan sayangnya yang ikut berpartisipasi hanya beberapa kelurahan saja dan diikuti oleh sembilan peserta lomba perahu rakit saja. Minggu (7/6/2015)

"Peserta lomba perahu rakit yang mendominasi hanya Kelurahan Sukaraja dan Kecamatan Medan Maimun. Sisasnya kelurahan Badur. Jadi hanya bebereapa kelurahan saja yang ikut. Ia menuturkan harapanya ke depan agar kelurahan lain seperti kelurahan Aur, Hamdan, Jati, Kampung baru dan lain-lain ikut berptisipasi"ujarnya.

Menurutnya dengan acara seperti ini maka akan membuat masyarakat semakin mencintai lingkungan dan menjadikan sungai sebagai transportasi air. Ia menuturkan untuk mengikuti lomba ini ia sudah membuat perahu rakitnya tiga hari sebelumnya dengan konsep lingkungan hidup.

Menurutnya, panitia sudah memberikan publikasi yang maksimal tapi masih diikuti oleh bebrapa peserta saja. Ia menegaskan lomba perahu rakit masih pertam kali diselenggarakan jadi masih wajar sedikit pengunjungnya.

Agung, Panitia acara mengatakan hingga sampai saat ini belum ada hari khusus untuk peringatan hari Sungai Deli. Namun dengan sosialisai yang telah dilakukan selama ini maka diharapkan masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya sungai. Ia menuturkan akan mengembalikan fungsi sungai sebagai eko wisata seperti dahulu lagi. Minggu (7/6/2015)

"Dengan acara seperti ini semoga mengembalikan fungsi sebagai ekowisata, yang menggunakan sungai sebagai transportasi air layaknya pasar terapung. Lalu setelah kesadaran masyarakat meningkat maka akan diadakan hari sungai. Jadi dengan peringatan hari sungai tersebut masyarakat akan mau berwisata air di sungai Deli dengan cara naik sampan, perahu dan rakit jadi tidak kalah hebatnya dengan arung jeram," ujarnya.

Ia menjelaskan jika masyarakat sudah menjadikan sungai sebagai tempat rekreasi maka secara otomatis akan menjaganya agar tetap bersih. Menurutnya hal seperti itu sudah diterapkan di sungai-sungai yang ada di negara-negara lain.

"Coba lihat sungai kita sekarang penuh dengan sampah dan airnya saja yang kuning kecoklatan. Itu karena saat ini masih banyak orang yang membuang sampah ke sungai sehingga membuat sungai jadi jorok. Padahal sungai-sungai kita memiliki peranan penting bagi masyarakat Medan. Jika sungai tersumbat, kan Medan bisa tersumbat," katanya mengakhiri.

Penulis: Nikson Sihombing
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI