Di Tangan Mereka, Kulit Kerang, Enceng Gondok dan Batok Kelapa Bernilai Ekonomi

Posted 17-11-2015 11:20  » Team Tobatabo

TANJUNGBALAI -Ternyata kulit kerang, enceng gondok dan batok kelapa jika diolah dan dimanfaatkan dapat menjadi suatu komoditas yang bernilai jual ekonomis, seni dan kreatif.

Hal inilah mendorong PT Inalum bersama-sama dengan Pemerintah Kota Tanjung Balai untuk membantu mengembangkan salah satu Home industri kreatif yang berbasis kearifan lokal di Tanjung Balai yang terkenal sebagai kota kerang.

Akhir Oktober lalu, di Gedung Serba Guna Raja Bahagia resto, Jl. Jamin Ginting Arteri, Kota Tanjung Balai, PT Inalum menyerahkan bantuan peralatan pendukung pengembangan home industri kreatif di Tanjung Balai.

Program bantuan pengembangan usaha ini dilakukan oleh PT Inalum bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjung Balai bersama-sama dengan pelaku industri untuk merencanakan dan mengadakan bantuan peralatan yang difasilitasi oleh PT Inalum.

Adapun ketiga kelompok usaha yang menerima bantuan adalah kelompok usaha masyarakat yang bergerak dalam bidang usaha pembuatan hiasan atau souvenir dari Batok Kelapa, dari Enceng Gondok, dan dari Kulit Kerang.

Foto: PT Inalum bersama-sama dengan Pemerintah Kota Tanjung Balai membantu mengembangkan salah satu Home industri kreatif yang berbasis kearifan lokal di Tanjung Balai 

Penyerahan bantuan peralatan tersebut diserahkan secara langsung oleh manajemen PT Inalum, W.Djoko Laksono (Deputy General Manager Umum & CSR) diwakili oleh Syamsu Rizal Hrp (Assistent to Director) didampingi A.Ganda Sukmana (Junior Manager Pemberdayaan Masyarakat) dan Thaofan Dinar (CSR Officer) kepada Pemerintah Kota Tanjung Balai yang diwakili Rumondang (Plt Kadisperindag) untuk diteruskan kepada kelompok usaha disaksikan Wakil Walikota Tanjung Balai, Rolel Harahap bersama-sama dengan undangan lainnya dalam sebuah acara yang disambut dengan tarian khas melayu.

Sebanyak kurang lebih 20 orang anggota dari ketiga kelompok usaha yang mendapat bantuan tersebut juga turut hadir untuk menerima bantuan tersebut. Adapun kelompok usaha yang menerima bantuan Inalum adalah hasil dari rekomendasi Disperindag Tanjung Balai yaitu : KUB Karya Mandiri (Kelompok usaha pengrajin sovenir dari Batok Kelapa-Kecamatan Sei Tulang Raso) menerima Mesin Bor Duduk, Mesin Jahit, Grenda, Mesin Rajang, Kompresor dan Steling. Disusul dengan Kelompok Usaha Bersama“Mawar” (Pengrajin hiasan kulit kerang dari Kecamatan Teluk Nibung) menerima Mesin kompresor, alat lem tembak, mesin generator, dan steling. Sedangkan “KUB Melati” (Pengrajin Souvenir Enceng Gondok dari Kecamatan Datuk Bandar Timur) menerima mesin pemintal enceng gondok, dan steling.

Djoko dalam sambutannya yang dibacakan Saymsu Rizal mengatakan, Bantuan ini adalah salah satu bentuk program pemberdayaan masyarakat atau yang sering lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility PT Inalum di bidang pengembangan usaha kecil mikro berbasis ekonomi kreatif, budaya dan kearifan lokal, khususnya di sekitar Danau Toba dan Sungai Asahan.

"Dimana kita sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan untuk pengembangan usaha tradisional kain tenun songket dan uis nipes di Batubara dan Karo serta kopi di Dairi. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan kontribusi positif atas perkembangan usaha lokal sekaligus melestarikan budaya berbasis industri kreatif,” ujarnya dalam sambutan.

Wakil Walikota Tanjung Balai, Rolel Harahap dalam sambutannya mengatakan, seperti yang telah kita ketahui bahwa industri kerajinan di Tanjung Balai merupakan industri kreatif yang mana dalam perkembangannya hasil kerajinan tangan produk rumahan masyarakat Tanjung Balai ini telah dikenal di Sumatera Utara ini. Berbagai kerajinan tangan seperti kerajinan pembuatan hiasan dari enceng gondok, kulit kerang, sampai dengan batok kelapa dapat disulap menjadi produk bernilai ekonomis.

"Hal ini luar biasa apabila terus dikembangkan, mengingat sumber daya alam untuk ketiga jenis produk diatas tersedia dan sangat mudah dijumpai di Tanjung Balai ini, dengan demikian ekonomi kreatif seperti ini dapat diandalkan dalam pengembangan ekonomi daerah dan dapat menciptakan lapangan kerja serta mengurangi pengangguran di Tanjung Balai”, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Plt. Disperindag Tanjungbalai, Rumondang juga menyampaikan apresiasi terhadap PT Inalum yang telah memberikan bantuan peralatan usaha kepada Industri kecil di Tanjung Balai.

"Karena selama ini usaha kecil kebanyakan terkendala kurangnya peralatan usaha yang memadai sehingga hasil produknyapun kurang maksimal, kami menyalurkan bantuan tersebut ke tiga kelompok usaha yang berada di tiga kecamatan dengan produk yang berbeda pula dengan maksud untuk mengembangkan satu produk ciri khas masing-masing Kecamatan, sehingga dapat menjadi andalan dimasing-masing daerah, untuk kedepannya kami berharap Inalum terus dapat membantu parapelaku industri kecil di Tanjungbalai,” ungkapnya.

Sumiati, ketua kelompok KUB Mawar mewakili penerima bantuan juga menyampaikan bahwa produksi hiasan kulit kerang kami hasilnya masih kurang maksimal, padahal produk ini diminati bukan hanya di daerah Tanjung Balai saja.

"Produk kami sudah sampai di Medan, Riau, Aceh, bahkan sepat dijual di daerah malang jawa timur, namun karena kendala peralatan yang masih minim, kami membuatnya secara manual sehingga kami belum bisa memproduksi secara efektif dan efisien, dengan mendapat bantuan ini saya mewakili penerima bantuan mengucapkan terimakasih kepada Inalum dan Pemerintah Tanjungbalai, kami akan menggunakannya secara maksimal,” ujarnya.

“Selain memberikan bantuan peralatan, kami juga membantu plank usaha untuk mempromosikan lokasi KUB...dimana direncanakan setelah monitoring, kami juga akan memberikan bantuan pelatihan kewirausahaan”, demikian ditambahkan A.Ganda Sukmana.

Sumber Tribun Medan

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI