Ombas Gondang Naposo Buka Horas Samosir Fiesta 2016

Posted 12-05-2016 15:48  » Team Tobatabo

Dalam tiga tahun terakhir Kabupaten Samosir semakin eksis dengan kalender kegiatan Horas Samosir Fiesta untuk meningkatkan kunjungan wisata dan ziarah budaya ke wilayah itu. Untuk tahun 2016 ini Horas Samosir Fiesta diluncurkan kepala pemerintahan terbaru di Medan Fair, tepatnya pada Malam Kesenian Samosir bulan April lalu.

Sejumlah program dinyatakan akan dilaksanakan dan diawali dengan program Gondang Naposo. Program Gondang Naposo tahun ini merupakan yang kedua setelah tahun lalu dengan cakupan peserta dari sekitar Samosir. Sedangkan untuk yang kedua ini pesertanya sudah dibukakan ke luar Samosir, terutama yang bertalian dengan kawasan Danau Toba. 

Gondang Naposo merupakan wadah interaktif bagi generasi muda yang belum menikah dengan ekspresi formal yang diwujudkan melalui tari. Sehingga bentuknya di satu sisi dianggap sebagai cara untuk mencari jodoh, di samping tujuan besarnya untuk meneruskan tradisi melalui kehadiran gondang dan tortor.

Gondang Naposo sebagai bentuk kebudayaan merupakan cara pembelajaran bagi generasi muda atas fungsi gondang dan tortor yang sering dikaitkan dalam upacara atau ritual. Gondang dan tortor dalam tradisi Batak Toba merupakan satu paket. Tidak lazim tortor muncul tanpa iringan gondang.

Sebaliknya gondang dimaknai dalam beberapa situasi, yakni: sebagai seperangkat instrumen musik dengan kateogori ensembelnya, upacara atau ritus dalam kaitan fungsi dan penghadiran instrumen itu, dan sejumlah repertoar yang dimanfaatkan dalam upacara. Sekali lagi, gondang tidak bisa berdiri sendiri dalam tradisi untuk tujuannya mengiringi tarian atau tortor.

Namun dalam konteks repertoar dapat menyampaikan pesan dan kesan transeden melalui pemusiknya.

Situasi Gondang Naposo sering dicitrakan sebagai keramaian untuk generasi muda. Sifat keramaian itu sering dikaitkan dengan fungsi ensembel gondang hasapi atau gondang uning-uningan.

Dalam hal ini ensembel gondang hasapi atau gondang uning-uningan terdiri dari instrumen taganing, garantung, hasapi, sarune etek, hesek, dan kehadiran sulim (terutama dalam nomenklatur gondang uning-uningan).

Ada kalanya juga dalam ensembel ini dihadirkan gong, sebagaimana dalam ensembel gondang sabangunan yang dilengkapi dengan taganing, sarune bolon, dan hesek. Kehadiran semua instrumen musik itu dapat menimbulkan sifat pelaksanaan kegiatan dalam budaya Batak Toba.

Kompetisi dalam Gondang Naposo

Tortor sebagai ekspresi formal dalam gondang naposo mengikuti aturan-aturan tradisi. Setiap kelompok generasi muda wajib menggunakan elemen-elemen yang terkait dengan aturan menari secara material dan verbal. Aturan material itu berupa kewajiban menggunakan beberapa ulos (kain tenun tradisional), di samping material lainnya (termasuk uang) yang difungsikan kemudian secara simbolis.

Sedangkan aturan verbal dapat diperhatikan melalui penyampaian kalimat-kalimat dan pantun sebelum dan sesudah meminta repertoar gondang. Penyesuaian kalimat-kalimat dan pantun dikuasai oleh satu orang dari kelompok generasi muda itu melalui sebutan paminta gondang. Sehingga kehadirannya juga sering dianggap sebagai pimpinan kelompok. Dulu kelompok generasi muda dalam acara Gondang Naposo hadir sesuai dengan asal desa.

Generasi muda antar desa dapat menemukan jodohnya melalui acara Gondang Naposo. Situasi romantik alam dengan kehadiran rembulan mendukung perasaan orang muda untuk menentukan pilihannya dalam mencari pasangan hidup ke depan.

Terkadang bisa terjadi kompetisi terselubung untuk merebut hati dambaan masing-masing sampai mencapai jenjang pertunangan serta pernikahan di kemudian hari. Tentu saja situasi kompetisi seperti dulu dapat berubah pada saat ini.

Itulah salah satu kesan yang muncul ketika mengamati acara gondang naposo di Palipi, Samosir pada 6 – 7 Mei 2016 lalu. Aura romantik itu juga mulai berkurang, entah karena tempatnya dilaksanakan di kompleks Tugu Toga Sinaga, persisnya di pelataran Sopo Mardame Sinaga maupun karena pelaksanaannya bukan malam hari.

Beberapa tahun lalu pelaksanaan gondang naposo masih dianggap lazim pelaksanaannya pada malam hari, meskipun secara teknis dapat mengurangi minat pengunjung yang susah dengan transportasi dan hal-hal lain. Dulu kelompok generasi muda yang terlibat dalam gondang naposo menempuh jalan berkilo-kilo karena tujuannya memang untuk mencari jodoh yang terkait dengan tuntutan eksogamik serta penguatan pantang untuk melakukan inses atau kawin semarga.

20 kelompok tercatat sebagai peserta gondang naposo dalam konteks Samosir Horas Fiesta 2016. Namun dua kelompok dikabarkan mengundurkan diri sebelum satu kelompok peserta pada hari kedua terhadang antrian feri penyeberangan dari Ajibata ke Tomok. Hari pelaksanaan gondang naposo itu memang saat liburan umum dan akhir minggu.

Sehingga seperti liburan sekolah dan akhir tahun tingkat kunjungan ke Samosir sudah biasa menghadirkan kemacetan dan antrian di pintu jalur jalan utama penyeberangan. Pengunjung lewat jalur darat melalui arah Barat juga terkena kemacetan. Sehari sebelum pelaksanaan gondang naposo, penumpang bus-bus umum ke arah samosir terpaksa menunggu di loket bus jurusan Samosir. 

Delapan kelompok yang tampil di hari pertama tidak terimbas dengan situasi kemacetan dan antrian, karena mereka semua berasal dan tinggal di Samosir. Dua dari delapan kelompok pada hari pertama itu lolos sebagai penampil terbaik untuk kategori tortor dan satu untuk kategori paminta gondang.

Hanya dua paminta gondang terbaik yang harus dipilih. Sedangkan untuk penampil terbaik tortor dipilih enam. Kompetisi dari 17 kelompok hadir dengan kekuatan kreativitas masing-masing untuk mengikuti pola pelaksanaan yang sudah ditentukan.

Setiap kelompok ada saatnya menjadi pananti (pihak pembawa sesembahan) dan di saat lain bertukar menjadi suhut (tuan rumah). Setiap kelompok pananti dan suhut hadir berpasangan juga dengan variasi jumlah dari enam pasang sampai sembilan pasang, ditambah dengan satu orang paminta gondang masing-masing.

Tujuh repertoar gondang tradisi tidak terasa mengalun berkali-kali untuk mengiringi tortor setiap kelompok. Terkadang irama repertoar tertentu tersambung meningkatkan pesona tortor. Kadang dapat membuat penonton atau wisatawan tercenung. Tortor Batak Toba mengandung aura transeden.

Namun pada repertoar tertentu dapat menghibur dan memunculkan perasaan statis. Makna gerak dibangun dalam simbol-simbol dan diayun secara minimalis. Pengunjung di hari pertama pada saat gondang naposo itu memenuhi sisi-sisi kompleks Tugu Toga Sinaga, ditambah kehadiran peserta sepeda Toba Audax waktu pembukaan acara.

Hari kedua pengunjung berkurang entah karena apa. Jarak Pangururan, ibukota Kabupaten Samosir ke tempat acara memakan waktu setengah jam dengan kenderaan. Bagian Selatan Samosir itu sepanjang jalan masih dipenuhi hamparan sawah dan bukit-bukitnya yang indah dengan berbagai pohon dan tanaman.

Memang dulu bagian Selatan Samosir dikenal penghasil padi kedua setelah Toba Holbung dan menjadi pintu awal masuknya modernisasi ke Samosir. Sehingga banyak tokoh dan profesi berasal dari sana. Tiga mantan Bupati Tapanuli Utara berasal dari daerah Palipi.

Namun wilayah ini tidak setiap saat dapat dijangkau dengan kenderaan umum. Ditambah dengan harapan perlunya tempat-tempat penginapan dan rumah makan yang standar untuk kunjungan wisata. Alamnya tidak kalah indah dan selalu menyatu dengan sisa segar dari bau Danau Toba.

Gondang terus mengalun sampai semua peserta selesai mengikuti gilirannya. Gondang yang dibuka juga harus ditutup. Setelah itu diumukan dua paminta terbaik dan enam penampil terbaik untuk tortor. Untuk tahun 2016 ini dua paminta terbaik berasal dari Kecamatan Sitiotio dan Harianboho.

Sedangkan enam penampilan terbaik untuk tortor secara berurutan adalah dari Harianboho, PPTSB Palipi, STAKPN Tarutung, Parsamoa Medan, dari Simalungun, dan Sianjur Mula-mula.

Hadiah total dan pembinaan untuk kompetisi di gondang naposo itu mencapai duapuluh juta rupiah ditambah dengan dua tiket penerbangan Silangit – Jakarta (pp). Acara gondang naposo yang dikemas dengan kompetisi antar kelompok itu dikelola oleh CV. Sabulan Natio dan bekerja sama dengan pekerja seni di Samosir. Acara ini termasuk sukses dan meningkat dari sebelumnya.

*Salah satu dari Dewan Juri dalam acara Gondang Naposo Samosir Horas Fiesta 2016.

Judul: Horas Samosir Fiesta 2016 
DIAWALI DENGAN GONDANG NAPOSO

Oleh: Thompson Hs* 

Foto bersumber dari Facebook Thompson Hs

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI