Pantai Batahan, Eksotisme di Tepi Samudera Indonesia

Posted 24-08-2012 13:41  » Team Tobatabo
Pernahkah anda mengunjungi Mandailing Natal? Jika belum, ada beberapa yang perlu anda ketahui tentang wilayah yang berada di selatan provinsi Sumatera Utara ini. Mandailing Natal - atau lebih sering disebut Madina - merupakan wilayah kabupaten di provinsi Sumatera Utara yang beribukota di kecamatan Panyabungan. Untuk sampai ke sini, diperlukan waktu sekitar 12 jam perjalanan dari Medan atau sekitar 7 jam dari Padang. Tidak banyak objek wisata di Mandailing Natal. Sebagian besar wilayah masih diselimuti hutan belantara, sebagian lagi ditanami kebun karet dan sawit. Tapi, ada satu tempat yang sampai saat ini melekat dalam ingatan. Tempatnya di tepi pantai barat Sumatera Utara, namanya Pantai Batahan. Untuk sampai ke sana, diperlukan perjuangan yang cukup berat sekaligus melelahkan. Dari ibukota kabupaten Mandailing Natal, diperlukan waktu tempuh sekitar 5 sampai 6 jam. Kondisi jalan aspal dari Panyabungan hingga Natal cukup bagus namun berbelok-belok dan naik turun. Hanya ada beberapa titik yang perlu diwaspadai mengingat banyak tebing dan jurang di sepanjang perjalanan, terutama di musim penghujan. Setiba di kecamatan Natal - sekitar 4 sampai 5 jam perjalanan - anda akan disuguhi pemandangan laut. Di sinilah anda bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Pantai Batahan. Tepat di pinggir pantai, ada sebuah mess yang diperuntukkan masyarakat umum. Dengan biaya sekitar Rp60.000,00 ribu per malam, anda bisa melepaskan penat dan lelah selama perjalanan. Dari kecamatan Natal, disarankan anda mengendarai sepeda motor untuk menuju Pantai Batahan. Alasannya, dari tempat inilah petualangan akan dimulai. Anda harus menyeberang muara yang berada beberapa meter dari mess. Anda cukup membayar Rp5.000,00 untuk bisa menyewa perahu. Tapi jika cuaca sedang buruk atau sedang ada badai laut, jangan harap anda bisa menyeberang. Sesampainya di seberang, anda akan melewati beberapa pemukiman penduduk pesisir. Jangan berharap ada jalan aspal karena semuanya masih berupa tanah merah dan jalan bebatuan. Setelah itu, barulah anda menyusuri tepi pantai selama 30 menit perjalanan. Jalur pantai ini merupakan satu-satunya jalur tercepat menuju Pantai Batahan. Namun, jika air laut sedang pasang, anda harus melalui jalur alternatif yang cukup jauh dan berlumpur. Akhirnya, setelah menyusuri tepi pantai dan menembus rawa-rawa, anda akan tiba di kecamatan Batahan. Rasa lelah akan hilang setelah anda tiba di Pantai Batahan, melihat sebuah eksotisme di tepi Samudera Indonesia. Indah, elok, dan cantik. Suasana yang tak terlalu ramai dengan ombak yang mengalun pelan. Di sebelah barat daya, ada sebuah pulau kecil. Pulau Tamang namanya. Jika anda penasaran dan ingin menjejakkan kaki di sana, cukup menyewa sebuah perahu motor dengan biaya pulang pergi Rp500.000,00. Perjalanan ke pulau tersebut ditempuh hanya sekitar 15 menit. Sebetulnya, tidak ada yang menarik di pulau ini. Isinya hanya pemukiman penduduk yang tak terlalu ramai. Satu hal yang unik adalah jalanan di pulau ini yang disusun dari batu karang dan koral. Jika anda berputar ke arah barat, maka anda bisa mengunjungi mercu suar yang berdiri kokoh. Saatnya kembali ke tepi pantai Batahan. Anda tak perlu pusing mencari penginapan, karena beberapa meter dari garis pantai ada sebuah mess dengan 3 kamar. Cukup membayar Rp30.000,00 per orang per malam, anda sudah bisa beristirahat sambil menikmati pemandangan Samudera Indonesia. Hmmm, anda berjiwa petualang? Saya tantang anda untuk datang ke tempat ini! Sumber

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI