Keren! Mekkel Na Ma Ahu Jadi Favorite Lagu Di Romania Dengan Lirik Jadi Bahasa Romania

Posted 20-06-2017 21:56  » Team Tobatabo
Foto Caption: Performance Tongam Sirait

Bermula dari seorang asal Rumania yang mendengar lagu Tongam bertajuk ‘Mekkel Nama Au’. Orang tersebut kemudian membawa lagu yang dirilis pada 2004 silam itu ke band Voltaj yang sedang mempersiapkan album barunya.

Lagu Tongam sempat tersimpan tanpa tersentuh oleh Voltaj selama beberapa bulan. Setelah akhirnya dilirik, ternyata band tersebut langsung jatuh cinta dengan nada-nada yang diciptakan Tongam.

“Katanya pas dengar dia bilang merinding dengan lagu saya. Merea langsung terinspirasi. Kemudian diganti liriknya menjadi bahasa Rumania,” kisah Tongam kepada tobatabo.com.

Tentu saja Tongam menerima royalti atas lagu yang kemudian berubah judul menjadi ‘Unlina Sekunda’ itu. Setelah segalanya beres, pria berusia 42 tahun itu pun diboyong ke Rumania untuk menonton konser Voltaj.

“Mereka bikin konser dan saya diundang ke sana. Rupanya itu konser besar di hadapan 4 ribu orang. Satu hari konser tak cukup maka konser sampai dua hari di depan 4 ribu orang lagi, lalu ada beberapa konser lainnya yang saya ikut nonton,” jelasnya.

Tongam tak pernah menyangka karyanya akan mendunia. Namun bisa mengenalkan Indonesia terutama Danau Toba ke luar negeri adalah impian terbesar Tongam. Itu pula yang menjadi alasan ia menciptakan lagu bertajuk ‘Come to Lake Toba’.

“Mendunia memang tujuan saya, tapi saya nggak mau sendiri. Saya mau bawa Danau Toba ke dunia.

Saya pernah tinggal lama di Bali dan saya ingin pariwisata Danau Toba seperti Bali,” tutur musisi yang pernah menggelar konser di Belanda, Prancis dan Jerman itu.

Sosok Tongam adalah gabungan dari kontradiksi-kontradiksi, talenta musik yang extraordinary (luar biasa) dan integritas yang kokoh di balik sikapnya yang bersahaja.

Ada kalanya dia bertindak sangat naif, nekad merantau hanya untuk mempromosikan obyek wisata Parapat –yang indah namun sepi tanpa turis, lalu meminta Serevina boru Pasaribu menjadi isterinya, padahal baru kenal beberapa jam.

Tongam adalah manusia self-made, membentuk diri sendiri lewat pergulatan hidup yang berliku, dari proses panjang petualangannya di rantau.

Terlahir di sebuah lapo di Parapat, di bawah bimbingan ayah yang tangannya dihiasi tato– Tuan Bos Sirait namanya, Tongam tumbuh di antara dunia keras para preman dan senandung melankolis biduan-biduan kampung.

“Bapakku preman habis. Tapi dia juga suka main gitar dan menyanyi. Untuk membuat orang betah di lapo, bapak sengaja membeli dua gitar,”tutur Tongam sembari menjelaskan, dengan millieu dan spirit lingkungan semacam itu, dia sudah mahir memainkan gitar pada usia delapan tahun. Semuanya terjadi begitu saja. Lihat, tiru lalu mainkan.

Tongam tak pernah bermimpi bakal meraih sukses seperti sekarang. Bakat bukanlah apa-apa kalau tidak ada kesempatan mengaktualisasikan.

Itulah yang disadarinya dengan rasa pahit, ketika terpaksa menyerah di perantauan, Bali dan Jakarta, lalu pulang ke kampungnya, di tepian Danau Toba yang sangat dicintainya.

“Waktu aku mau merantau ke Jakarta, ibuku sudah mengingatkan, tak mungkinlah kau Tongam berhasil di perantauan, kalau cuma mengandalkan bakatmu bernyanyi,”tutur Tongam mengenang.

Tak berapa lama setelah Tongam pulang, ibunya meninggal. Saat itulah dia melihat seorang gadis yang belum dikenalnya. Lalu dengan spontan dia melamarnya. Esoknya boru Pasaribu itu sudah menjadi isterinya.

“Sebenarnya aku sangat ingin upacara perkimpoian dengan naik kuda. Begitulah adat batak yang benar.

Tapi waktu itu aku tak punya uang. Mudah-mudahan nanti impian dari masa kecilku ini bisa terlaksana, untuk memberi contoh pada generasi muda.

jadi gini, dia bikin lagu batak judulnya “Mekkel na ma au” yah intinya bercerita tentang dirinya karena dirinya gagal gak seperti yg diharapkan,ternyata lagu ini di terjamahin dalam bahasa Romania.

Dan di Video itu bisa kita lihat dia itu membawa nama INDONESIA dan Suku batak sampai ke penjuru dunia, di konser itu penonton disana sangat antusias.

Karena lagu yg sudah diterjemahkan dalam bahasa Rumania itu “ULTIMA SECUNDA” menjadi lagu favorit disana.

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI