Cari

Menaklukkan Puncak Gunung Sibayak Sumatera Utara

Posted 22-10-2012 13:33  » Team Tobatabo

Naik-naik ke puncak gunung tinggi-tinggi sekali...."
Cieeee... yang anak gunung lagi ndaki gunung
“Emang gunung apa za yang di daki?”
Well kali ini Backpacker Alone mau berbagi cerita “menaklukkan puncak gunung sibayak sumatera utara”.
Mau tau gimana perjalanan Backpacker Alone menaklukkan puncak sibayak?
For your information guys, puncak gunung sibayak yang berada di ketinggian 2.094 dpl ini terletak di kabupaten karo sumatera utara dan gunung ini tercatat (ga tau juga siapa yang nyatat) pernah meletus sekitar tahun 1881 sehingga kondisi di atas puncaknya porak-poranda yang sekarang menjadi tempat wisata bagi pecinta alam (re: anak gunung) dan sampai sekarang gunung api ini masih aktif, gunung ini juga sangat cocok bagi pemula untuk yang pertama kali memulai karirnya sebagai anak gunung yang ingin menaklukkan gunung.
Rute Pendakian
Akses menuju lokasi puncak ini bisa dibilang cukup mudah dan terdapat dua akses, yaitu: dari desa raja berneh, dari kota wisata berastagi dan dari jalur 54 dikawasan tongkoh (untuk jalur 54 kebetulan belum pernah lewat jalur tersebut). Keduanya bisa diakses dengan menggunakan angkutan umum atau pribadi dari kota medan.
Kalau dari kota wisata berastagi kita bisa memulai pendakian dengan menapaki jalur wisata gundaling tapi kalau jalur tercepat bisa melewati jalur desa raja berneh yang terletak sekitar 7 KM dari jalan raya medan-berastagi dengan melewati pemandian air panas debu-debu (bukan mandi debu tapi air belerang). Dan sebelum masuk kedalam lebih jauh biasanya kita akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp. 2000,-/orang (tahun 2011).

Ayoo kita mulai pendakian ini dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya -_-“
Menuju Puncak Sibayak
Setapak demi setapak bisa kita lalui menuju puncak sibayak, dengan kondisi jalan yang sudah diaspal sampai batas kaki gunung, sebenernya ga ada yang khas dari perjalanan menuju puncak sibayak. Sepanjang jalan kita hanya melihat bukit-bukit dan pepohonan serta melewati sungai yang sudah kering.
Nah ketika kita memasuki daerah puncak (jalan sudah ga aspal lagi) terlihat tumbuhan juga mulai ga setinggi sebelumnya dan aroma khas belerang juga sudah tercium (baunya kayak orang kentut abis  makan telur busuk), jalanan juga sudah mulai di penuhi kerikil dan berbatu dan disarankan bagi cewek-cewek jangan pakai hak tinggi. Buat anak gunung atau wisatawan yang datang siang hari ga ada salahnya bawa kacamata hitam biar ga terlalu silau, oh ya jangan lupa bawa air putih juga biar ga dehidrasi.
Begitu sampai dipuncak keindahan luar biasa yang kita dapatkan, mata bisa melihat sejauh mungkin seantero kota medan *sedikit lebay*. Ok kalau pendakian siang hari dan sudah sampai di puncak cuaca bisa berubah kapan saja, bisa aja nanti panas terik terus tiba-tiba kabut datang terus panas lagi begitu seterusnya. Di puncak ini juga kita bisa melihat aktivitas gunung yang masih mengeluarkan uap panas dari perut bumi. Nah bagi yang membawa telur dan mau ngerebus gratis bisa kok disini, tinggal turun aja kebawah terus cari deh lobang yang mengeluarkan uap panas. Oh ya biasanya pengunjung juga sering mengambil serbuk belerang yang dijadikan oleh-oleh (maklum di puncak gunung ga ada yang jual cendera mata) dan katanya bisa dijadikan obat.
Yeeyyy...Akhirnya Sampai Puncak Sibayak
So tunggu apa lagi buat pecinta gunung semua atau yang mau coba-coba ndaki gunung ga ada salahnya mencoba menaklukkan sibayak ini. Dan satu hal yang harus kita ingat “jangan buang sampah sembarangan di lokasi gunung sibayak ini”.

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah