Artis Batak Ucok Baba Ternyata Marga Batubara

Posted 03-07-2017 19:27  » Team Tobatabo
Foto Caption: Ucok Baba

Ucok dilahirkan dengan nama Usnan Batubara, pada tahun 1971. Ucok melewati masa kecil di Medan.

Anak ketujuh dari sembilan bersaudara itu terlahir dengan tubuh paling kecil. Padahal, orang tua dan saudara-saudaranya mempunyai postur tubuh normal.

Tak ayal, Ucok sering merasa minder. Dia lebih suka berada di rumah. Karena apabila bermain di luar dia sering menjadi bahan olok-olok teman-temannya.

Karena merasa tidak betah hidup di kampung, dia merantau ke Jakarta meski tanpa izin orang tua. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1990.

Ucok hanya berbekal uang Rp 7.500.  Namun dia bertekad tidak memakai uang itu sampai tiba di Jakarta. Ucok meminta izin naik bus gratis dari kernet.

Kernet mengizinkan dengan syarat selama perjalanan tiga hari dua malam dia tidak duduk. Ucok menyanggupi. Tak terbayangkan lelahnya Ucok berdiri di bus selama 3 hari 2 malam. Tiba di Jakarta, Ucok memutuskan tinggal di Pasar Minggu.

Karena tidak punya saudara, dia tinggal di pasar. Di pasar itulah dia tidur, makan, dan bekerja.

Ketika itu Ucok tidak tahu bagaimana caranya mencari uang. Sehingga apa yang dilakukan orang untuk mendapatkan uang selalu diikutinya.

Pernah Ucok diakali gerombolan pencopet untuk memegangi tas hasil copetan, dan Ucok yang mendapat amukan massa.

Masalah tidur, Ucok tidur di los-los pasar beralaskan kardus dan  koran. Ucok melakukan itu selama lebih dari 6 bulan.

Pernah suatu ketika Ucok dibangunkan paksa dan diusir oleh pemilik toko. Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya Ucok berjualan plastik kresek di pasar, menawarkan pada orang-orang yang membawa banyak belanjaan.

Untung yang sudah  sedikit hasil penjualan plastik itu terkadang diminta oleh preman pasar.

Di pasar, Ucok Baba berteman dengan pekerja toko, Rina Angelina.   Keduanya pun kemudian menjalin cinta dengan diam-diam karena orangtua Rina tidak setuju Rina menikah dengan Ucok.

Namun akhirnya, setelah melalui perjuangan panjang, Ucok pun menikah dengan Rina. Semua ini berkat cinta Rina yang begitu dahsyat pada Ucok.

Sebab, demi melangsungkan pernikahan ini Rina harus berhadapan dengan keluarganya yang tidak setuju. Bahkan saat menikah itu pun, orangtua Rina tetap tidak setuju.

Pandangan orang yang datang menatap sinis pada Ucok yang menjadi pengantin. Cinta Rina bagai mukjizat dari Yang Maha Kuasa yang memberikan kekuatan dahsyat pada Ucok untuk terus bisa bertahan hidup dan menggapai sukses.

Rinalah yang terus memompakan motivasi dan semangat hidup pada Ucok. Setelah menikah, Ucok langsung pindah dari rumah mertua.

Mereka berdua mencari kontrakan dan pindah berkali-kali dari satu kontrakan ke kontrakan yang lain.

Ucok mulai mencari pekerjaan menjadi artis namun masih sebatas figuran. Bus dan angkot adalah alat transportasi ucok ketika itu.

Pengalaman pahit dimarahi juga pernah ia rasakan karena kedatangan ke tempat syuting yang tidak tepat waktu. Masalahnya tentu karena kendaraan yang berangkatnya tidak pasti.

Hingga suatu saat Ucok bertemu staf Soraya Film. Ucok mendapat tawaran untuk bermain film Bagi-bagi Dong bersama Warkop.  

Setelah bermain di warkop itu, nasib Ucok mulai membaik. Dia cukup dikenal sebagai artis. Namun krisis yang menerpa dunia perfilman pada tahun 1997 membuat Ucok kembali hidup susah. Ucok alih profesi menjadi pengamen. 

Ucok Baba mengamen bertiga dengan rekannya.  Teman ngamen Ucok postur tubuhnya normal. Kedua temannya memegang  gitar, sedangkan Ucok sebagai vokalisnya.lagu-lagu yang dibawakan Ucok adalah lagu-lagu Spanyol.

Banyak orang yang cuek dan tidak memberi uang ketika mereka menyanyi. Saat mengamen di suatu tempat Ucok bertemu dengan salah satu art director di Soraya (namanya Opung).  Ucok merasa sangat malu dan Opung pun sangat terkejut .

Kemudian Opung bertanya kepada Ucok tentang alasannya mengamen. Ucok menjawab bahwa hal itu terpaksa dilakukannya karena dunia film sedang sepi. Di akhir pertemuan mereka, Opung memberi Ucok uang sepuluh ribu rupiah.

Masalah hidup menimpa sangat berat. Pernah Ucok tidak mampu membayar kontrakan dan diusir dari kontrakan.

Dia bersama dengan istrinya tidak mempunyai tempat pasti untuk berteduh dari panas dan hujan. Hanya berpindah dari satu rumah teman ke rumah teman yang lainnya.

Karena mengamen juga tidak dapat menghasilkan uang yang bisa mencukupi biaya hidupnya, Ucok mencoba beralih profesi menjadi pemain badut. Dia melamar pekerjaan itu bersama beberapa orang temannya.

Awalnya boss badut tidak menghiraukannya. Namun lama-kelamaan Ucok diberikan kesempatan.  Selama 2 tahun, sulap menjadi andalan Ucok saat bermain badut.

Dari pekerjaan ini, Ucok juga tidak bisa mendapatkan penghasilan yang layak karena selalu diakali oleh rekan-rekanya. Sering kali dia hanya mendapat 3 ribu rupiahdari total pendapatan 300 ribu rupiah.

Tahun 2000 dia bertemu Dick Doang. Dick mengajaknya mejadi mitra presenter acara “World Cup” di televisi. Sejak saat itu Ucok lebih dikenal.

Dia mulai bermain sinetron di sana-sini bahkan juga film. Sampai sekarang, Ucok Baba pun bisa menikmati kehidupan yang layak.

Kesuksesan tidak membuat Ucok melupakan teman-temannya. Ucok mempekerjakannya pada usaha roti  dengan merk Madinah Bakery yang kemudian ditangani oleh Rani istrinya.

Usaha itu cukup membuahkan hasil dengan melibatkan 30 karyawan.

Kini Ucok terus menikmati kesuksesannya dengan penuh syukur. Keluarga besar Rani pun sudah bisa menerima dirinya, terlebih saat Ucok dikaruniai anak.

Dari dulu hingga kini kesukaan Ucok adalah memancing, baik itu untuk meluapkan emosi karena sedang dalam tekanan masalah, ataupun untuk melepas lelah.

Pengalaman yang tidak akan dilupakan oleh Ucok ketika memancing adalah ketika dia tercebur ke dalam kolam karena tarikan ikan besar.

 

 

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI