Cari

Keajaiban Alam Danau Toba part 1

Posted 23-11-2012 18:11  » Team Tobatabo

Toba adalah sebuah fenomena alam yang unik dan menarik. Tak hanya pada masa kini, tapi sejak masa lampau. Keberadaan Danau Toba telah mengusik banyak peneliti geologi maupun rupa bumi lainnya sejak masa lalu. Mereka pun penasaran untuk menguak berbagai kisah ilmiah yang menyelimuti Toba yang sebagian masih menjadi misteri alam hingga kini.

Kawasan Danau Toba yang seluas sekitar 3.704 kilometer persegi berada tepat di jantung Provinsi Sumatera Utara. Secara administratif, kawasan ini terbagi ke dalam lima kabupaten di Sumatera Utara, yakni Tapanuli Utara, Toba Samosir, Simalungun, Dairi dan Karo.

loading...

Hingga saat ini ada sejumlah hipotesa yang populer terkait dengan terjadinya Danau Toba.  Tapi dari sekian kesimpula tersebut setidaknya, terdapat 2 teori utama mengenai sejarah geologi danau ini. Pertama Danau Toba terjadi akibat satu ledakan alam yang dahsyat atau tercipta dari gabungan berbagai peristiwa erupsi gunung api.

Menurut van Bemmelen, geolog dari Belanda, terciptanya Danau Toba diawali dengan pembentukan Batak Tumor (dataran tinggi di kawasan Toba) yang berbentuk oval, seperti telur. Pembentukan kubah (dome) terjadi akibat sebuah pengangkatan hingga 2.000 meter. Hal ini ditunjukkan oleh bukit-bukit di sekitar Danau Toba sekarang ini, yaitu G. Sibuatan di sisi barat laut, G. Pangulubao di timur, G. Surungan di tenggara dan G. Uludarat (2.157 m) di barat. Sementara, Danau Toba sendiri adalah eks kaldera vulkanik (gunung api) yang tercipta dari sebuah letusan sangat dahsyat.

Abu dari letusan gunung raksasa Toba konon terbawa hingga wilayah Malaysia dan India. Hal itu, dibuktikan dengan dijumpainya mineral yang sama di sekitar Danau Toba dengan yang ada di kedua wilayah, bahkan di dasar lautan India Timur dan perairan Teluk Bengal.

Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University menyimpulkan bahwa danau Toba terjadi aktivitas supervolcano – letusan yang amat besar. Akibat letusan tersebut hanya sedikit binatang dan tumbuhan di Indonesia yang selamat. Hal ini dibukti dari penelitian yang dilakukan.

Tak hanya menarik bagi peneliti alam semesta, Danau Toba juga menarik bagi pencinta keindahan alias wisatawan. Lereng-lerengnya curam dan rupa bumi yang terbentang menjadi daya tarik utama dari tempat ini. ragam alas an diatas hanya sebagian dari jutaan alasan lain yang akhirnya membawa saya menuju Danau Toba.

Dari kota Medan yang telah menggeliat, pagi itu, saya melaju kearah timur, menuju Tebing Tinggi. Dari sana, saya bergerak ke selatan menuju ke kota Siantar (Pemantang Siantar) dan berhenti di Parapat yang berada persis di bibir Danau Toba. 4 jam adalah waktu yang diperlukan untuk trip itu.

Rute yang saya lewati ini sebenarnya hanyalah satu dari beberapa rute yang bisa dilalui. Rute ini memang telah menjadi rute favorit para wisatawan yang ingin menuju Toba. Sayangnya, walau telah menjadi jalur utama bagi pariwisata di Sumut, kondisi jalan yang ada belum seluruhnya baik, terutama antara Siantar dan Parapat. Selain kondisi jalan yang tak terlalu lebar – hanya pas untuk 2 mobil – permukaan jalan juga kurang mulus. Di sisi lain, kendaraan yang melalui rute ini bukan hanya kendaraan kecil, tapi juga truk-truk berukuran besar. Ditambah lagi dengan kontur jalan yang curam sehingga membuat perjalanan ini agak beresiko.

Akan tetapi, kekhawatiran itu berangsur lenyap, tersapu oleh sejuknya alam pegunungan panorama alam yang menyejukkan mata, kala mendekati Parapat.

Parapat telah lama menjadi daerah transit atau bahkan lokasi liburan bagi wisatawan lantaran letaknya yang hanya sejengkal dari Toba atau Samosir. Suasana kota ini lebih “hidup” dibanding kota yang dilintasi sebelumnya yang ditunjukkan dengan adanya hotel-hotel modern, restoran, dan toko-toko suvenir yang berjajar di sepanjang jalan.

Menjelang senja, saya menyeberang dari Parapat dengan feri, menuju Tomok di Samosir. Suasana perjalanan dengan feri cukup menyenangkan. Selain menyaksikan bentangan danau yang dihiasi lereng-lereng di kejauhan sana, ada sebuah atraksi unik yang disaksikan oleh penumpang kapal, yakni atraksi beberapa perenang cilik. Mereka merayu seluruh penumpang sedemikian rupa untuk melemparkan koin atau uang ke danau, dan Mereka akan berenang untuk mengambilnya. Aksi Mereka saat terjun ataupun berenang menjadi pengusir rasa jenuh.

Selang satu jam kemudian, feri buang sauh di Tomok. Suasana pelabuhan telah ramai oleh kendaraan calon penumpang maupun warga sekitar pelabuhan. Dari pelabuhan, saya pun melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir hari itu, yaitu Tuktuk Siadong.

loading...

Berada di sebuah tanjung mungil di sisi barat Samosir, Tuktuk bisa dibilang sebagai pusat aktivitas pariwisata di Samosir. Tempat ini pun cukup strategis untuk menjangkau destinasi wisata yang ada di Samosir. Di sini banyak terdapat penginapanan, restoran, kafe hingga art shop. Suasananya mirip dengan Senggigi di Lombok atau Kuta, Bali.

SUMBER

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah