Korban KM Sinar Bangun Ditemukan, Ada Sosok Wanita Tidur Terlentang di Dasar Danau

Posted 29-06-2018 12:21  » Team Tobatabo
Foto Caption: Basarnas menunjukkan foto hasil rekaman ROV di kedalaman 450 meter Danau Toba. (Indra/detikcom)

Visual dari korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun akhirnya bisa dilihat melalui robot penyelam Remotely Operated Vehicle (ROV) dari dasar Danau Toba.

Penampakan para korban terbukti tidak terapung bahkan tenggelam dan terbawa ke dalam dasar danau bukan misteri, namun fakta yang harus diterima.

Dalam foto yang beredar di grup whatsapp satu jasad yang merupakan korban kapal tenggelam tampak tidur terlentang di dasar danau. 

Bagian kakinya tampak terlihat jelas dan masih mengenakan busana lengkap. 

Dari penampakan foto tersebut diduga sosok tersebut merupakan mayat wanita sedang mengenakan celana jeans dan baju warna kuning dipadu dalaman warna merah.

Tidak diketahui siapa sosok jasad tersebut. 

Namun keberadaannya tentu sungguh sangat dinantikan oleh pihak keluarga di daratan untuk dimakamkan secara layak.

Tampak dalam data foto kedalaman robot penyelam mengambil foto pada posisi 454,7 meter.

Sosok wanita tampak masih mengenakan busana tenggelam di dasar danau. Siapa gerangan?

Basarnas sebelumnya mulai menurunkan alat canggih dalam pencarian bangkai KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba. 

Sebut saja Multibeam Echo Sounder yang digunakan untuk memetakan kondisi di dasar Danau Toba.

Sedangkan Remotely Operated Vehicle (ROV) atau robot di bawah air ditujukan untuk memastikan indikasi bangkai kapal dengan cara menangkap visual objek yang ditemukan secara langsung. 

Kemarin, ROV beroperasi secara baik hingga kedalaman 450 meter.

Bahkan mencapai dasar danau di sekitar lokasi suspect dan menemukan jasad korban. 

Basarnas pun masih mencari cara mengangkat jasad korban.

"Kita belum punya alat untuk mengangkat dari kedalaman 450 meter. Saya sudah tanya ke rekan-rekan saya tentang kejadian serupa, tapi objeknya kurang-lebih 100 meter di dalam air. Seperti contoh kejadian AirAsia, 40 meter bisa diselami. (KM Sinar Bangun) ini tidak bisa. Kita masih memikirkan ini," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI, Muhammad Syaugi.

Jasad korban, termasuk sepeda motor dan beberapa tali yang diduga bagian dari KM Sinar Bangun, ditemukan robot ROV siang ini, Kamis (28/6/2018) pukul 12.39 WIB.

Namun bangkai kapal belum terlihat dari rekaman ROV karena tingkat visibilitas yang terbatas.

"Jadi lokasi penemuan itu berserakan kalau saya melihat kamera tersebut. Kapalnya sendiri belum terlihat, tapi talinya sendiri sudah terlihat karena keterbatasan, jarak pandang di dasar itu sangat pendek,"ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari Humas Basarnas robot ROV ini bahkan bisa digunakan hingga kedalaman 1000 meter. 

"Besok kita cari lagi. Baru kita pikirkan bagaimana kemungkinan mengangkat korban tersebut," kata Syaugi kemarin.

KM Sinar Bangun tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, ke Tigaras pada Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB. 

Kapal tersebut berlayar tanpa dokumen manifes penumpang dan diketahui dalam kondisi tidak memenuhi standar keselamatan, seperti ketersediaan life jacket.

Dikutip dari Tribun Medan
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI