Cari
 Batak
 Diposting 13-07-2018 12:41

Si Gurbak Ulu, Pasukan Marsose Momok Mengerikan Para Pejuang Gerilyawan Tanah Batak

Foto Caption: Foto Ilustrasi, SI Stanhope O’Connor and troopers sent assist in tracking down Ned Kelly 1880 (archaeologyonthefrontier.com).
Pada awalnya sebutan Si Gurbak Ulu, merujuk kepada pasukan pelacak jejak kolonial Belanda yang umumya mereka berpenampilan kulit hitam, tengkorak kepala besar dan postur tubuh yang tinggi dan kekar. Tentu sangat kontras dengan penampilan bangsa Indonesia bahkan para bangsa Eropa saat itu.

Secara harafiah dalam bahasa Batak, "Gurbak" artinya bengkak, melepuh, "Ulu" artinya kepala. Yang artinya Si Kepala Bengkak, sesuai tampilan orang Afrika jaman dahulu yang berpenampilan Botak dengan ukuran tengkorak kepala yang lebih besar dan mencolok.

Pelacak jejak dari Afrika
African Tracker, pemburu dan pelacak jejak asal Africa

Si Gurbak Ulu umumnya para budak atau mercenaries (tentara bayaran) KNIL yang berasal dari Afrika ataupun Indonesia bagian timur seperti Ambon Maluku. Para tentara bayaran ini sangat lihai melacak jejak para gerilya atau ektrimis-ektrimis yang bersembunyi di hutan perbukitan sebagai bentuk strategis perlawanan terhadap kolonial Belanda.

Budak tawanan perang asal africa
Budak asal Afrika sebagai tawanan perang kolonialisme

Si Gurbak Ulu umumnya sangat ahli dalam menggunakan meele weapon seperti belati, pedang, tombak. Mereka juga pakar senjata mesiu dan para penembak jitu (Sharp Shooters). Mereka juga sangat ahli memasang perangkap dan jebakan, memiliki stamina dan daya jelajah yang luas.

Si Gurbak Ulu, merupakan momok yang membuat ngeri para pejuang gerilya. Mereka tak segan-segan mengeksekusi dan membantai musuh-musuhnya untuk menuntaskan misinya. Mereka juga beraksi bak anjing-anjing liar yang siap memburu dan membantai mangsanya.

para pejuang gerilyawan tanah batak
Para gerilyawan pejuang pergerakan di tanah Batak melawan kolonialisme (Batak Warriors)

Pasukan marsose dalam melacak persembunyian gerilyawan
Pasukan Marsose VOC melacak para gerilyawan

Sejarah tewasnya Sisingamangaraja ke-XII di goa persembunyiannya yang berlokasi di Si Onom Hudon, Dairi tak lepas dari campur tangan para Si Gurbak Ulu suku Afrika yang langsung di datangkan bersama divisi Marsose dari pulau Jawa.

Entah karena rasa kesal atau tampilannya yang terkesan dekil, jaman sekarang ucapan "Si Gurbak Ulu" bergeser menjadi umpatan yang bermakna pemalas, bodoh.

Oleh Ondo Alfry Simanjuntak

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah