Cari

Wisata ala Penyegaran Spiritual dan Study Sejarah di Danau Toba

Posted 11-12-2012 10:54  » Team Tobatabo

Perjalanan saya kali ini terilhami oleh kerinduan saya dengan Danau terluas di Asia Tenggara ini. Apalagi kalau bukan Danau Toba. Mungkin sudah sangat lazim bagi anda mendengar namanya. Ya. Danau terbesar yang berada di Sumatera Utara itu tentunya sudah sangat dikenal luas baik di dalam maupun luar negeri. Rasa rindu untuk berkunjung itupun didorong kuat oleh hasrat untuk mengekspos lebih dekat keindahan wisata andalan Sumatera Utara itu.

Berawal dari rencana untuk menghabiskan liburan dalam beberapa hari, tepatnya pada tanggal 23 Maret lalu perjalanan ini terealisasi sudah. Tanpa pikir panjang dengan persiapan yang seadanya, kami beranikan untuk melakukan perjalanan ini, yang bagi saya secara pribadi merupakan momen yang sudah sejak lama saya nantikan. Sebagai realisasi hasrat petualangan saya yang sudah sejak lama terpendam ini, saya lebih memilih kata “Wisata Spiritual” karena tentunya Danau Toba kaya akan keindahan alam dan sejarahnya. Lebih tepat bagi saya mengucapkan “Maha Karya Sang Maestro” yang telah memilih Sumatera sebagai pewaris tunggal keindahan ini.

13399967461453335551

Doc.Pesona Danau Toba

 

Ketertarikan akan sejarah dan keindahan itulah yang membuat saya semakin penasaran untuk belajar lebih banyak tentangnya. Maka dari itu saya dan kedua teman saya segera bergegas dari kota Medan yang penuh dengan sesak dan sembari melepaskan penat dari rutinitas kehidupan menuju kota Parapat-tepian Danau Toba.

Tepat pada hari Jumat, kami berangkat dari Medan dengan bus menuju Parapat. Alasan tidak terlalu menyusahkan diri dengan segala macam persiapan yang merepotkan dilatarbelakangi karena ketepatan salah satu dari teman kami berdomisili di Parapat. Dia dengan tangan terbuka mempersilahkan kami untuk menginap dikediamannya. Satu keuntungan yang sangat jarang terjadi bagi pecinta traveling tentunya. Paling tidak kami hemat biaya penginapan dan makan.

Wisata Ala Kadarnya

Untuk mencapai Parapat kami menghabiskan waktu sekitar 4 jam dalam perjalanan dengan bus yang khusus menuju kesana. Benar-benar ala kadarnya ketika bus yang kami tumpangi sebenarnya adalah bus yang di luar dari rencana. Karena terlalu lama menunggu kedatangan bus berikutnya dan menimbang waktu yang semakin siang, maka pilihan bus kecil dengan kecepatan ekstra pun sudah menjadi final.

Dalam perjalanan, tak sabar saya ingin menghirup bau aroma danau serta dingin airnya. Ingin sekali menyentuhnya dan menceburkan diri kedalam dingin airnya yang menusuk. Brrrrrrr,udara dingin itupun sudah mulai terasa ketika kami sampai di Ajibata memasuki kota Parapat. Tampak dari kejauhan hamparan bukit-bukit serta Danau Toba yang terbentang luas disana. Hmmm,aromanya sudah terasa.

Danau Toba seperti rumah yang teduh untuk didiami. Dia menyediakan tempat dan suasana yang tak pernah berubah dari dulu hingga kembali lagi mencicipi keindahannya. Wisata Spiritual itu telah dimulai, sejak kami sampai dan diajak langsung menceburkan diri didanaunya. Malam itu, ketika orang-orang yang berkunjung sudah kembali kekediamannya masing-masing, ketika hanya terlihat anak-anak yang memenuhi pinggiran danau dan riang gembira menikmati dingin dan nikmatnya bercebur didanaunya itu.

Keesokan hari, kami diajak untuk keliling melihat sisi lain Danau Toba. Sekalian jalan santai pagi hari, kami mendaki sebuah jalan beraspal yang berkelok menuju pucak ( mirip mendaki gunung) hingga sekitar 1 km jauhnya tibalah kami disebuah puncak bukit. Dari sana kita dapat melihat dengan luas dan bebas hamparan danau serta bukit-bukit barisan. Yah, serasa berada di sebuah negeri nan jauh.

Setelah itu, saya dan ketiga teman (semua wanita) sudah merencanakan perjalanan berikutnya mengarungi Pulau Samosir. Sepulang berkeliling dari bukit itu, sejenak waktu kami nikmati mengarungi jalan setapak yang sengaja kami pilih untuk mempersingkat waktu pulang. Sembari siap-sedia meluncur ke tepian danau yang biasa teman kami sebut pantai (karena berbentuk tepian danau mirip pantai) di Parapat, kami susun rencana untuk memulai perjalanan ini.

Waktu untuk disengarkan dan belajar sejarah Toba

Angin yang berhembus lembut, ombak yang bersahut-sahutan, hamparan bukit hijau yang mengelilingi danau dan tenangnya suasana para wisatawan yang disekitanya menyambut kami ketika kami tiba tepat ditepian danau. Sembari menyaksikan seluruh landscape danau, teman-teman sudah bersiap untuk terjun ke danau dan saya memilih untuk menjadi fotographer.

13399978181892062289

Doc.Tepian Danau Toba

 

Tak ingin rasanya kehilangan berbagai landscape yang begitu mempesonakan jiwa itu. Sembari mencari dan menjelajah beberapa tempat untuk di foto, saya benar-benar terkagum dengan segala gambaran yang tersedia disana. Hotel-hotel megah dan rapi, tata ruang yang bersih dan sejuk, masyarakat yang ramah serta deru ombak beserta angin yang menghempas-hempaskan helaian rambut mengundang saya untuk sejenak diam, duduk dengan tenang dan memandang takjub pada luas dan indahnya Danau Toba. Sendiri dalam keterasingan dari teman-teman membawa saya benar-benar menikmati dan sejenak waktu diingatkan kembali betapa agung sang Khalik dengan karya masterpiecenya yaitu Danau Toba.


133999837326185427113399984991867525622

1339999133519214810

Doc.Naik Duck Boat

Seusai mendapatkan sejumlah gambar, saya kembali lagi bersama dengan teman-teman. Cukup lama mereka berenang. Hampir sekitar pukul 2 siang akhirnya kami melanjutkan perjalanan mengarungi Tomok. Untuk menuju Tomok maka kami harus menyeberang dengan kapal Fery yang khusus mengangkut para wisatawan menuju Tomok, Tuk-tuk dan daerah yang lain. Lamanya waktu keberangkatan kapal, kami manfaatkan untuk mengisi sejenak perut yang sudah kelaparan apalagi mereka yang sehabis berenang.

Cerita yang paling lucu adalah ketika kami tiba di pelabuhan, ternyata kapalnya sudah berangkat dan terpaksa kami pun harus menunggu kapal yang berikutnya dengan masa waktu yang cukup panjang pula. Ketika kapal sudah menunjukkan aba-aba akan segera berangkat, kami manfaatkan kesempatan dalam perjalanan untuk mengabadikan beberapa gambar diatas kapal Fery tersebut. Sesampainya kami ditengah-tengah danau, keindahan Danau sangat tampak jelas. Saya jadi teringat dengan sejarah terbentuknya danau ini. Dari letusan gunung supervolcano Toba pada 73.000 tahun yang lalu. Kembali lagi saya belajar satu hal yaitu bahwa Danau Toba pun memiliki sejarah yang tak akan pernah dilupakan

13399996531007194005Dengan menghabiskan sekitar 45 menit perjalanan, akhirnya kami sampai di Tomok. Tomok adalah salah satu tujuan wisata Samosir yang menyediakan berbagai cendera mata untuk dapat dibawa pulang nantinya. Sembari berbelanja, mencari-cari sesuatu yang dapat dibeli dari satu toko ke toko lainnya yang berjejer disepanjang jalan, saya terkagum dengan hasil karya tangan orang-orang Batak daerah yang sunguh kreatif dapat menghasilkan karya tangan seperti accersories yang berbalut ukiran tradisional, alat musik, tas, baju, sendal, dan patung-patung dari ukiran kayu. Wahh, luar biasa! Kami pun terus mengarungibagian lain hingga kedalam wisata Sigale-galenya. Disana tak lupa pula saya mengabadikan beberapa gambar yang sangat menarik. Tentunya juga sebagai oleh-oleh!

13399999051758435434

Doc.Tulisan

 

134000025013034835151340000456237002032

Tak terasa juga kami menghabiskan waktu sekitar dua jam disana. Berjalan mengitari Tomok dengan rasa ingin tahu saya akan berbagai daya tarik yang disediakannya. Waktu sudah menunjukkan petang, saatnya kami pulang tentunya dengan kapal Fery. Ketika senja itu mulai menghilang, watu itulah kami benar-benar menikmati udara sengar yang menusuk hingga tulang serta embun yang semakin turun menutupi pebukitan. Dalam satu hari saya sudah mendapatkan dua hal yang tak akan pernah terlupakan yaitu Kesegaran spiritual dan study tentang sejarah Toba.

Di hari ke-3 kami di Parapat, mentari menyambut Parapat Minggu pagi itu dengan cerah dan sengarnya udara. Hamparan hijau disekitar kediaman teman saya pun begitu mempesona. Tapi sayangnya, hari itu adalah hari terakhir kami di Parapat. Kami harus pulang pada hari itu dan sesungguhnya benar-benar ingin sekali dapat mengarungi Danau Toba secara keseluruhan. Tampaknya masih banyak kekayaan yang harus digali dan dikenal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Samosir, tak hanya Parapat.

Ya, hari terakhir ini kami habiskan dengan menikmati panorama Danau Toba ditepian pantai Parapat. Dan ternyata di hari minggu, tingkat kunjungan wisatawan sangat tinggi. Hampir seluruh tepian Danau dengan tenda-tenda yang disewakan sebagai tempat duduk sembari memandang kearah danau. Wah!Saya cukup terperanjat dengan suasana yang jauh berbeda dari hari sebelumnya kami ketempat itu. Perenungan spiritual yang kemarin mungkin sudah tampak sulit didapatkan. Namun disisa-sisa waktu itu, kami bersama-sama menikmati betapa agung dan luar biasanya karya cipta sang Khalik menjadikan danau toba di tanah Batak.

1340000826347799902

Doc.Hiburan Bagi Pengunjung

13400010182146656829

Doc.Penginapan di Parapat

 

Pun tak lupa kami belajar bagaimana masyarakat dihidupi oleh wisata Danau Toba termasuk teman kami tersebut. Tak juga saya lupa untuk belajar sejenak waktu dihari kemarin dengan kedua orang tua teman itu tentang Parapat dan suku Batak. Pertunjukan menyanyi dari para pemuda Batak sebagai penghibur para pengunjung pun semakin melengkapi pengalaman wisata kami di Parapat. Dan demikianlah perjalanan tiga hari itu kami habiskan dengan menikmati indahnya Danau Toba dan segala pembelajaran yang didapat darinya. Wisata ini pun tak jua menyurutkan keinginan untuk kembali lagi suatu waktu kesini dan berwisata lagi ala kadarnya, penginapan dan makan gratis serta panorama Danau Toba yang selalu memberikan kerinduan.Mengapa Tidak?***

SUMBER

 

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah