150 Hektar Persawahan dan 60 Hektar Perkebunan Rusak Akibat Banjir Bandang Dairi

Posted 21-12-2018 13:39  » Team Tobatabo
Foto Caption: Kondisi sejumlah lahan persawahan milik warga di Desa Longkotan yang mengalami kerusakan pascabanjir bandang, Jumat (21/12/2018).

SIDIKALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi terus melakukan pendataan terhadap sejumlah kerusakan dan kerugian yang timbul pascabanjir bandang di Desa Longkotan dan Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Dairi yang terjadi Selasa (18/12/2018) sore.

Menurut Kepala BPBD Dairi, Bahagia Ginting, data kerusakan infrastruktur maupun lainnya, dampak dari bencana banjir bandang akan valid pada Senin (24/12/2018) mendatang.

Untuk saat ini adapun total lahan persawahan milik warga yang rusak di dua desa tersebut seluas 150 hektar, lahan perkebunan seluas 60 hektar dan sembilan unit bangunan rumah mengalami kerusakan.

"Kerugian atau dampak kerusakan masih kami inventarisir. Data sementara kerusakan yang terjadi di Desa Longkotan, yaitu 100 hektar lahan persawahan, 20 hektar lahan perkebunan dan delapan unit rumah. Di Desa Bongkaras dampak banjir bandang merusak 40 hektar persawahan, 50 hektar perkebunan dan satu unit pabrik tahu," ungkap Bahagia, Jumat (21/12/2018).

Selain bangunan, BPBD Dairi juga mencatat hilangnya sejumlah hewan ternak milik warga di Desa Longkotan dan Desa Bongkaras.

"Di Longkotan 150 ekor ikan milik warga hilang tersapu banjir bandang. Sedangkan di Bonkaras banjir bandang menyebabkan 150 ekor ayam ternak dan satu ekor kerbau hilang terbawa banjir. Dan sekitar 250 ekor ikan di kolam pemancingan milik warga ikut hanyut terbawa air banjir," ucapnya.

Begitu juga dengan infrastruktur, BPBD Dairi mancatat ada sejumlah fasilitas umum di Kecamatan Silima Punga-pungga mengalami kerusakan.

"Di Desa Longkotan ada satu jaringan pipa air rusak,jalan masih banyak tertimbun material longsor di lima dusun, jaringan listrik di dua dusun rusak berat dan masih diupayakan penyelesaiannya. Desa Bongkaras kerusakan yang terdata, satu rabat beton, satu unit pipa air minum, tiga titik irigasi pertanian," sebut Bahagia.

Rusaknya fasilitas pipa air minum di dua desa tersebut menyebabkan air tak mengalir ke sebagian pemukiman warga. Maka BPBD Dairi berinisiatif mendatangkan truk tangki pengangkut air bersih untuk diberikan kepada warga.

"Kerusakan pipa air minum berdampak ke masyarakat. Sudah kita kirimkan sebagian truk penyediaan air bersih ke Longkotan melalui PDAM Tirta Nciho. Kami juga sudah komunikasi dengan pihak PUPR di Tanjung Morawa bangun kerja sama agar penyediaan air minum bisa diberikan kepasa masyarakat," pungkasnya.

Dikutip dari Tribun Medan
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI