Sopir Avanza Terjun Bebas ke Jurang Sedalam 200 Meter Hanya Luka Ringan

Posted 25-03-2019 16:12  » Team Tobatabo
Foto Caption: Ajaib Sopir Avanza yang Terjun Bebas ke Jurang Sedalam 200 Meter Hanya Luka Ringan,Mobil Rusak Berat. Kondisi Heri Joner Markus Sihombing (38), supir Avanza maut yang selamat setelah masuk jurang sedalam 200 meter, sesaat tiba di IGD RSUD Sidikalang pasca dievakuasi Minggu (24/3/2019) petang.

MEDAN - Satu unit mobil Avanza BK 1583 KB masuk jurang sedalam kurang lebih 200 meter di jalinsum Medan - Sidikalang, persisnya dekat air terjun Lae Pendaroh, Desa Sitinjo Induk, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Minggu (24/3/2019) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB.

Uniknya, korban yang juga sopir dari mobil nahas tersebut, Heri Joner Markus Sihombing (38), selamat.

Pria warga Jalan Sawit III Perumnas Simalingkar, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, ini hanya mengalami luka lecet si beberapa bagian tubuhnya. Kini, Heri berada di RSUD Sidikalang.

Sementara itu, mobil yang dikendarai Heri rusak berat dan masih berada di dasar jurang.

Informasi dihimpun, kecelakaan bermula saat Heri berusaha mengelakkan sebuah mininus yang datang dari arah Medan alias menuju Sidikalang.

Mobil Heri sendiri melaju dari arah Sidikalang. Ia baru saja pulang dari tempat kerabatnya di Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, dan saat itu sedang dalam perjalanan menuju Medan.

Di jalinsum Medan - Sidikalang, Desa Sitinjo Induk, tepatnya di air terjun Lae Pendaroh, tiba-tiba muncul mobil yang ingin menyalip.

Kaget, Heri spontan banting setir ke kiri guna mengelak. Sayangnya, Heri tak cukup cekatan untuk langsung banting setir ke kanan, agar mobil kembali masuk ke badan jalan.

Detik-detik mobil Toyota Avanza hitam masuk ke jurang Lae Pondom, Kabupaten Dairi, terekam kamera ponsel pengguna jalan

Alhasil, mobil yang ditumpangi Heri masuk ke jurang yang ada persis di sisi jalan dan terguling-guling sampai ke dasar jurang.

"Pengakuan korban, dia terkejut, makanya banting setir. Kata dia, ada minibus yang menyalip tiba-tiba. Jadi, dia mau mengelakkan itu. Nah, saat proses mengelak itu, diduga ban mobil korban yang sebelah depan-kiri terlanjur masuk bibir jurang, sehingga selip, lalu akhirnya terjun ke jurang," kata Kasat Lantas Polres Dairi AKP Pittor Gultom, Senin (25/3/2019).

Pittor menyebut, pihaknya langsung turun ke TKP setelah menerima laporan dari warga. Selanjutnya, pihaknya bersama BPBD Dairi mengevakuasi korban dari dalam jurang tersebut.

Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapat perawatan medis, sembari menunggu pihak keluarganya datang dari Medan.

"Mobil korban masih berada di dalam jurang dan belum bisa dievakuasi," pungkas Pittor.

Mobil Toyota Avanza hitam masuk ke Jurang Lae Pondom, Kabupaten Dairi, terekam kamera ponsel pengguna jalan.

Saat kejadian lalu lintas Medan- Sidikalang terlihat sepi, tiba-tiba Avanza dengan nomor polisi BK 1583 KB keluar dari badan jalan dan langsung jatuh ke jurang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Medan, peritiwa nahas ini terjadi pada Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

Hal ini menjadi sorotan banyak orang bahkan sempat menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.

foto-foto yang beredar di linimasa media sosial memperlihatkan kondisi mobil rusak parah dan belum berhasil dievakuasi ke atas.

Seluruh bodi mobil dan kaca tampak rusak. Belum diketahui penyebab mobil bisa terjun ke jurang.

Mobil hanya dikemudikan Heri tanpa penumpang.

Saat ini Heri sedang mendapat perawatan di RS Sidikalang karena mengalami luka berat di sekujur tubuh.

Hingga berita ini diterbitkan Tribun Medan terus mencoba mengonformasi pihak kepolisian.

Diwawancarai www.tribun-medan.com, Kasatlantas Polres Dairi AKP Pittor Gultom, menceritakan bahwa menurut penuturan sopir kecelakaan terjadi lantaran pengemudi ingin menghindari sebuah minibus.

"Pengakuan korban, dia terkejut, makanya banting setir. Kata dia, ada minibus yang menyalip tiba-tiba. Jadi, dia mau mengelakkan itu. Nah, saat proses mengelak itu, diduga ban mobil korban yang sebelah depan-kiri terlanjur masuk bibir jurang, sehingga selip, lalu akhirnya terjun ke jurang," kata Kasat Lantas Polres Dairi AKP Pittor Gultom, Senin (25/3/2019).

Pittor menyebut, pihaknya langsung turun ke TKP setelah menerima laporan dari warga.

Selanjutnya, pihaknya bersama BPBD Dairi mengevakuasi korban dari dalam jurang tersebut.

Korban dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapat perawatan medis, sembari menunggu pihak keluarganya datang dari Medan.

"Mobil korban masih berada di dalam jurang dan belum bisa dievakuasi," pungkas Pittor.

Namun keterangan korban bertolak belakang dengan rekaman video yang beredar.

Tidak ada minibus yang mengganggu mobil korban.

Memang kawasan ini dikenal angker.

Rawan Kecelakaan

Lae Pondom adalah satu dari ruas jalan yang rawan kecelakaan di Sumatera Utara.

Kawasan hutan Lae Pondom merupakan akses jalan yang dapat menghubungkan Medan-Tanah Karo-Dairi-Singkil-Subulusalam.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi berencana untuk mendirikan rest area di kawasan Lae Pondom, Kecamatan Silahisabungan sebagai tempat untuk beristirahat para pengemudi yang menempuh perjalanan jauh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi, Sebastianus Tinambunan mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat permohonan kepada Kementerian Kehutanan agar dapat memakai kawasan hutan lindung itu untuk kepentingan masyarakat, bukan sebagai wilayah komersil.

"Ya, kami sudah mengirimkan surat kepada Kementerian Kehutanan, supaya sebagian kecil lokasi di Lae Pondom bisa dipakai untuk bangunan rest area pengemudi antar kabupaten antar provinsi," kata Sebastianus, Kamis (11/10/2018).

Namun, menurut Sebastianus sampai saat ini surat permohonan itu belum mendapat jawaban dari Kementerian Kehutanan.

Pihaknya pun terus menunggu dan berharap permohonannya mendapatkan persetujuan demi menekan angka kecelakaan.

"Harapannya bisa terealisasi. Sebab kawasan itu sering terjadi kecelakaan," sebutnya.

Beberapa waktu lalu, Kasatlantas Polres Dairi, AKP Pittor Gultom menyebutkan kawasan hutan lindung Lae Pondom rawan akan kecelakaan.

"Lokasi itu memang rawan laka.

Kita lihat saja beram jalannya terlalu dalam, penerangan tidak ada dan sering berkabut.

Kawasan blank spot itu mulai dari Lae Pondom," sebut Pittor, Rabu (26/9/2018) lalu.

Ia pun mengaku telah menyurati Balai Jalan Nasional di Medan dan Dinas Perhubungan setempat, agar segera dilakukan perbaikan beram jalan, pendirian rest area, pemasangan lampu jalan demi mengurangi angka kecelakaan.

"Saya sudah surati itu orang Balai Jalan di provinsi dan Dishub supaya disegerakanlah untuk dilakukan pembenahan.

Karena kami tidak punya wewenang untuk itu, kami hanya bisa lakukan imbauan saja kepada pengendara. Ketika laka lantas terjadi di sana, ya kami hanya bisa berbuat sesuai tupoksi kami," pungkasnya.

Dikutip dari TribunNews
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI