Bejat, Pria 56 Tahun Cabuli Sembilan Anak hingga 64 Kali selama Dua Tahun, Begini Pengakuannya

Posted 26-03-2019 19:11  » Team Tobatabo
Foto Caption: Prancis Silalahi (56) tersangka pencabulan sembilan anak saat diamankan personel Polsek Medan Kota, Selasa (26/3/2019).

MEDAN - Prancis Silalahi warga Jalan Multatuli, Lingkungan III, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, bisa disebut sebagai pria tua bejat.

Hal itu dikarenakan pria 56 tahun ini tega mencabuli sembilan anak dibawah umur hingga berpuluh kali.

"Sudah 64 kali saya melakukannya dari tahun 2017 sampai 2019 ini. Ada sembilan orang anak jadi korban," aku Prancis saat dijumpai di ruang Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Deny Indrawan Lubis, Selasa (26/3/2019).

Ia mengaku aksi bejat itu ia lakukan dengan cara merayu korban dengan iming-iming diberi uang sebanyak Rp 5 ribu.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Deny Indrawan Lubis menyatakan tersangka selalu memanggil anak tetangga yang dilihatnya bermain di dekat rumahnya.

"Dia langsung memanggil dan mengajaknya ke kamarnya," ujarnya.

Selain itu, untuk memuluskan aksinya, tersangka juga tega mengancam para korban agar tidak memberitahukan kepada orang lain.

Pencabulan itu dilakukan tersangka dengan cara menjolok kemaluan korban dan memasukkan alat kelaminnya.

"Ada yang saya iming-imingi uang dan ada juga yang saya kasih permen," sebut pria yang mengaku mantan kader partai tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani memastikan tersangka tidak mengalami kelainan seks.

Petugas sudah melakukan visum et repertum terhadap para korban yang rata-rata berusia 5 sampai 12 tahun.

"Normal dia kok, tidak ada kelainan. Dia punya istri. Para korban sudah dilakukan visum," ujar orang nomor satu di Polsek Medan Kota ini.

Ia mengatakan Prancis Silalahi diamankan dari rumahnya berdasarkan LP nomor: 268/K/III/2019/RESTAMEDAN/SEKTOR MEDAN Kota, pada Senin (25/3/2019). Ia menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman apakah masih ada korban lain atau tidak.

Tersangka dipersangkakan dengan Pasal 82 ayat 166 No 35 tahun 2014 junto pasal 64 KUHPidana subsider Pasal 81 ayat 1 UU No 5 tahun 2014 ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun.

Dikutip dari TribunNews
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI