Rico Dilindas dan Dipukuli Anggota Geng Motor Genk Motor Ezto saat Menyerang Rumah Temannya

Posted 04-04-2019 17:58  » Team Tobatabo
Foto Caption: Rico Lumbanraja, pelajar SMA St Thomas III Medan, kelas X IPA II terpaksa harus menjalani operasi otak dan tangan karena menjadi sasaran komplotan geng Motor di Medan Helvetia.

MEDAN - Penyerangan yang dilakukan oleh salah satu Genk motor di Kota Medan kepada beberapa pemuda di Jalan Pembangunan V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Helvetia, pada Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 00.30 WIB.

Penyerangan ini mengakibatkan salah seorang pemuda bernama Rico Lumbanraja, pelajar SMA St Thomas III Medan, kelas X IPA II terpaksa harus menjalani operasi otak dan tangan.

Riko saat ini dirawat di RS Royal Prima dalam kondisi koma sekitar 12 hari pascakejadian.

Hal itu merupakan akibat kebrutalan dan kesadisan sekelompok Genk motor yang berjumlah lebih 30 sepeda motor.

Diketahui, kelompok yang melakukan pengeroyokan terhadap Rico adalah Genk Motor Ezto. Mereka berboncengan dan menyerang salah satu rumah teman Rico yang bermarga Purba di Jalan 
Pembangunan V tersebut.

Kapolsek Helvetia Kompol Trila Murni mengungkapkan bahwa sebelum tergeletak tak berdaya di tengah jalan, selain dipukuli korban Rico juga sempat dilindas ban sepeda motor.

"Pelaku mengakui ada melindas korban," kata Trila, Kamis (4/4/2019).

"Pengakuan pelaku, saat kejadian itu terjadi sangat ramai, tapi tidak tahu apakah ada pelaku lain yang ikut melindas badan korban," sambungnya.

Namun untuk memastikan itu semua, lanjut Trila pihak masih terus mencari bukti-bukti. Mulai dari keterangan CCTV dan saksi-saksi. Agar proses penyelidikan bisa cepat untuk mengungkap siapa saja pelaku dibalik pengeroyokan Rico.

"Kita bakal terus berusaha untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas," tegas Trila.

Untuk diketahui, penyerangan yang dilakukan oleh salah satu Genk motor di Kota Medan kepada beberapa pemuda di Jalan Pembangunan V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Helvetia, terjadi pada Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 00.30 WIB.

Penyerangan ini mengakibatkan salah seorang pemuda bernama Rico Lumbanraja, pelajar SMA St Thomas III Medan, kelas X IPA II terpaksa harus menjalani operasi otak dan tangan.

Riko saat ini dirawat di RS Royal Prima dalam kondisi koma sekitar 12 hari pascakejadian.

Hal itu merupakan akibat kebrutalan dan kesadisan sekelompok Genk motor yang berjumlah lebih 30 sepeda motor.

Genk motor itu berboncengan dan menyerang salah satu rumah teman Riko yang bermarga Purba di Jalan Pembangunan V tersebut.

Sebelumnya ayah Rico curhat di media sosial Facebook.

Ia menjelaskan kondisi anaknya yang disebut-sebut sebagai korban keganasan begal di kota Medan, Sumatera Utara.

Akun Kasmar Lumbanraja yang mengaku sebagai orangtua korban ini menyatakan kalau anaknya masih koma.

Pelajar SMA St.Thomas 3. Medan, Kelas 10 IPA 2 itu sudah 10 hari di rawat di RS Royal Prima.

Berikut unggahan selengkapnya Kasmar Lumbanraja:

Inilah kondisi anak saya Rico Lumbanraja, pelajar SMA St.Thomas 3. Medan, Kelas 10 IPA 2.

Terpaksa operasi otak dan tangan, dan saat ini dirawat di RS Royal Prima, masih koma 10 hari, akibat kebrutalan dan kesadisan sekelompok geng berjumlah lebih 30 sepeda motor berboncengan yang menyerang satu rumah temannya bermarga Purba di Jalan Pembangunan 5, Tanjung Gusta Medan, tanggal 24 Maret 2019, pukul 00.30 WIB.

Saat ini sudah ditangani Polsek Medan Helvetia.

Setelah keluar Surat Lapor Polisi, Pihak RS Royal Prima menolak tidak berlaku Askes /BPJS nya utk Perawatan medis, karena Surat Lapor Polisi menyebutkan Pidana Penganiayaan secara bersama-sama.

Saya konsultasi ke BPJS tentang masalah ini. Katanya harus ke LPSK di Jakarta.

Di LPSK jawaban mereka yang ditangani adalah PIDANA PRIORITAS, a.l. Pelanggaran HAM Berat, Terorisme dan Perdagangan orang.

Sebagai WNI, saya dan mungkin ASN lainnya resah dengan krleadaan ini.

Seperti saling lempar tanggung jawab BPJS dan LPSK.

Akhirnya sekarang anak saya dirawat Umum di RS dengan biaya ratusan juta.

Saya pasti tidak sanggup bayar sebagai ASN guru.

Mohon Perhatian dan dukungan pemerhati dan sahabat saya semua tentang regulasi lembaga ini.

Kepada yth Bapak Kepolisian RI c,q Polsek Medan Helvetia agar mengusut tuntas kasus ini supaya tidak timbul korban-korban Rico yang lain.

Keberadaan geng motor ini sungguh sudah meresahkan orang tua dan pendidik di Medan Sumut ini..

Yang terharap Wakil Rakyat di DPRD, DPR RI mohon dipastikan masalah Askes/BPJS dan LPSK.

Kepada semua sahabat FB Saya dimana pun berada mohon dukungan doanya untuk kesembuhan anak saya ini.

An. Keluarga saya haturkan Terima kasih.

Semoga para pemangku kepentingan di Negara ini mendengar suara hati rakyat korban ke tidakadilan

Unggahan Kasmar Lumbanraja ini pun telah dikomentari dan dibagikan 3 ribuan netizen.

Dikutip dari Tribun Medan
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI