Humor Batak - Anggota Dewan Baru dari Sumatera Utara

Posted 21-06-2013 16:19  » Team Tobatabo

Suatu hari di salah satu ruangan di gedung MPR/DPR. Seorang anggota dewan yang baru diangkat dari salah satu kabupaten di Sumatera Utara, tampak masih canggung, lugu dan serba kikuk.

Rupanya dia wakil dari daerah dan belum pernah bekerja atau punya ruangan yang megah. Maklumlah, kantor DRPRD di kabupatennya dulu minim, fasilitas. Beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk pintu ruangannya.
Setelah dibuka, berdiri dihadapannya 2 orang dengan kopor besar dan segulungan kabel. "Bah..., ini pasti wartawan TV yg mau mewawancarai aku...", pikirnya dalam hati.
Agar tampak berwibawa dan membela rakyat, sambil melihat jam dan mengangkat telepon dia berkata: "Maaf tunggu sebentar, saat ini saya harus menghubungi ketua fraksi untuk melaporkan hasil-hasil sidang hari ini..."
Kemudian selama beberapa puluh menit dia menelpon dan terlibat pembicaraan tingkat tinggi, sambil sekali-sekali menyebut-nyebut 'demi rakyat' atau 'kepentingan rakyat' keras-keras. Setelah selesai sambil meletakan gagang telepon dia berkata pada dua orang tamunya tsb.
"Nah, sekarang wawancara bisa kita mulai..."
Kedua orang itu tampak bingung dan berpandangan satu sama lain. Akhirnya salah satunya berkata: "Maaf pak..., kami datang kesini mau memasang saluran telepon bapak..."
ANGGOTA DEWAN DAN PEJABAT ESELON 2
Suatu hari seorang penjabat setingkat Eselon 2 dari Tapanuli Berkunjung ke rumah anggota Dewan yang kebetulan merupakan keluarga satu marga. Tujuan pejabat Eselon 2 ini selain silahturahmi juga untuk memohon bantuan demi kelancaran karir beliau dalam pemerintahan.
Setelah perkenalan dan basa-basi cukup lama akhirnya disela-sela pembicaraan penjabat Eselon 2 memaparkan maksud kunjungannya kerumah anggota Dewan tersebut.
Eseleon 2: "Jadi abang, jika mungkin kira-kira bisa tidak abang mengurus jabatan saya itu?"
Anggota Dewa: "Tenanglah kau, bisa itu kita atur, memang sekarang apa jabatanmu?"
Eseleon 2: "Pejabat S2 abang,  Eselon 2"
Anggota Dewan: "Baguslah, nanti aku uruslah kau nanti Jadi Eselon 3, klo perlu jadi eselon 4"
Eselon 2 diam saja cukup lama, tapi akhirnya menjawab "baiklah abang..."
Anggota Dewan sok tahu dia berfikir kalo jabatan Eselon itu seperti tingkatan akademik S1,S2,S3...hehehehe makin tinggi nomornya makin tinggi pula jabatannya

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI