Koleksi Foto Batak Karo Jaman Dahulu Mengenai Ritual Kremasi Mayat

Posted 10-07-2014 11:52  » Team Tobatabo
Ada tradisi unik yang dilaksanakan Batak Karo jaman dahulu dalam process ritual adat berkabung untuk orang yang meninggal. Seperti di Bali mereka tidak menguburkan jazad atau mayat pada umumnya, melainkan melakukan kremasi atau membakar mayat. Tidak jelas apakah adat ini dipengaruhi oleh budaya agam Hindu atau merupakan ritual asli paganisme suku batak Karo. Suku batak Karo mendiami daratan sumatera utara mulai daerah Sibolangit, Kabanjahe, Berastagi. Kehidupan masyarakt biasanya hidup dari pertanian. Dibawah ini beberapa koleksi foro jaman dahulu yang diabadikan oleh Tropenmuseum yang diambil pada era kolonialisasi.

Berkabung di sekitar mayat seorang Wanita
Mourning Karo Batak people around a deceased woman
Rouwende Karo Batak bevolking rondom een opgebaarde overleden vrouw
Date : 1910-1925
Author : niet bekend / unknown (Fotograaf/photographer).
Berkabung, pemakaman di Tanah karo
Begrafenis in Karo, Noord-Sumatra
Date : 1914-1919
Author : T. (Tassilo) Adam (Fotograaf/photographer)
Awal prosesi di sebuah desa Karo Batak dimana jenazah
dipindahkan ke tumpukan kayu bakar itu, untuk dikremasi.
De start van een processor bij een Karo Batak dorp, waarin het lichaam van de overledene wordt overgebracht naar de brandstapel, tijdens een crematie op Sumatra
 Date : 1914-1919
Author : T. (Tassilo) Adam (Fotograaf/photographer)
Mengusung jenazah, mungkin di Kabanjahe
Enkele jongens en mannen dragen een lijkbaar tijdens een schijn begrafenis, waarschijnlijk te Kabanjahe
Date : unknown
Author : unknown
Perpisahan kepada orang mati, yang terletak di usungan jenazah itu, Karo, Sumatra Utara
Afscheid van de dode, die op de lijkbaar ligt, Karo, Noord-Sumatra
Date : 1914-1919
Author : T. (Tassilo) Adam (Fotograaf/photographer)
Perpisahan untuk satu kematian dan kremasi di Karo, Sumatera Utara
Afscheid van een dode en de lijkverbranding in Karo, Noord-Sumatra
Date : 1914-1919
Author : T. (Tassilo) Adam (Fotograaf/photographer)
Seorang wanita menumpuk kayu bakar untuk upacara kremasi,
sementara wanita lain berduka di dekat tumpukan kayu bakar itu
Een vrouw slaat met doornige takken op een brandstapel, terwijl een andere vrouw rouwt bij aschheuveltje, Karo, Noord-Sumatra
Date : 1914-1919
Author : T. (Tassilo) Adam (Fotograaf/photographer)
Proses pengumpulan Kayu Bakar untuk Kremasi, di Tanah Karo
Lijkverbranding in Karo, Noord-Sumatra
Date : 1914-1919
Author : T. (Tassilo) Adam (Fotograaf/photographer)
Sebuak proses persiapan Kremasi, kemungkinan di karo
Een crematie op Sumatra, mogelijk bij de Karo Batak
Date : 1910-1930
Author : Unknown
Sebuah acara Kremasi di sebuah lapangan terbuka
Batakvrouwen bij een lijkverbranding in het veld, Karolanden, Sumatra`s Oostkust
Date : 1920-1925
Author : Unknown
Jenazah ini tanpa pakaian diletakkan di atas tumpukan kayu. Kremasi kali ini dilakukan oleh salah satu kerabat ini. Dua wanita mengenakan peralatan pembakaran penuh “(Adam 1919:42).. kremasi selama pemakaman Berastagi, Karo
De doode wordt zonder kleederen op den brandstapel gelegd. Bij de verbranding is niemand van de familieleden aanwezig. Twee oue vrouwen dragen voor de volledige verbranding zorg.” (Adam 1919:42). Lijkverbranding tijdens een begrafenis te Berastagi, Karo, Noord-Sumatra
Date : 1914-1919
Author : T. (Tassilo) Adam (Fotograaf/photographer)
 
Jenazah ditempatkan di tumpukan kayu untuk dikremasi, di Karo, Sumatera Utara
Vanaf een lijkbaar wordt een dode op de brandstapel geplaatst voor de lijkverbranding
in Karo, Noord-Sumatra
Date : 1914-1926
Author : T. (Tassilo) Adam (Fotograaf/photographer)

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI