Masyarakat Siantar Keluhkan Uang Receh Tak Laku

Posted 23-07-2014 01:25  » Team Tobatabo

SIANTAR - Sejumlah masyarakat Kota Pematangsiantar mengeluhkan soal tidak bisanya lagi berbelanja dengan uang receh pecahan Rp 100 dan Rp 200.

Hendri Rangkuti, siswa SMA YPK saat ditolak di salah satu kios di Jalan Cokroaminoto ketika hendak membeli permen dengan uang pecahan Rp 200, mengaku kecewa dengan keadaan tersebut. Ia pun mengaku bingung mempergunakan uang recehnya yang katanya masih banyak lagi di rumahnya.

"Kecewalah. Masa kayak gini. Di Medan aja kemarin aku ke sana masih laku. Mau diapakan jadinya uang ini," katanya, Selasa (22/7/2014).

Hal senada juga dikatakan Jerry, seorang warga ketika ditemui di depan halaman parkir bus pariwisata saat hendak membeli rokok secara ketengan.

"Susah juga kalau kayak gini harus pas-pas terus. Jadi kalau orang yang gak mampu gimana mau nabung. Orang gak mampu kan biasanya nabung uang-uang receh," katanya.

Jerry pun heran bagaimana awal mula uang receh tak lagi diterima di pasaran. "Aku pun heran kenapa kok bisa gak laku lagi ini. Akal-akalan siapalah ini," katanya.

Sebelumnya diberitakan, di Pematangsiantar, ung receh atau uang logam pecahan Rp 100 dan Rp 200 diketahui tak lagi laku di pasar-pasar, baik tradisional maupun modern, besar atau kecil, eceran atau toko.

Sumber TribunMedan

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI