Ini Kata Kepala Inspektorat Sumut Pengalamannya Berada di Sel Tahanan

Posted 12-12-2014 09:23  » Team Tobatabo

Medan - Kepala Inspektorat Sumut, Hasban Ritonga menjawab pertanyaan wartawan apa yang ia rasakan dalam menjalani perkara yang membuatnya mendekam di sel dan menjadi seorang terdakwa, menjelaskan bahwa ia bisa membuat satu buku.

"Ini bisa memerlukan satu buku. Begitu saya dijemput (penyidik), saya sudah tanamkan dalam diri saya saya siap. Dan saya ingatkan diri, jam demi jam akan saya tulis peristiwa apa yang saya alami di rutan," ujarnya saat menggelar konfrensi pers di Medan Club, didampingi 14 orang pengacaranya, Kamis (11/12).

Namun,  lanjut Hasban dua hari mendekam dalam sel ia berhenti menulis pristiwa yang ia jalani di sel karena beralasan lebih banyak meluangkan waktu di musollah untuk beribadah. "Tentu banyak hikmah, itu pengalaman sangat mahal. Akhirnya saya rasakan itu sangat mahal. Saya bersyukur dan ikhlas mengalami cobaan ini," ujarnya.

Menurutnya, ketika datang surat dari penyidik ke dirinya dengan status tersangka, ada perasaan tidak nyaman. Selain itu, dirinya pun langsung memiliki niat dan cita-cita melakukan upaya pembenaran.

"Kalau dibawa kekeluarga pasti sedih. Itu pasti. Tetapi yang perlu saya tegaskan, bahwa saya belum mendefenisikan saya dizolimi dan dikorbankan. Saya hanya mendefenisikan saya dalam status terdakwa. Apakah saya bersalah atau tidak, saya percayakan kepada penegak hukum. Mudah-mudahan kita bisa lihat kebenaran sesunggungnya dalam kasus ini. Saya akan berjuang untuk mencari kebenaran. Fakta hukum apakah ada kesilapan akan terlihat di persidangan. Saya tidak mau terlalu pagi menyimpulkan saya bersih sebelum ada kesimpulan hakim. Tetapi saya mengharapkan bisa terwujud kebenaran," urainya.

Hampir sama dengan keterangannya sebelumnya, bahwa Pemprov Sumut dalam kasus ini sangat peduli dan ikut berupaya mendorong kita mengikuti jalannya persidangan berjalan dengan baik. Pemprov pun kata Hasban menyadari bahwa dalam perkara ini pihaknya murni melakukan tugas dan Gubernur tidak menyangka perkara ini masuk ke pengadilan.

"Dan ini, pengacara yang begini banyak mendampingi kami berdua dengan Pak Khairul, bukan karena apa-apa. Mereka hanya berpartisipasi. Malah sebenarnya, tadinya ada lebih banyak lagi pengacara yang ingin mendampingi. Mungkin para praktisi hukum memandang ini (perkara kami) adalah gadis yang sangat elok yang perlu didalami," urainya.

 

Sumber

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI