Situs Hindu di Pahae Akan Diinventarisasi

Posted 20-04-2012 17:32  » Team Tobatabo
PAHAE – Pemkab Tapanuli Utara (Taput) akan menginventarisasi dan memugar benda-benda peninggalan agama Hindu di kawasan Pahae, tepatnya di Dusun Hopong, Desa Dolok Sanggul, Kecamatan Simangumban. Bupati Taput Torang Lumbantobing (Toluto) mengatakan, saat ini mereka sedang mengupayakan penginventarisasian benda-benda kuno bersejarah tersebut. Sebab, bendabenda kuno berupa patung dan beberapa situs batu seperti gua merupakan aset sejarah bangsa yang harus dijaga. ”Sejauh ini,kami belum dapat menembus langsung hingga ke kawasan Dusun Hopong. Namun, Dinas Pariwisata berencana menginventarisasi terlebih dahulu. Jika memungkinkan untuk dipugar, maka akan kami pugar,” katanya kepada SINDO, di Simangumbang, kemarin. Toluto meminta masyarakat di kawasan Dusun Hopong untuk menjaga, merawat, dan melestarikan benda-benda bersejarah itu beserta kawasan di sekitarnya. Dusun Hopong merupakan situs sejarah yang menjadi bukti adanya kehidupan di kawasan tersebut sejak zaman Hindu kuno. ”Benda-benda dan situs bersejarah itu membuktikan bahwa sejak dulu di kawasan Tapanuli sudah ada tertata kehidupan yang sangat baik. Ini salah satu kekayaan kita. Karena itu, masyarakat harus turut menjaganya,”tuturnya. Camat Simangumban B Nainggolan mengatakan, berdasarkan hasil tinjauannya terakhir ke kawasan Dusun Hopong, masih tersisa beberapa peninggalan Hindu yang sangat berharga, berupa patung. Namun,dia tidak bisa memastikan jumlah benda-benda bersejarah yang tersisa karena sudah banyak yang rusak dan sebagian juga hilang. ”Kalau yang kami lihat dari tinjauan terakhir, ada lebih dari sepuluh patung yang utuh. Ada juga yang disimpan atau disembunyikan warga. Kami sudah meminta kepada warga agar barang-barang bersejarah yang disimpan dicatat dan nantinya dikembalikan agar disatukan kembali,”paparnya. Sementara itu, Budayawan Batak Toba Thompson HS mengatakan, situs di Dusun Hopong tersebut dimungkinkan peninggalan Hindu kuno. Sebab, pergeseran masyarakat Hindu dulunya juga terjadi dari kawasan Tapanuli Selatan (Tapsel) hingga ke arah Simalungun. Namun, untuk kepastiannya, harus dilakukan riset yang melibatkan antropolog dan para ahli purbatua. Apalagi, keberadaan peninggalan benda bersejarah tersebut selama ini masih terkesan sebatas cerita yang tidak pernah diteliti hingga tuntas. ”Bahkan, sejak masih SMA dulu, saya sudah pernah mendengar tentang benda bersejarah tersebut dari guru antropolog saya dan disebutkan bahwa di sana juga ada gua.Namun, sampai saat ini belum dilakukan penelitian terhadap bendabenda dan gua,”katanya. baringin lumban gaol Sumber

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI