Guru dan Orangtua Siswa SMA Dharma Bhakti Tolak UN di Sekolah Lain

Posted 09-04-2015 02:39  » Team Tobatabo

Puluhan guru dan orangtua siswa SMA Dharma Bhakti Tanah Jawa berunjuk rasa ke kantor Dinas Pendidikan dan DPRD Simalungun di Pamatangraya, Selasa (7/4) menuntut diberikannya ijin melaksanakan ujian nasional secara mandiri.

Dalam orasinya para orangtua siswa meminta Dinas Pendidikan dan Pengajaran Simalungun tidak menggabungkan ujian nasional siswa SMA Dharma Bhakti  ke SMA Negeri 1 Tanah Jawa.

Salah seorang orangtua siswa, Roslinda Siringo-ringo mengatakan, jika siswa SMA Dharma Bhakti mengikuti ujian nasional tidak di sekolahnya akan mempengaruhi psikologinya, sehingga sangat diharapkan perhatian Dinas Pendidikan menyikapinya, supaya tidak berpengaruh pada tingkat kelulusan siswa.

Pengunjuk rasa diterima Ketua DPRD Johalim Purba didampingi Wakil Ketua Timbul Jaya Sibarani dan seluruh pimpinan serta anggota Komisi IV yang membidangi pendidikan untuk berdialog.

Dalam dialog tersebut, Timbul Jaya Sibarani dan Komisi IV merekomendasikan supaya Dinas Pendidikan mengijinkan pelaksanaan ujian nasional di SMA Dharma Bhakti jika tidak melanggar ketentuan yang berlaku.

Menanggapi saran tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Harmedin Saragih mengatakan akan mengusulkan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk disikapi, sehingga siswa SMA Dharma Bhakti bisa mengikuti ujian nasional di sekolahnya pekan depan. 

 

Sumber

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI