Main Tarkam, Saktiawan Sinaga Cedera dan Terancam Pensiun

Posted 23-07-2015 13:01  » Team Tobatabo

MEDAN - Perseteruan PSSI dan Kemenpora RI tidak juga berujung. Kedua pihak masih bersikeras dengan pendirian masing-masing. Akibatnya, sanksi pembekuan oleh FIFA pun terus berlanjut.

Klub-klub yang tidak sabar menunggu dalam ketidakpastian memilih untuk membubarkan tim, hingga ada kejelasan soal kompetisi. Imbasnya jelas pula. Pemain tidak lagi terkaitpaut dengan klub. Segala fasilitas dan hak mereka dicabut. Termasuk gaji.

Para pemain yang tidak punya pilihan lain untuk membuat asap dapur rumahnya tetap mengebul, terpaksa mengabaikan profesionalisme dan menyambut ajakan untuk bermain dalam kompetisi "antar kampung" (tarkam). Kompetisi dengan resiko sangat besar. Pemain tiap saat diintai bahaya cedera.

Korban pun jatuh. Saktiawan Sinaga, pemain klub ISL Pusamania Borneo FC, terkapar cedera setelah bertabrakan dengan pemain ISL lain dari klub Gresik United, Donny F Siregar, dalam laga "tarkam" bertajuk Kapolres Cup I di Belawan, Medan, Sumut, kemarin.

Saktiawan dan Donny sama-sama pernah merumput di PSMS Medan dan mendapat panggilan tim nasional. Saat tabrakan terjadi, Saktiawan yang pulang kampung setelah tim Pusamania Borneo dibubarkan, memperkuat tim Mencirim City. Sedangkan Donny memperkuat Putra Buana, klub anggota divisi utama PSMS.

Sakti sempat terkapar di lapangan tanpa penanganan medis selama kurang lebih lima menit. Ia kemudian digendong ke luar lapangan oleh rekan-rekannya di kedua tim. Tidak ada tandu. Di pinggir lapangan, kakinya diurut pakai obat gosok.

Karena merasa semakin sakit, oleh sejumlah pengurus klub, Sakti dibawa ke rumah sakit di kawasan Belawan. Ternyata cederanya parah. Dan karena peralatan yang tidak memadai, ia kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Sumut, di Jl KH Wahid Hasyim, Medan. Hasil pemeriksaan awal dokter, otot tendonnya putus dan harus segera dioperasi.

Foto Saktiawan Sinaga usai menjalani operasi 

Sabtu (13/06/2015), kabar mengejutkan itu datang. Operasi telah dilakukan dan tidak ada jaminan Sakti dapat pulih seperti sedia kala. Artinya, karier sepakbolanya terancam putus. Jika pun bisa pulih, butuh waktu paling cepat satu tahun untuk sekadar bisa berlari dan menyepak bola.

Sakti menolak diwawancarai. Namun istri Sakti, Nadila Soraya, membantah kabar yang beredar. Menurutnya, cedera yang dialami suaminya tidak separah kabar yang beredar.

"Saya sudah dengar kabar itu. Ramai di medsos. Tapi saya bilang itu berlebihan. Itu hiperbolik. Saya sudah bicara dengan dokter. Suami saya memang mengalami cedera yang tidak ringan. Tapi tidak akan sampai setahun, apalagi seumur hidup. Tidak ada itu. Menurut dokter, jika penanganannya bagus, dalam tiga sampai empat bulan sudah bisa kembali ke lapangan. Operasinya tadi lancar, kok," katanya pada tribun-medan.com.

Di lain sisi, Nadila Soraya mengatakan bahwa ia belum memperoleh gambaran perihal nasib karier suaminya ke depan.
"Kompetisinya saja belum tahu kapan akan berputar lagi. Kalau saya, sih, tergantung suami saja. Setelah sembuh apakah masih mau main bola lagi apa tidak," ujarnya. Ditanya terkait kontrak dengan Pusamania, Nadila mengaku tidak tahu.

"Kalau itu tanya langsung sama suami saya saja. Tapi jangan sekarang, ya. Baru selesai operasi. Masih nyeri-nyeri gitu kakinya," kata Nadila.

Sumber Tribun Medan

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI