Awas Penipuan Dukun Cabul Malaysia Pegang Payudara Sambil Baca Quran

Posted 08-06-2015 12:37  » Team Tobatabo

Medan - Seorang lelaki 24 tahun ditahan Kepolisian Subang Jaya, Kuala Lumpur, Malaysia, akhir pekan lalu, setelah dilaporkan melakukan tindak pencabulan. Pelapor adalah seorang perempuan 20 tahun, yang pada awalnya mempercayakan pengobatan pada lelaki itu, setelah merasa menderita penyakit aneh.

Ketua Polis Daerah Subang Jaya, Asisten Komisioner Yahaya Ramli, seperti dikutip Harian Metro, mengatakan bahwa dugaan pencabulan terjadi di rumah korban.

"Tersangka dikenal sebagai bomoh (istilah Malaysia, artinya dukun atau ahli pengobatan tradisional). Tersangka yang menyebut dirinya telah memiliki kemahiran mengobati sejak masih berusia 17, dipanggil ke rumah dan pengobatan berlangsung di dalam kamar. Dia minta disediakan berbagai kelengkapan untuk mengobati, termasuk satu buah kitab suci Al Quran," kata Ramli.

Pada awalnya, tersangka yang namanya masih dirahasiakan ini meminta agar pengobatan di dalam kamar itu hanya antara dirinya dengan korban. Kamar harus tertutup rapat, termasuk jendela. Lampu-lampu juga mesti dimatikan. Pencahayaan kamar datang dari lampu teplok atau jika tak ada, sebatang lilin.

Seluruh permintaan ini dikabulkan, kecuali meninggalkan si bomoh bersama pesakitan. Bersama mereka ikut ibu korban.

Pengobatan kemudian berlangsung. Tersangka mengidentifikasi bahwa korban mendapatkan gangguan mahluk halus.

"Menurutnya, mahluk tersebut harus segera dikeluarkan jika tidak ingin penyakit yang dialami korban semakin parah," ujar Ramli memaparkan.

Tersangka meracik ramuan-ramuannya dan mencampurnya dengan air. Kemudian ia membuka Al Quran dan memulai membacanya. Korban tidak tahu persis surah apa yang dibaca oleh sang dukun. Namun pastinya, sejurus itu, ia diminta untuk menanggalkan seluruh pakaian.

Korban dan ibunya sempat mempertanyakan mengapa baju harus dibuka. "Mereka agaknya mulai merasa curiga. Tapi bomoh ini bisa kembali meyakinkan keduanya," kata Ramli.

Setelah membuka baju, korban disuruh berbaring. Kemudian, ke tubuhnya dipercik-percikkanlah air bercampur ramuan tadi. Di saat bersamaan, dukun itu terus membaca Al Quran.

"Sampai di situ, pengobatan terus berjalan. Pengobatan baru berhenti setelah korban berteriak dan ibu korban marah, ketika bomoh dilihat makin cabul dengan memegang payudara dan kemaluan pesakit," katanya.

Laki-laki ini masih bersikeras bahwa metode pengobatan yang dilakukannya pada 23 Mei 2015 tersebut memang caranya demikian. Sama sekali tidak ada maksud untuk melakukan tindak pencabulan. Namun korban dan keluarganya yang sudah terlanjur tidak senang tetap melaporkan kasus ini kepada polisi.

Setelah dicari selama kurang lebih dua pekan, dukun cabul ini pun ditangkap. "Polisi masih melakukan pemeriksaan dengan meminta keterangan tersangka, saksi, dan korban," kata Ramli.

Dalam beberapa waktu terakhir, kejahatan seksual oleh laki-laki yang menyaru sebagai bomoh makin marak terjadi di Malaysia. Seperti diberitakan Harian Metro dan Malaysian Insider, akhir 2014 terjadi tiga peristiwa pencabulan secara beruntun. Para korban umumnya diperdaya dengan menyebut mereka sakit karena pengaruh guna-guna atau kerasukan roh jahat.

Sumber Tribun Medan

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI