Tragis, Dikelilingi Air Warga Samosir Harus Beli Air Untuk Bertahan Hidup

Posted 01-11-2016 01:06  » Team Tobatabo

PANGURURAN - Musim kemarau panjang di Kabupaten Samosir mengakibatkan sebagian warga yang bertempat tinggal jauh dari pusat perkotaan sangat kesusahan untuk mendapatkan air minum.

Mau tidak mau, warga tersebut harus membeli air porsi jeriken dan tangki untuk kebutuhan sehari- hari.

Salah seorang warga Desa Aek Nauli Pangururan, Ma Rinda (43) yang kesehariannya bertani menuturkan keluhannya untuk mendapatkan air minum.

“Sudah sangat memprihatinkan musim kemarau di Samosir ini, dimana-mana lahan kering semua, apalagi kami “pardolok” ini. Jangankan untuk pengairan tanaman, untuk air minum pun sangat susah. Sudah penghasilan dari ladang tidak ada, harus membeli air lagi kami sankin susahnya,” ucap Ma Rinda dengan nada sedih.

“Untuk muatan 1 tangki air (1.200 L)  kami membelinya seharga Rp 200.000. Ada juga porsi jeriken, itu dibanderol Rp 2000 per jeriken,” jelasnya.

Ia juga tak lupa mengatakan harapannya kepada pemerintah untuk memberikan kemudahan atau subsidi air bersih.

“Kita sebagai masyarakat yang mengeluh ini, sangat perlu perhatian besar dari pemerintah. Tolong lah kami dibantu, seperti penyediaan subsidi air minum ke desa-desa terpencil. Agar terbantu kami warga yang kesusahan ini,” harapnya.

Sumber Samosir Green

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI