Edan, Lapor Pungli Malah Dimutasi, Para Pegawai Puskesmas Pelapor Pungli Menginap di Kantor DPRD

Posted 31-05-2017 13:28  » Team Tobatabo
Foto Caption: Pegawai Puskesmas Simalingkar menginap di Kantor DPRD Kota Medan, Selasa dini hari (30/5/2017).Mereka dimutasi akibat melaporkan pungli di puskesmas ini.

Selasa (30/5/2017) pagi, ruang tunggu Kantor DPRD Kota Medan tampak berbeda dari biasanya.

Ruang tunggu ini sudah dipenuhi oleh pegawai puskesmas simalingkar yang memilih menginap di Kantor DPRD Kota Medan untuk menyampaikan keluhan yang mereka alami.

Para pegawai ini membawa bantal, selimut dan karpet ke Kantor DPRD Ke Kota Medan.

Para pegawai ini ada yang terbaring di lantai dengan karpet dan ada yang terbaring di kursi tunggu.

Beberapa anak-anak pegawai juga ada yang turut menginap.

Pegawai puskesmas yang menginap ini adalah orang-orang yang melaporkan adanya pungutan tidak resmi berkedok biaya akreditasi puskesmas ke Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara, DPRD Kota Medan dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Akibat laporan mereka tersebut, delapan pegawai puskesmas yaitu Ke delapan pegawai yang dimutasi ini adalah, drg. Esther Raflesya Bellsayda, Adalina Br Bukit, drg. Erniwati, dr. Eni Suriaty, Bungaria Sidabutar, Sarmarita, Helfida Siregar, Sontiara Siboro dimutasi ke Dinas Kesehatan Kota Medan tanpa jabatan.

Para pegawai yang dimutasi ini mengatakan mau tidur di Kantor DPRD Kota Medan, karena kecewa atas perlakukan yang diberikan kepada mereka yang mau melaporkan hal-hal yang tidak benar terjadi di instansi pemerintahan.

"Kami yang melapor pungli ini semualah nginap, satu kesatuan kami semua. Kami menyampaikan yang benar, tapi kami malah dibeginikan, bagaimanalah negara ini," ujar drg Eshter Sitompul, salah seorang pegawai yang dimutasi, Selasa (30/5/2017)

Setelah para pegawai ini menginap di DPRD, Inspektorat Kota Medan mempertemukan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Kepala Puskesmas Simalingkar dengan ke depalan pegawai yang dimutasi ini di Kantor Dinas Kesehatan Kota Medan.

Dalam pertemuan tersebut, Esther mengutarakan mereka diminta supaya tidak ribut-ribut, dan Kepala Inspektorat Kota Medan, Farid Wajedi langsung meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan untuk membatalkan pemutasian mereka.

"Tadi pak Inspektur bilang supaya kami tenang, makanya kami tidak lanjut menginapnya. Beliau juga bilang tadi sama Kadis, kalau pemutasian kami supaya dibatalkan, kami belum tahu dibatalkan atau tidak melihat besoklah, kalau tidak ada perubahan, kami akan lanjut menginap," ujarnya.

Sebelumnya pada senin (29/5/2017) dengan mengenakan seragam coklat bertuliskan Dinas Kesehatan Kota Medan di lengannya, delapan pegawai Puskesmas Simalingkar tampak terduduk di ruang tunggu DPRD Kota Medan, menunggu kehadiran Anggota DPRD Kota Medan

Seraya membolak-balikan berkas yang dibawanya, salah seorang dari mereka, drg Ester Sitompul mengutarakan bahwa kehadiran mereka ke DPRD adalah untuk mengadukan nasib mereka yang dimutasi karena membongkar adanya pungutan di Puskesmas.

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI