Erupsi Gunung Sinabung Bikin Harga Tomat di Tobasa Meroket

Posted 09-11-2017 12:42  » Team Tobatabo
Foto Caption: Pedagang tomat dan sayuran di Pasar Tradisional Balige, Tobasa

 Jumlah tomat yang dijual di Onan (Pasar Tradisional) Balige Toba Samosir lebih sedikit dari biasanya.

Pantauan Tribun, Sabtu (4/11/2017), harga tomat per kilogramnya juga megalami kenaikan harga.

Pedagang tomat, Robin Siagian mengatakan, satu di antara daerah pemasok tomat ke Balige adalah Tanah Karo.

Sementara dalam kurun sebulan terakhir pasokan tomat ke Balige tidak ada lagil, apalagi Erupsi Gunung Sinabung membawa dampak yang tidak baik terhadap produksi tomat.

 "Tomat dari Tanah Karo sudah tidak masuk lagi ke sini, pasokan pun jadi berkurang. Akibat pasokan sedikit maka harganya pun naik," sebut Robin.

Katanya, harga tomat biasanya bisa mereka beli Rp 6.000 per kilo gram dari agen yang kemudian diecer seharga Rp 9000 per kilogram.

Namun saat ini, mereka terpaksa membeli dengan harga lebih tinggi, yakni Rp 9.000 per kilo gram dan mereka jual Rp 12.000 per kilogram.

Penyebab lain  yang mengakibatkan kenaikan harga dari yang sebelumnya Rp 9.000 menjadi Rp 12.000 adalah faktor cuaca di wilayah Toba dan sekitarnya.

Akibatnya, sebagian tomat tanaman petani rusak diterpa hujan yang turun secara terus-menerus.

"Faktor lain dikarenakan musim hujan yang belakangan ini tidak tentu. Tanaman petani jadi rusak, padahal permintaan tidak pernah berhenti," terangnya.

Sementara itu, Petani di Tobasa Pollung Tambunan menyampaikan hal serupa. Akibat Erupsi Gunung Sinabung, tomat tanamannya dengan cepat akan dipesan oleh agen tomat. Bahkan, menjelang panen beberapa agen telah mendatanginya terlebih dahulu.

"Sewaktu pasokan dari Tanah Karo ada, kami yang antar ke Pasar. Nah, sekarang justru mereka yang datang dan memesan meski pun tomat kami masih belum dipetik," jelasnya.

Dia memgakui, akibat cuaca buruk yang mengakibatkan busuknya tanaman tomat juga semakin mempengaruhi harga jual.

Biasanya dia hanya menjual Rp 6.000 dari pokok, kini mampu menembus Rp 9.000 ke agen yang datang kepadanya.

Kakek berusia 67 tahun ini mengaku sudah 5 tahun fokus bercocok tanam tomat. Per batang, dia bisa menghasilkan 3 sampai 4 kilogram tomat siap panen.

Menurut rincian yang dia kalkulasikan, perawatan mulai menanam hingga panen, biaya perbatangnya hanya Rp 5.000. Sedangkan pohon tomat yang ia produksi sekali periode tanam mencapai 7.000 batang.

"Tapi, sulitnya kalau hujan dan matahari datang bersamaan, sehari kemudian harus kami semprot. Kalau tidak, tanaman tomat kami bakalan busuk," tuturnya.

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI