5 Fakta usai Ditemukannya Bangkai Kapal Tenggelam, Pencarian Korban Diperpanjang 3 Hari

Posted 25-06-2018 12:01  » Team Tobatabo
Foto Caption: Tim Basarnas menemukan posisi objek diduga KM Sinar Bangun pada kedalaman 490 meter. (TRIBUN MEDAN/HO)

Secercah harapan yang nyaris memudar, muncul kembali. Ada harapan bahwa jasad para korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Perairan Danau Toba segera ditemukan.

Sepekan sudah proses pencarian korban sudah dilakukan tapi nirhasil.

Namun,  Tim survey Basarnas dan Mahakarya Geo Survey - IAITB akhirnya menemukan titik koordinat lokasi diduga bangkai KM Sinar Bangun pada Minggu (24/6/2018)

Redaksi merangkum deretan fakta selepas penemuan titik koordinat ini. 

1. Inilah Titik Koordinat yang Ditemukan

Sekitar pukul 11.12 WIB tim survey Basarnas dan Mahakarya Geo Survey - IAITB yang dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas serta disaksikan oleh Menteri Sosial Bapak Idrus Marham, telah menemukan dan mengidentifikasi posisi KM Sinar Bangun.

Mahakarya Geo Survey IAITB, Henky Suharto menyebut KM Sinar Bangun berada pada koordinat 2 deg 47’ 3.835 N dan 98 deg 46’ 10.767 E, dengan kedalaman mencapai 450 meter.

Direktur Utama Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo membenarkan bahwa sudah ditemukan titik koordinat dimana KM Sinar Bangun tenggelam.

"Kapal itu berada pada kedalaman 490 meter," kata Arie, Minggu (24/6/2018).

"Bangkai kapal didapati tenggelam pada kdalaman 450 meter. Dengan koordinat 2 deg 47’ 3.835 N
98 deg 46’ 10.767 E,” jelas Arie.

 2. Temukan Objek di Kedalaman 490 Meter, Sudah Ditandai Pakai Jangkar

Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi yang ikut membantu pencarian korban hilang KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Minggu (24/6/2018), sekitar pukul 16.00 WIB turun ke Pelabuhan Tigaras, Simalungun

Syaugi mengatakan bahwa ia dan tim Basarnas baru mendarat di Pelabuhan Tigaras, setelah melakukan pencarian sejak pagi. Mulai dari terang, panas, hujan sampai nggak hujan.

"Kita sudah melaksanakan alat-alat yang sudah dipunyai, seperti Multibeam Side Scan Sonar dibantu dengan alat lain ROV," kata Syaugi, Minggu (24/6/2018).

"Ada indikasi, kita menemukan objek di kedalaman 490 meter. Kalau dari Pelabuhan Tigaras arah barat daya. Pertama kali titik koordinat barat daya kurang lebih 3 kilometer. Kita melihat indikasi ada dua tempat di jarak 2,5 kilometer dan 2 kilometer dari Pelabuhan Tigaras," ungkap Syaugi.

Lebih lanjut, Syaugi menjelaskan bahwa saat ini tim gabungan Basarnas sedang proses dan mencari tahu apa yang ada di dalam. Betul tidak KM Sinar Bangun atau apa belum bisa dipastikan, karena belum dapat kepastian detail.

"Tapi kita sudah kasih tanda pakai jangkar, nanti selanjutnya kita teruskan setelah hasil analisa dan diskusi," katanya.

"Yang jelas kita belum bisa pastikan objek yang ditemukan KM Sinar Bangun. Indikasi ada objek yang membedakan dengan dasar laut," ujarnya.

3. Bagaimana Nasib 184 Korban yang Belum Ditemukan?

Perlu diketahui, dari 206 orang anak buah kapal dan penumpang, sebanyak 22 korban sudah ditemukan, 19 di antaranya selamat, termasuk Nakhoda kapal.

Sejauh ini baru tiga korban meninggal dunia yang semuanya perempuan, yang ditemukan.

Hingga kini masih ada 184 korban KM Sinar Bangun yang masih hilang dalam tragedi tenggelam di perairan Danau Toba dan Tim Basarnas Gabungan masih terus lakukan penyisiran, untuk temukan bangkai kapal tersebut.

Diduga korban yang belum ditemukan, masih terjebak di dalam KM Sinar Bangun yang karam.

4. Pencarian Korban Diperpanjang 3 Hari

Menurut  Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi dengan penemuan bangkai KM Sinar Bangun ini, waktu untuk pencarian korban akan diperpanjang selama tiga hari.

"Yang jelas kalau ada tanda-tanda seperti ini, 7 hari awal akan dilanjutkan dengan tambahan 3 hari pencarian. Kalau 10 hari masih ada kemungkinan yang meyakinkan, ya kita akan terus," kata dia

Dirinya berharap selama tiga hari itu, bangkai KM Sinar Bangun bisa ditemukan.

"Mudah-mudahan tidak sampai 3 hari titik koordinat pasti bangkai KM Sinar Bangun bisa kita temukan," pungkas Syaugi.

5. Paling Banyak Telan Korban

Tenggelamnya KM Sinar Bangun bukan kejadian pertama yang timbulkan korban jiwa di Danau Toba.

Sejarah mencatat kalau KM Sinar Bangun lah yang mengambil korban paling banyak. Jika benar 184 penumpang hilang tak kembali lagi, maka insiden ini menjadi yang terburuk sepanjang masa transportasi di perairan Danau Toba.

Tragedi KM Sinar Bangun hanya jadi deretan kelalaian manusia karena abai akan keselamatan penumpang. Tidak ada manifest dan tidak ada fasilitas alat kelengkapan keselamatan di dalam kapal.

Kejadian ini terus berulang, tidak ada perhatian khusus pemerintah untuk memperhatikan faktor keselamatan bagi penumpang.

Retribusi terus dikutip, namun tidak ada alokasi anggaran untuk memastikan keselamatan bagi penumpang.

Insiden tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba begitu menjadi sorotan publik Tanah Air.

Bagaimana tidak, akibat kejadian ini banyak penumpang kapal dinyatakan hilang. Beberapa di antaranya berhasil diselamatkan, namun ada pula yang meninggal dunia.

Hingga saat ini, belum diketahui total penumpang yang diangkut KM Sinar Bangun. Namun diperkirakan lebih dari 200 orang penumpang.

Berdasarkan penuturan seorang penumpang selamat, Sendri Sianturi, KM Sinar Bangun begitu dipadati penumpang saat berlayar.

Menurut perkiraannya, sebanyak 100 sepeda motor juga ada di atas kapal nahas tersebut.

"Banyak kali penumpang semalam. Ada seratus kereta (sepeda motor)," ujarnya, Senin (18/6/2018) malam.

Melansir dari Tribun Medan, setidaknya sudah ada 150 keluarga yang melapor ke posko pengaduan.

"Hingga kini sudah ada 150 orang keluarga yang melaporkan kehilangan keluarganya dalam tragedi tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun," kata Kasiops Kantor SAR Medan M Agus Wibisono, Selasa (19/6/2018).

"Tapi yang jelas, yang real masih 128 orang tadi. Sisanya hingga 150 orang yang melapor ini, masih terus kita selidiki," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Simalungun JR Saragih menjelaskan, penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun bukan hanya disebabkan cuaca buruk.

Kelebihan muatan di KM Sinar Bangun diyakini sebagai penyebab utama.

JR Saragih mengatakan kelebihan muatan kapal yang terjadi bukanlah dari Kabupaten Simalungun. Tetapi, dari Kabupaten Samosir.

"Ini yang membuat over kapasitas bukan dari Simalungun tetapi dari Samosir. Kalau sempat tadi di Simalungun udah kutindak Kadis Perhubungannya," ujarnya.

Insiden tenggelamnya kapal di perairan Danau Toba bukan terjadi kali ini saja.

1. Tahun 1955
Dua kapal motor saling bertabrakan di tengah danau 55 orang tewas

2. 1986
Kapal Motor membawa sebagian besar pelajar, 4 orang tewas

3. 1987
Kapal motor tenggelam di tengah danau toba, 23 orang tewas

4. 1997
KM Pedatari, melebihi kapasitas muatan 200 orang, 70 orang tewas tenggelam

5. 2013
KM Yola vs Feri Tao Toba I, tabrakan di tengah danau hilang 4 orang

6. 2016
Kapal motor, tabrakan di tengah danau luka parah 2 orang

7. 2018
KM Sinar Bangun tenggelam di tengah danau akibat melebih kapasitas bawa penumpang lebih dari 200 orang, hilang 178 orang.

Dikutip dari Tribun Medan
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI