Obor Asian Games 2018 Tiba di Sumut Selasa 31 Juli, Pantai Lumban Bulbul Hingga Silangit Masuk Rute Lintas Kirab

Posted 30-07-2018 11:13  » Team Tobatabo
Foto Caption: Obor Asian Games 2018

Medan - Semarak Asian Games 2018 semakin meriah, kala Kirab Obor (Torch Relay) perhelatan 4 tahunan telah dimulai di Indonesia tepatnya di Candi Prambanan, Yogyakarta pada 17 Juli 2018 lalu. Sumatera Utara sendiri akan menjadi daerah ke-10 yang akan menggelar arakan obor selama dua hari, 31 Juli - 1 Agustus 2018.

Rute perjalanan obor pada Selasa (31/7/2018) semula diawali sampai di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang pukul 17.00 WIB disambut dengan tarian tradisional dan selanjutnya langsung dibawa menuju Rumah Pengasingan Sukarno, Parapat, Simalungun. Namun, setelah melakukan rapat dengar pendapat antara Dispora Sumut dengan kabupaten/kota di daerah dan Panitia Pelaksana Asian Games (Inasgoc) terdapat kesepakatan baru.

Sekretaris Dispora Sumut, Rudi Rinaldi mengatakan terdapat tiga daerah yang mengajukan permintaan Obor Asian Games diarak di daerahnya. Ketiga daerah tersebut adalah Kabupaten Serdangbedagai (Sergei), Kota Tebingtinggi dan Kota Pematangsiantar.

"Rencana ini berkembang semenjak kita rapat di Mapolda Sumut. Rencana semula tidak ada arakan di Sergei, Tebing dan Siantar. Namun karena dari Kualanamu menuju Parapat akan melewati ketiga daerahnya. Etikanya tidak baik hanya dilewati saja, jadi tiga kabupaten dan kota ini ingin juga merasakan pengarakan Asian Games," katanya di Kantor Dispora Sumut, Jl. Williem Iskandar, Medan.

Namun, ketiga daerah ini hanya memiliki waktu 15 menit untuk memperkenalkan Kirab Obor kepada masyarakatnya disebabkan waktu yang padat dari susunan acara.  "Jadi pejabat inti ketiga kabupaten/kota memiliki waktu 15-15 menit di daerahnya. Jadi daerah tersebut telah mempersiapkan acara apa yang akan dilakukan misal dengan adat istiadat. Ini karena waktu yang padat kita targetkan sampai di Rumah Pengasingan sekitar pukul 10 malam," bebernya.

"Jadi waktu itu sudah maksimal, karena kasian tim yang sudah dari Aceh yang sebelumnya dari Banjarmasin belum istirahat karena besoknya jadwal akan kita  mulai lagi jam 7 pagi," tambah Rudi.

Ia menambahkan, penambahan daerah ini juga bermanfaat untuk memperkenalkan Asian Games 2018 lebih dikenal luas. "Intinya tetap Torch Relay lebih dikenal orang, kan gitu alangkah lebih baiknya obor itu singgah di daerah dan waktunya memungkinkan dan tidak ada masalah. Ini juga bermanfaat agar masyarakat lebih banyak tahu kan lebih bagus," pungkasnya.

Permintaan pengajuan daerah tambahan oleh Dispora Sumut untuk dilalui Kirab Obor akhirnya disepakati pihak Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc). Ketiga daerah tersebut adalah Serdangbedagai (Sergei), Tebingtinggi dan Pematangsiantar yang akan berlangsung pada 31 Juli 2018 mendatang. Hal ini disampaikan, Perwakilan Inasgoc Lokal Sumut, Angga kepada Tribun-Medan.com, Kamis (26/7/2018).

"Tiga  kabupaten dan kota yang dilalui (Kirab Obor) akan disinggahi dengan durasi 15 menit. Dan itu sudah ok dari Inasgoc Pusat," katanya.

Ia menerangakan pihaknya sangat mengapresiasi usulan yang menginginkan euforia kirab obor Asian Games bisa dinikmati oleh beberapa daerah lain di Sumut. "Jadwal awal itu (Api Obor) hanya melintas. Setelah masukan dari Kapolda bahwaaannya tiga kabupaten, Sergai, Tebingtinggi, dan Pematangsiantar akan disinggahi. Tapi, hanya melintas saja tidak touch Relay," terangnya.

Selanjutnya pada 1 Agustus 20189 pukul 07.00 wib, Api Obor akan dibawa berlayar dengan kapal hias menuju pantai bebas Danau dan bersepeda menuju pantai.

Kemudian api obor dibawa para pelari menuju pantai Bulbul, Balige Kabupaten Toba Samosir. Terkahir Api Obor dibawa menuju bandara Silangit untuk dibawa ke Pekanbaru pada pukul 13.40 WIB. Nantinya ada 24 pelari yang akan terlibat pada touch Relay Asian Games 2018 di Sumut. Jumlah tersebut terdiri dari atlet/mantan atlet Sumut, sponsor, perwakilan Inasgoc, dan Pemkab perwakilan Simalungun, Tobasa, Taput.

Dikutip dari Tribun Medan
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI