Kondisi Terkini Mahasiswi Unimed yang Dibakar Mantan Kekasih, Sering Mengigau Sebut Nama Pelaku

Posted 21-11-2018 14:48  » Team Tobatabo
Foto Caption: Hovonly Simbolon alias Ivo (27), mahasiswi yang menjadi korban keganasan akibat dibakar mantan pacarnya Herald Hasibuan. (Tribun Medan / HO)

MEDAN - Hovonly Aprista Simbolon alias Ivo (27), mahasiswi Pascasarjana Universitas Negeri Medan (Unimed) yang dibakar mantan pacarnya, Herald Hasibuan kini kondisinya masih kritis.

Untuk memulihkan luka bakar di tubuh Ivo, tim medis Rumah Sakit Columbia Asia Medan telah tiga kali melakukan operasi.

Menurut Yuli Simbolon, kakak Ivo, adiknya itu kerap menyebut nama Herald Hasibuan.

"Kulit mati yang terbakar di tubuh Ivo harus dibersihkan secara menyeluruh. Karena adik saya ini pakai ventilator, dia samar-samar menyebut nama pelaku.

Kami tanya, katanya dia takut," ungkap Yuli, Minggu (18/11). Ia mengatakan, kemungkinan adiknya tersebut masih trauma.

Sehingga, ketika mengigau, Ivo kerap menyebut nama Herald Hasibuan.

"Kondisinya belum stabil. Masa kritisnya masih beberapa hari ke depan.

Foto Hovonly Simbolon alias Ivo (27), mahasiswi yang menjadi korban keganasan akibat dibakar mantan pacarnya Herald Hasibuan. 

Kata dokter, ada beberapa bagian sudah kering, tapi ada beberapa bagian yang agak dalam itu belum kering," terangnya.

Untuk meredam rasa takut Ivo, pihak keluarga senantiasa mendampinginya di rumah sakit.

Sesekali, Yuli berbisik ke telinga Ivo,  bahwa keluarga akan menjaganya hingga sembuh.

"Kami bilang, nggak usah takut dek. Nanti kami jaga keamananmu.

Kemanapun kami temani. Kami tetao memberinya semangat, agar ia tidak risau dan tenang," kata Yuli.

Seolah membalas apa yang dikatakan Yuli dan keluarga, Ivo mengangguk.

Ia melempar senyum kecil, dan berupaya menggerak- gerakkan tangannya.

"Keluarga selalu membacakan renungan untuk Ivo," terang Yuli.

Terkait biaya pengobatan, sambung Yuli, pihak rumah sakit menyebut biayanya sudah menembus Rp 173 juta.

Menyangkut hal ini, Yuli dan keluarga berharap uluran tangan dari para donatur untuk meringankan beban keluarganya.

"Dari Rp 173 juta itu, yang baru kami bayar Rp 131 juta. Itupun karena bantuan dari semua orang yang mengasihi kami, termasuk sejumlah yayasan," katanya.

Bagi Anda yang ingin memberikan bantuan, boleh menghubungi selular Yuli, di nomor 08126346362.

Peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Ivo terjadi pada Minggu (11/10) lalu.

Ketika itu, Ivo tengah berbincang dengan teman laki-lakinya di ruang tengah kontarakan Jalan Garu II-B, Gang Baru, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas.

Tiba-tiba saja, Herald yang merupakan mantan pacar Ivo datang. Herald marah-marah dan mengancam teman laki-laki Ivo.

Herald Hasibuan bersama kekasihnya, Hovonlin Simbolon (Facebook)

Karena khawatir Herald mengamuk, Ivo meminta teman laki-lakinya itu pulang.

Meski teman laki-laki Ivo sudah kembali, Herald tetap marah-marah.

Ia kemudian menyiramkan bensin ke tubuhnya dan ke tubuh Ivo.

Sejurus kemudian, Herald membakar dirinya dan tubuh Ivo.

Jalani Operasi Keempat dan Trauma

Hovonly Aprista Simbolon alias Ivo (27), mahasiswi Pascasarjana Unimed bidang manajemen yang jadi korban pembakaran mantan pacarnya Herald Hasibuan, direncanakan akan menjalani operasi ke-4 di rumah sakit Columbia Asia Medan pada hari Selasa (20/11/2018).

Hal ini dikatakan oleh Yuli Simbolon yang juga kakak kandung Ivo kepada Tribun Medan.

"Tadi ketemu dengan Dr. Frank. Ivo akan dioperasi ke-4 hari Selasa. Masih tersisa beberapa kali operasi Lagi. Doakan ya," ujarnya, Senin petang (19/11/2018).

Saat ini, kata Yuli, kondisi adiknya itu sudah stabil meski alat ventilator masih tetap terpasang di mulut agar tidak mengalami sesak nafas. Namun menurut dokter yang menangani, sambung Yuli, kondisi adiknya itu masih tetap naik turun.

"Hari ke-8, Kondisi adek kami, Ivo Simbolon stabil. Tapi ventilator masih harus dipasang mencegah sesak. Kata Dr. Frank Buchari yang menangani, kondisinya masih naik turun. Kadang stabil kadang turun," terangnya.

Yuli juga mengatakan, ada beberapa hal yang membuatnya sedih melihat kondisi adiknya itu.

Yuli bercerita, saat mengunjungi adiknya itu pada pagi hari, Ivo meminta pulpen untuk menulis. Hasil tulisannya Ivo itulah yang membuat Yuli turut merasa sangat sedih.

"Pagi tadi kami visit Ivo. Hancur hatiku. Dia minta pulpen untuk menulis. Katanya: 'kakak kawani aku di sini. Aku takut dia datang. Kapan pindah ke ruangan biar ada kawanku'. Sedihnya aku. Dia gak bisa tidur semalaman. Dia mimpi didatangi si pelaku. Suster bilang dia selalu panggil suster untuk ditemani karena dia gak bisa tidur," ungkap Yuli.

Selain itu, menurut Yuli, efek trauma akibat dibakar mantan pacarnya, juga dapat terlihat dengan jelas oleh keluarga dari wajah Ivo . 

Karena itu, mereka pun berharap Ivo bisa segera pulih dan pindah ruangan sehingga keluarga bisa lebih bebas menjaga dan membantu menghilangkan traumanya.

"Efek trauma dapat terlihat jelas di wajahnya. Tiap saat kami berusaha menenangkan dan menyemangatinya walau tanda cemas tetap terlihat jelas di wajahnya. Katanya: 'ada anak-anak kecil di kepalanya tiap malam'. Kami bilang itu malaikat Tuhan yang menjaganya. Sedih kali aku. Andai bisa kukawani dia," ungkapnya lagi.

Saat ditanya tentang biaya perawatan Ivo hingga saat ini, Yuli mengatakan hingga hari ini tercatat biaya rumah sakit sudah mencapai angka Rp 183 Juta. 

Dari jumlah tersebut, dan atas bantuan para dermawan juga, pihak keluarga telah membayarkan sebagian dari biaya pengobatan Ivo pada pihak RS. 

Meski masih membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan Ivo yang masih berlanjut, Yuli tetap berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mereka hingga saat ini.

"Kami masih sangat membutuhkan uluran tangan kalian semua. Hari ini biaya RS sudah Rp 183 juta. Sudah dibayar Rp 143 juta. Itu semua karena kebaikan teman-teman semua. Tetap dukung kami dalam doa dan dana bila berkenan. Terus doakan pemulihan Ivo, khususnya pemulihan hati dari rasa takut dan bersalahnya. Tuhan membalas semua kebaikan teman semua," pungkasnya.

Untuk diketahui, diduga tidak terima diputuskan, Herald Hasibuan (27), warga Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas nekat membakar mantan kekasihnya Hovonly alias Ivo (27) yang merupakan mahasiswa Pascasarjana di Universitas Negeri Medan (UNIMED).

Hovonly diketahui juga adalah alumni Universitas Muslim Nusantara (UMN Al Washliyah) Medan dan merupakan warga Aceh yang bermukim (kost) di Jalan Garu II-B, Gang Baru, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas.

Adapun kejadian peristiwa nahas tersebut terjadi di rumah kost korban di Jalan Garu 2-B Gg Cipta Baru, Kelurahan Harjosari 1, Kecamatan Medan Amplas.

Bagi pembaca dan para dermawan yang memiliki keinginan untuk memberikan bantuan dapat menghubungi langsung nomor ponsel 08126346362 milik Yuli Simbolon yang juga kakak kandung Ivo yang menjadi korban pembakaran oleh mantan pacarnya.

Dikutip dari Tribun Medan
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI