Togu Simorangkir Libas Hujan demi Selesaikan Misi Mulia, Warga Berikan Buah Kesemek untuk Bekal

Posted 23-11-2018 14:08  » Team Tobatabo
Foto Caption: Togu Simorangkir saat menghadiri peluncuran Gerakan Literasi Nusantara #AyoBaca yang digelar Kompas Gramedia di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2017).

TOBASA - Hari ke-3 Togu Simorangkir Pendiri Yayasan Alusi Tao Toba telah menapakkan kaki di Kabupaten Dairi, dalam misinya mewujudkan mimpi anak-anak Kawasan Danau Toba, Rabu (21/11/2018).

Togu Simorangkir yang konsern bergerak di Bidang Pendidikan di Kawasan Danau Toba ini memiliki misi mulia untuk menggalang dana dan memelihara mimpi anak-anak di Sekitaran Danau Toba untuk mendapatkan pendidikan dan buku yang berkualitas.

Togu berencana meyelesaikan misinya dengan target 305 Km dengan Rute yang dijalani yaitu Parapat, Sipolha, Tiga Ras, Simarjarunjung, Saribudolok, Merek, Sumbul, Tele, Dolok Sanggul, Bakkara, Balige. Namun, Togu tidak selalu mulus dalam perjalannya.

Pada langkah 102,2 Kilo Meter kaki kanan Togu bengkak setelah berjibaku menaklukkan beragam medannya jalan. Apalagi, sejak beranjak dari Parapat medan yang dilalui Togu banyak yang menanjak hingga akhirnya tim yang mendampinginya meminta untuk berhenti.

“Kemarin 24 kilo berjalan kai pakai sandal jepit, dan terpelekok juga jadi kaki kanan bengkak. Atas permintaan tim akhirnya saya harus istrirahat. Kami beranjak dari Sekolah Yapim setelah melaksanakan kegiatan pukul 08,00 WIB sampe sekitar jam 2 kami pun memilih untuk berhenti,” terangnya kepada Tribun melalui sambungan telepon.

Kata Togu, posisi terakhir Togu berhenti di Tanjung Beringin Sumbul karena kakinya mulai keram karena pada hari ke tiga banyak melewati tanjakan. Dia pun sempat berbaring merebahkan tubuh di aspal, hingga akhirya dipandu oleh tim untuk beristirahat sambil makan siang di Hutan lae Pondom Dairi.

Kini posisi di Togu sudah berada Tanjung Beringin Sumbul. Mengatasi rasa keram pada kakinya, dia diolesi minuyak karo oleh rekannya Andar Situmorang, yang disediakan Eka Dalantaa. Disebutnya, dia sudah mandi dan segar serta mempersiapkan diri berdiskusi dengan para petani di tentang pertanian serta literasi ekonomi pada malam harinya.

“Lumayan segar dan 95 persen. Hari ini memang banyak tanjakan dan di situ kenaknya, malam ini sudah bisa diskusi” tambahnya.

 Walau hujan mereka tetap jalan kaki dan tetap semangat. Karena dalam melakukan aksinya mereka mengaku merasa enjoy dan tidak paksaan.

Pendiri Yayasan Alusi Tao Toba bertemu Presiden Jokowi saat pertemuan Presiden dengan pegiat literasi di Istana Negara, Selasa (2/5/2017). (Tribun Medan / HO) (Tribun Medan / HO)

Pada waktu tertentu, Togu dan Biston Manihuruk kehujanan. Meski kehujanan, mereka tetap melanjutkan perjalanan, mantel plastic seadanya mereka pakai untuk menangkis air hujan Pada hari pertama, Togu dan Biston menempuh 46,4 Km, lalu hari kedua 41 Km dan hari ke-tiga 14,4 km. Total yang dia jalani yakni 102,2 km.

 Pada Hari kedua, dalam menempuh 41 km Togu dijerang panasnya matahari. Sepanjang perjalanan, Togu menyempatkan diri menyinggahi beberapa sekolah, seperti pada hari ke tiga berkunjung ke sekolah Yapim di Seribu Dolok.

Semantara pada hari ke-4 akan berkunjung ke SMA I Sumbul dan SD di Tanjung Beringin mengkampanyekan literasi, lalu bergegas mengejar ketertinggalan.

Kendala selama perjalanannya di hari ke-tiga, dia mendapat pengalaman menyenangkan sekaligus tanggapan yang aneh di jalanan. Tanggapan dari masyarakat terhadap dirinya pun beragam. Pada satu ketika saat singgah di warung Togu dianggap aneh apalagi mengikatkan ulos di kepalanya.

Togu Simorangkir dan tim saat melintas di Jalanan Pebukitan Danau Toba berjalan kaki 305 Kilometer mengengelilingi Danau Toba, Senin (19/11/2018).   (Tribun Medan/Arjuna Bakkara)

Namun, di sisi lain banyak yang menemui Togu selama di perjalanan. Termasuk satu sosok yang paling berkesan menurutnya ketika seorang ibu boru purba mengetaui misinya di Raya, dia dihadiahi buah kesemak dan diajak ke ladang. Togu dan tim pun dibekali buah-buahan di perjalanan.

Togu mengaku tetap siap untuk menyelesaikan misinya untuk menyeleaikan 305 km berjalan kaki menglilingi Danau Toba meski kakinya keram demi pendidikan anak-anak di Kawasan Danau Toba. Dia juga akan kembali berjalan kaki ke titik yang terlewati pada hari ketiga sebelum dirinya diangkut naik mobil ke Sumbul.

Foto Togu Simorangkir beristirahat di hari kedua jalan kaki keliling Danau Toba, Rabu (20/11/2018) malam (Facebook Togu Simorangkir)

“Saya akan tetap jalan menyelesaikan misi, dan akan pulang ke tempat saya terakhir di titik 102,2 Km. Bagaimanapun Kejujuran itu penting,” sebutnya.

Dikutip dari Tribun Medan
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI