Segera Gantikan Bupati Taufan Gama, Wabup Surya: Dia Berharap Pemimpin Asahan Religius

Posted 23-04-2019 17:53  » Team Tobatabo
Foto Caption: Wakil Bupati Asahan H Surya saat pemakaman Bupati Asahan di Medan, Selasa (23/4/2019).

MEDAN - Jenazah Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang telah dimakamkan di TPU Muslim Kayu Besar di Jalan Thamrin, Medan, Selasa (23/4/2019).

Wakil Bupati Asahan, Surya yang hadir di TPU menceritakan kesannya tentang Taufan yang selama ini menjadi pasangannya dalam memimpin Kabupaten Asahan.

Menurut Surya merupakan sosok yang rajin, rapi dan perhatian kepada staf.

"Dia itu sosok yang menjadi panutan bagi kami. Dia meninggal karena sakit jantung," kata Surya di TPU Muslim Kayu Besar Medan, Selasa (23/4/2019).

Surya mengaku salut dengan Taufan karena walaupun kondisi kesehatannya kurang baik, bupati Asahan dua periode itu tetap bekerja. Dokter sempat mengingatkan agar dia lebih banyak beristirahat. Namun dia tak menghiraukan ucapan dokter. 

"Dia biasa kontrol pada hari Kamis dan Minggu pulang. Dia sering bilang 'aku masih bisa kok bekerja'. Makanya salut aku, gigih dia bekerja keras," ujar Surya.

Menurut Surya, semua anak almarhum di sekolahkan di pesantren. Mulai dari TK, SD, SMP dan SMA di Pondok Pesantren Daar Al Uluum Asahan, yang merupakan pesantren miliknya. Pesantren itu menjadi asal usul Taufan mendapatkan panggilan akrab Buya.

"Nah, kecuali anaknya yang terakhir beda. Dia punya cita-cita mau ke SMA Taruna di Magelang."

Surya menceritakan salah satu bukti Taufan Gama Simatupang punya tekad kuat adalah pembangunan Masjid Agung Ahmad Bakrie Kisaran.

Awalnya pembangunan di tahun 2006 sewaktu dia Plt Bupati. Tapi setelah pergantian pimpinan sempat tersendat programnya. Maka periode pertama tahun 2010 menjadi Bupati, dia bilang bagaimanapun harus jadi.

Setahun disiapkan anggaran. Dia bilang kalau berdasarkan tiap tahun anggaran tidak akan siap. Maka dibuat bekerja sepanjang tahun tanpa anggaran dan maka akhirnya jadilah masjid itu pada tahun 2015 silam.

"Dulu awalnya masyarakat sempat pesimis siapa yang bakal salat disitu. Karena di fasilitas kanan kirinya ada hutan kota dan alun-alun," ujarnya.

"Sekarang itu tanpa adanya mobilisasi massa, setiap sore dan hari biasa masyarakat sudah banyak mengunjungi dan salat di masjid itu. Masjid itu seperti salah satu monumental yang ditinggalkan beliau," beber Surya.

"Almarhum ini sangat gigih dan religius," ungkap Surya.

Menurut Surya, almarhum dimakamkan  di TPU Muslim Kayu Besar karena ini merupakan permintaan keluarga. Di tempat itu dimakamkan juga ibu, kakak, abang, dan adiknya.

"Dia makamkan ditimpa bersama makam ibunya satu liang," terang Surya.

Semasa hidup, sambung Surya, Taufan berharap siapapun nanti pemimpin yang ada di Asahan bisa meneruskan program-program yang dilaksanakan. 

"Dia berharap pemimpin di Asahan seseorang yang religius," pungkas Surya yang segera mengisi posisi Bupati Asahan sampai sisa masa periode 2016-2021.

Dikutip dari Tribun Medan
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI