Astrid Panjaitan, artis batak tornagodang yang tidak direstui ayah dalam karir

Posted 27-11-2013 11:12  » Team Tobatabo

Astrid adalah bungsu dari pasangan W Panjaitan dan T br Silaen, yang keduanya berasal dari Tornagodang, Habinsaran. Saat ditanyakan apakah Astrid tahu di mana itu Tornagodang, dia menjawab, “kampung halaman saya. ”Di jajaran pemerintahan Jakarta, W Panjaitan cukup dikenal karena pernah menjabat sebagai Kepala Satpol PP. 

Ya, Astrid memang tidak lahir di Tornagodang, tetapi ia selalu menghargai asal-usul keluarganya. Sejak kecil, wanita bertinggi badan 169 cm ini memang mendapat pendidikan yang cukup ketat dari ayah tercinta. Bahkan, Astrid sebenarnya tidak direstui terjun ke dunia selebriti. “Ayah menginginkan saya kuliah,” ujarnya mengenang ketika dia terpilih sebagai Gadis Sampul, tahun 2000 silam.

Astrid dinilai lebih mengutamakan karier sebagai artis ketimbang sekolah. Sang ayah tidak suka bila puterinya menjadi fotomodel, main sinetron, dan membawakan acara hiburan musik seperti Inbox dan Dahsyat. Kendati begitu, Astrid bisa memaklumi sikap ayahnya. Ketiga kakaknya merupakan dokter spesialis mata, spesialis penyakit dalam, dan profesional di bidang teknologi informasi. Bahkan ibunya, T. Silaen, juga seorang dokter.

Astrid selalu mengingat sindiran ayahnya. Pernah, pada suatu acara, ayahnya memperkenalkan anak-anaknya. Ayahnya tampak bangga memperkenalkan tiga abangnya sekaligus keahlian masing-masing. Namun, giliran Astrid, ayahnya tak memperkenalkan bahwa putri tunggalnya itu adalah artis.

Astrid memberanikan diri bertanya tentang sikap ayahnya. Tapi jawabannya menyakitkan. "Papa tidak bangga kamu sebagai artis," ujar Astrid menirukan ayahnya. Tidak cuma itu. Di rumah, Astrid disindir lewat foto pajangan. Foto-foto kakaknya mengenakan toga wisuda terpasang di ruang tamu. 

Sebenarnya foto Astrid juga ada. Terlihat cantik. Tapi ayahnya menorehkan satu tulisan: "Kapankah Anda sekolah?". Lagi-lagi, Astrid tak berkecil hati, bahkan dia melayangkan pujian. "Sindiran yang keren," katanya. Sindiran sang ayah, menurut Astrid, ada benarnya. Menurut dia, artis lebih dikenal karena paras cantik dan sosok seksi ketimbang cerdas dan pintar. Padahal artis era 1980-an dan 1990-an banyak yang pakar di bidang seni. Dia menyebutkan di antaranya Christine Hakim dan Lula Kamal. "Saya ingin seperti mereka," kata wanita lulusan SMA 78 Jakarta ini.

Beruntung, sindirian sang ayah akhirnya berhenti karena Astrid mampu menyelesaikan pendidikan sarjana hukumnya dari Universitas Tarumanagara, Jakarta. Ia juga menyadari pendidikan memberikan harapan saat dia tidak lagi mendapat tawaran di dunia hiburan. 

Astrid memulai kariernya di dunia hiburan sebagai GADIS Sampul tahun 2000. Namanya melejit lewat sinetron Atas Nama Cinta. Sinetron lain yang pernah dibintanginya antara lain Atas Pusing Bawah Pening, Tangisan Anak Tiri, Buruan Sayang Gue, Topeng, dan Ajari Aku Cinta

Astrid menikah dengan seorang dokter bernama Gerhard Reinaldi Situmorang pada Sabtu, 21 Juli 2012. Keduanya melakukan pemberkatan di Gereja HKBP Menteng, Jakarta Pusat. Saat ini, Gerhard dan Astrid sudah dikaruniai satu orang anak perempuan yang diberi nama Dialucita Annabel Estheressa Thiorina Situmorang. BS/GABE

Sumber TabloidGabe.com

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI