Debu Vulkanik Selimuti Munte Hingga 2-3 Cm

Posted 20-10-2014 14:22  » Team Tobatabo

FOTO: AMNOER RASYID/SUMUT POS
Petani memanen cabai yang terserang debu erupsi Gunung Sinabung di Desa Payung, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Selasa (14/10). Erupsi Gunung Sinabung berdampak paya sektor ekomoni dan agro bisnis, semburan debu vulkanik material gunung Sinabung mengakibatkan sejumlah petani merugi hingga 50 persen.

KARO - Material debu vulkanik Gunung Sinabung terus menghujani wilayah di sekitarnya. Kecamatan Munte salahsatu yang paling menderita. Sejumlah desa di kecamatan tersebut ditimbun debu setebal 2-3 cm. Debu vulkanik terlihat di aspal, atap rumah penduduk, serta lahan pertanian, Selasa (14/10/2014).

Informasi dihimpun dari Kapolsek Munte, AKP Robinson Ginting, desa yang terdampak debu di antaranya Desa Munte, Bulung Naman, Tanjung Beringin, Suka Rame, Kineppen, Sari Munte, Parimbelang, Pertumbungan, serta sejumlah desa lainnya.

Material debu mulai mendarat di Kecamatan Munte, Senin (13/10) sekira pukul 23.30 Wib pasca guguran awan panas dengan jarak luncur 2,5 km ke arah Selatan, ketinggian kolom debu 1 km, dan arah angin bergerak ke Barat Daya, dan berlanjut pada keesokan harinya pada pukul 06.30-08.00 Wib dengan intensitas yang lebih rendah.

Camat Munte, Asmona Perangin–angin mengatakan kalau kondisi masyarakat masih aman dan terkendali. Disebutnya, masker masih seadanya dibagikan kepada warga.

“Lahan pertanian warga banyak yang rusak dan terancam panen setelah dihujani material debu vulkanik. Seperti tanaman jagung dan jeruk yang merupakan komoditas utama para petani di Kecamatan Munte,” ujarnya.

Warga setempat, Muliati br Ginting mengaku bingung harus mau mengadu kemana lagi atas lahan pertanian mereka yang rusak akibat material debu vulkanik.

“Kami mengharapkan pihak Pemkab Karo memberi bantuan bibit dan pupuk kepada kami. Karena kami sudah 3 kali mengalami gagal panen. Untuk meminjam pupuk dan bibit di toko pupuk, kami tidak dilayani lagi karena sudah 3 kali meminjam, dan ketiganya gagal panen,” ungkapnya.

Amatan wartawan di lapangan, masyarakat sangat membutuhkan pasokan masker, serta penyiraman badan jalan yang berdebu untuk mencegah penyakit Infeeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Sementara untuk aktivitas vulkanologi Sinabung masih terus berlangsung. Kolom debu yang dimuntahkan pada saat erupsi masih terus menghujani kawasan lingkar Sinabung. Untuk saat ini material debu bergerak ke arah Barat–Barat Daya seiiring dengan arah angin.

Status masih berada di level III (Siaga). Hingga berita ini diturunkan, tercatat tujuh kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1,5 km–3 km yang mengarah ke Selatan–Tenggara. Sementara untuk ketinggian kolom debu 500 m–1 km.

Data yang diperoleh dari Media Center penanganan Erupsi Sinabung, pengungsi korban erupsi Sinabung berjumlah 3.287 jiwa (1.019 KK) asal Desa Sigarang–garang, Suka Nalu, Kuta Tengah, dan Dusun Lau Kawar yang menempati 16 titik camp penampungan terpisah. (riz/par/ras/smg/net)

Sumber Sumutpos

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI