Air Terjun di Lahat jadi Trending Topic Dunia

Posted 26-10-2014 10:21  » Team Tobatabo

LAHAT - Tak banyak yang tahu Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel) menyimpan potensi wisata mengagumkan. Selain ribuan situs megalit peninggalan zaman megalitikum, Bumi Seganti Setungguan juga punya puluhan air terjun yang tidak kalah menawan dibanding daerah lain. Sayang hingga saat ini potensi alam itu belum dikelola secara maksimal, sehingga pengunjung harus bertaruh nyawa untuk menikmai pemandangannya.

Salah satunya Air Terjun Maung atau populer dengan sebutan "Curup Maung" di Desa Rinduhati, Kecamatan Gumay Ulu. Desa ini berjarak sekitar 25 Km dari ibukota Lahat atau 220 Km dari Palembang. Sejak ditemukan warga awal 2014, air terjun ini masih menjadi buah bibir di kalangan pecinta alam. Bahkan sempat menjadi trending topic dibeberapa situs destinasi wisata nasional bahkan dunia.

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 80 meter dengan lebar yang hampir sama dengan tingginya. Pada akhir pekan, objek wisata ini ramai dikunjungi wisatawan. Mereka tak hanya datang dari wilayah Kota Lahat, tapi juga dari kabupaten atau kota lainnya.

Menurut sejumlah pengunjung, pemandangan di sekitar air terjun masih sangat hijau dan alami. Sambil menikmati pemadangan, pengunjung bisa berenang atau sekadar duduk santai di atas batu-batu besar.

Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Lahat, belum memiliki konsep pengembangan wisata yang jelas. Sehingga aset wisata alam serta peninggalakan zaman megalit terkesan tak berguna. Padahal dari sisi kualitas, objek wisata yang ada tidak kalah dibanding daerah lain. Belum lagi keberadaan ribuan situs megalit, yang tidak ada di daerah mana pun di Indonesia bahkan dunia. Dengan beragam bentuk, dan diperkirakan sudah berumur lebih dari 4000 tahun sejak zaman megalitikum yang sudah mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Warga Lahat pun berharap, semua aset dan potensi wisata yang ada, bisa dikelola secara maskimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Apalagi selama ini masyarakat yang berada di daerah wisata cendrung serba kekurangan, dan berada di daerah terpencil. Mereka ada yang bekerja sebagai petani kopi, atau bahkan hidup dengan mengandalkan barang yang sudah disediakan alam. Seperti mencari kayu bakar, atau pun memancing ikan di sungai persis dekat air terjun.

Bila pengembangan wisata berjalan, masyarakat berpeluang memanfaatkannya untuk mencari nafkah. Karena bisa bekerja di bidang wisata, baik sebagai pemandu (guide), berdagang aneka makanan dan sauvenir, hingga bekerja di hotel atau penginapan yang di destinasikan untuk mendukung pengembangan wisata.

"Potensi wisata di Lahat memang luar biasa. Tapi pengembangannya butuh waktu serta keseriusan semua pihak terutama pemerintah. Namun efeknya akan terasa, terutama ekonomi kerakyatan dan pendapatan daerah," ujar Mario Andramartik (48), pemerhati budaya dan pariwisata Kabupaten Lahat. (iko)

Sumber Tribun Palembang

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI