Dua Warga Disambar Petir, 26 Rumah 1 Gereja dan Sekolah Rusak

Posted 10-04-2015 07:25  » Team Tobatabo

Desa Palding Jaya Sumbul, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, dilanda hujan deras disertai petir dan angin kencang, Selasa (7/4) sekira pukul 16.30 WIB. Dalam peristiwa itu, dua warga desa yakni Rutia Lumbangaol (52) dan Martahan Simbolon (32) tersambar petir. Tubuh kedua korban pun dikubur untuk menetralisir muatan listrik.

Selain itu, peristiwa tersebut juga merusak 26 rumah warga, bangunan Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dan bangunan SMP Sw Kesuma.

Bupati Dairi, KRA Johhny Sitohang Adinegoro bersama Wakil Bupati Irwansyah Pasi, Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani, Kajari Sidikalang Pendi Sijabat, Dandim 0206/D Letkol Arh Rachmady Barungsinang, Kapolres Dairi AKBP Gideon Arif Setiawan beberapa SKPD jajaran Pemkab Dairi menyampaikan ‘beras piher’ kepada warga yang rumahnya rusak dan korban Martahan Simbolon yang sedang dirawat di rumahnya.

Bupati kepada warga di losd Desa Palding Jaya Sumbul menyebutkan, Pemkab Dairi tidak  membeda-bedakan dalam pemberian bantuan terhadap para korban bencana alam. Sitohang berharap, warga dapat memakluminya karena pemberian bantuan terhadap korban bencana alam telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).

“Pemkab Dairi dalam hal ini tidak ada pilih bulu terhadap warga, namun klasifikasi bantuan dari Pemkab telah diatur Perda. Menurut kami, kejadian di Desa Palding Jaya Sumbul ini merupakan bencana alam, karena sudah mengganggu aktivitas banyak orang dan berbeda dengan kejadian di daerah lain,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap seluruh warga atas musibah tersebut. Bupati juga memberikan kata-kata penghiburan dan motivasi kepada warga. “Yakin dan percayalah, Tuhan menyediakan rencana yang indah di balik cobaan yang ada saat ini. Untuk itu, tetap semangat dan berdoa kepada Tuhan, sehingga apa yang hilang hari ini akan kembali bahkan akan bertambah nantinya,” hiburnya.

Perwakilan warga yang terkena musibah bencana alam menyampaikan terimakasih kepada Pemkab dan Muspida Plus yang hadir saat itu. “Kehadiran bupati dan rombongan menambah semangat hidup kami,” ujar warga.

Usai memberikan bantuan beras piher di losd Desa Palding Jaya Sumbul, bupati mengunjungi Martahan Simbolon (32) salah seorang korban yang disambar petir. Setelah melihat kondisi korban yang masih membutuhkan perawatan, bupati menyarankan  agardia  kembali dirawat di RSUD Sidikalang.

“Kalau keluarga bersedia, kami sarankan supaya korban dirawat lagi di rumah sakit. Karena, kalau hanya dirawat bidan, kita khawatir nantinya. Untuk itu, kepada bidan supaya menyediakan ambulance untuk membawa korban ke RSUD Sidikalang,” katanya.

Isteri korban, Beru Sinulingga kepada bupati menyampaikan suaminya telah dipulangkan dari RSUD Sidikalang. Beru Sinulingga mengaku, suaminya hanya diperiksa dan difoto selanjutnya dipulangkan.

“Sampai di RSUD Sidikalang, dia hanya diperiksa dan digambar, lalu disuruh pulang. Bahkan diinfus pun tidak,” tuturnya.

Pantauan SIB di Jalan Nasional KM 172 -174, angin kencang juga menumbangkan beberapa pohon hingga menutupi badan jalan. Tiang listrik juga tidak luput dari hantaman angin kencang dan tumbang serta kabelnya sudah terurai di tanah. Hingga saat ini, aliran penerangan listrik belum normal di sepanjang jalan yang terkena hantaman putting beliung. 

 

Sumber

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI