Siswi SMPN 4 Binjai yang Membully Rekannya Hebohkan Media Sosial

Posted 10-09-2015 09:42  » Team Tobatabo

Sejak video penganiayaannya yang dilakukan RK terhadap temannya SR beredar luas di media sosial, akun Facebook siswi kelas VIII SMP Negeri 4 Binjai dijejali oleh para netizen yang langsung membully tindakannya.

RK yang memiliki akun dengan Ichy Ichy di Facebook pun langsung mengklarifikasi tindakannya dan menyuruh para netizen tidak perlu mengomentari aksi videonya. "Klo gak tau apa2 gk usah lah kau koment," ujar RK di dalam akunnya.

Namun para netizen tidak peduli, mereka bersikeras kalau apa yang dilakukan oleh RK salah. Hingga kini sudah hampir mencapai 2 Ribu komentar yang mengalir ke satu postingan akun Ichy Ichy.

Mereka menilai tidak sepantasnya anak sekolah berbuat tindakan kekerasan seperti itu, apapun alasannya."Makanya jadi anak tuh harus baik.....siapa yg menabur angin akan menuai badai," tulis Indah Widya Anggraini dalam akun Facebooknya.

"Anak an***g ini sok keras ya. Tapi takot juga kau masuk bk. Kalo ada aku aja disitu uda ku gesek mulot kau ke aspal. Yaudala. Selamat bahagia atas kehidupan barunya. Have fun ya," tamah akun Nurul Sekar Ayu Putri.

Bahkan ada juga yang usil dengan membuat meme yang mengecam tindakan RK sehingga membuat kian gaduh di media sosial. Tidak hanya akun Ichy Ichy, akun Facebook pacarnya Kenji Kenji juga tidak luput dari aksi bully. lihat saja wajahnya, dibuat botak oleh para netizen yang semakin marah dengan tindakan mereka berdua.

Sementara itu pihak Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Binjai membenarkan kalau RK dan SR yang terdapat dalam video itu. Mereka berdua adalah siswi SMP Negeri 4 Binjai.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Binjai, Dwi Anang Wibowo, pada Tribun di SMP Negeri 4 Binjai, Senin (7/9/2015).

Dwi Anang mendatangi sekolah ini setelah mendapatkan informasi perihal adanya aksi bully yang melibatkan dua remaja perempuan. "Ini perkara serius. Saya terkejut sekali. Bagaimana yang seperti ini bisa terjadi di Binjai. Saya mendapatkan informasi itu lewat tengah malam tadi (Senin dinihari), dan langsung membuka video dimaksud di sosmed. Setelah melihatnya, saya nggak bisa tidur. Masalah ini harus segera diselesaikan," katanya.

Kunjungan mendadak kepala dinas mengejutkan pihak sekolah, yang kemudian mengakui bahwa remaja-remaja perempuan yang terlibat dalam aksi bully adalah benar siswi-siswi mereka.

Pem-bully-an dilakukan di Lapangan Kancil yang terletak tak jauh dari kompleks SMP Negeri 4.

"Nanti akan lebih kita dalami lagi. Pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah dan guru, korban, pelaku-pelaku, dan orang-orang tua mereka, akan kita surati untuk nantinya dudukkan bersama guna mencari penyelesaiannya."

Selain kekerasan fisik (berupa pukulan, tendangan, dan tamparan, yang beberapa di antaranya cukup sadis), di dalam video berdurasi 5 menit 46 detik ini juga bertaburan kata-kata makian yang sungguh kasar dan tak pantas.

Ironis, karena selain mengenakan jilbab, pelaku masih berusia sangat belia, dan dari percakapan yang mengemuka di sana, diduga pem-bully-an sekadar disebabkan oleh masalah terkaitpaut pergaulan dengan remaja laki-laki (cowok).

"Chi tampar lagi biar malu, nanti kita masukkan ke Facebook," kata seseorang yang kemungkinan merupakan si perekam.

Video ini kemudian memang beredar di Facebook. Namun entah kemudian tersadar bahwa tindakan tersebut justru membahayakan diri mereka sendiri, video itu dihapus dan seorang pemilik akun Facebook bernama Ichy Ichy (Ayangbebkenjiktl), menyampaikan permohonan maaf.

Ichy Ichy (Ayangbebkenjiktl), yang diduga akun milik RK, menyebut bahwa video ini cuma rekayasa mereka. Cuma video main-main yang dibuat untuk lucu-lucuan. Ia juga menyebut satu nama lain yang kemungkinan juga terlibat, Tuh Kan Mayang JiDatt.

Namun dalam kesempatan itu, RK tidak dapat ditemui.

Menurut rekan-rekannya, pascarekaman tersebut beredar luas dan ditanggapi negatif oleh netizen, yang bersangkutan sulit dihubungi.

Sebagian menyebut RK ketakutan. Terutama terkait ancaman hukum yang bakal menderanya apabila SR melapor ke polisi. Ia tidak masuk sekolah tanpa izin.

"Tanpa keterangan (RK). Sedangkan SR masuk sekolah dan tadi sudah kita ajak bincang- bincang untuk menanyakan perihal kejadian itu," kata kepala dinas seraya mengatakan pihaknya akan menyelesaikan kasus yang mengejutkan ini.

Lihat videonya disini https://youtu.be/5S4Jye28P_U

Sumber Tribun Medan

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI