Korban Tewas akibat Awan Panas Sinabung Bertambah

Posted 22-05-2016 11:57  » Team Tobatabo

JAKARTA  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa korban jiwa akibat awan panas letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, bertambah. 

Data sementara dari BPBD Karo, terdapat sembilan orang terlanda awan panas. Dari jumlah tersebut, enam orang meninggal dunia dan tiga orang kritis karena luka bakar akibat awan panas. 

"Para korban berada di RS Efarina Etaham Kabanjahe," kata Sutopo melalui pernyataan tertulis yang diterima, Minggu (22/5/2016) pagi. 

Semua korban adalah warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, yang berada di zona merah saat Gunung Sinabung meletus disertai luncuran awan panas pada Sabtu (21/5/2016) pukul 16.48 WIB.

Adapun para korban meninggal adalah Karman Milala (60), Irwansyah Sembiring (17), Nantin Br. Sitepu (54), Leo Perangin-angin, Ngulik Ginting, dan Ersada Ginting (55). Sedangkan korban lika adalah Brahim Sembiring (57), Cahaya Sembiring (75), dan Cahaya br Tarigan (45).

Saat ini, tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan, dan masyarakat terus melakukan pencarian korban dengan menyisir rumah dan kebun masyarakat. Tidak diketahui secara pasti berapa banyak masyarakat yang berada di Desa Gamber saat kejadian luncuran awan panas. 

Seharusnya tidak ada aktivitas masyarakat. Namun, sebagian masyarakat tetap nekat berkebun dan tinggal sementara waktu sambil mengolah kebun dan ladangnya. Alasan ekonomi adalah faktor utama yang menyebabkan masyarakat Desa Gamber tetap nekat melanggar larangan masuk ke desanya. 

Pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan ancaman dari erupsi Gunung Sinabung.

Desa Gamber berada pada radius 4 km di sisi tenggara dari puncak kawah Gunung Sinabung yang dinyatakan sebagai daerah berbahaya atau zona merah. Berdasarkan rekomendasi PVMBG, dilarang ada aktivitas di Desa Gamber karena berbahaya dari ancaman awan panas, lava pijar, lapilli, abu pekat, dan material lain dari erupsi.

Sumber Kompas.com

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI