Cari

Mangalahat Horbo, Tradisi Kurban Khas Batak Zaman Dulu

Posted 04-04-2017 13:33  » Team Tobatabo
Foto Caption: Kerbau atau horbo yang sudah ditambatkan dan ditombak oleh penombak, dijerat untuk kemudian diletakkan satu malam sebelum disembelih, dimana dagingnya akan dibagikan ke masyarakat. Ini adalah tradisi Mangalahat Horbo, kurban kerbau kepada Mula Jadi Na Bolon (Tuhan Yang Maha Besar) khas orang Batak Toba jaman dulu.(KOMPAS.com/Tigor Munthe)

Samosir - Pada Festival Pesona Danau Toba 2017 (baca 17 Event Danau Toba 2017 Yang Wajib Kamu kunjungi), panitia akan menggelar sebuah acara menarik dan unik, yakni Mangalahat Horbo. Acara ini rencananya akan digelar di kabupaten Tobasamosir sebagai tuan rumah pusat pelaksanaan Pesona Danau Toba 2017.

Mangalahat Horbo yang biasanya disaksikan ratusan warga dan para pimpinan daerah dan adat setempat. Mangalahat Horbo diawali dengan prosesi para unsur pelaksana yang terdiri dari berbagai pihak mulai para raja, perempuan Batak, pamantom atau penombak horbo atau kerbau, memasuki arena upacara. Di tempat, sudah disiapkan satu tiang atau borotan di bagian tengah arena.

Diiringi Gondang Batak, horbo pada malam sebelum upacara sudah dikandangkan di sekitar arena upacara, ditarik enam pria. Sebelumnya, bagian mulut kerbau sudah diikat lalu disambungkan dengan sebuah kayu bulat, untuk memudahkan penarikan ke tengah arena upacara.

Dari belakang, rombongan raja-raja mengikuti arak-arakan horbo oleh keenam penarik kerbau dengan mengelilingi tiang tambatan atau kayu borotan sebanyak tujuh kali. Setelah itu, barulah kerbau ditambatkan di kayu borotan ini.

Tak lama kemudian, seorang dari rombongan para raja yang membawa tombak meminta izin kepada pemimpin upacara untuk menombak kerbau yang sudah diikatkan di tiang borotan atau tiang tambatan. Setelah ditombak beberapa kali, kerbau itu kemudian dijerat dengan tali untuk memastikan hewan itu mati.

Salah seorang panitia pelaksana Mangalahat Horbo, Pastor Herman Tagor Nainggolan, mengatakan, Mangalahat Horbo Bius adalah tradisi tua milik orang Batak Toba. Kata Herman, ini merupakan perayaan kurban kerbau kepada Mula Jadi Na Bolon yang merupakan pencipta segala sesuatu.

"Dulu, upacara Mangalahat Horbo Bius itu dilakukan untuk mengawali, atau pembukaan sebelum orang Batak turun ke sawah. Ada upacara seperti tadi kita saksikan. Untuk kesuburan tanah, perkembangbiakan ternak, dan juga untuk kesejahteraan manusia atau sinur na pinahangabe naniula, dan horas jolma," kata Pastor Herman.

Jadi upacara ini dilakukan suatu komunitas bernama Bius sebuah perkampungan Batak untuk menyampaikan kurban persembahan yang mana upacara merupakan sebuah pesta besar seluruh masyarakat Bius.

Dikutip dari Kompas
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah