Cari

Nekat, Seorang Polisi yang Meninggal Diserang Teroris di Polda Sumut

Posted 26-06-2017 11:42  » Team Tobatabo
Foto Caption: Jenazah Aiptu Martua Sigaligging yang tewas karena diserang teroris di Polda Sumut naik pangkat. (Jefris Santama/detikcom)

Medan - Aiptu Martua Sigalingging, anggota Polda Sumatera Utara yang tewas ditikam di pos penjagaan, mendapat kenaikan pangkat menjadi inspektur dua anumerta. Saat ini jenazah Aiptu Sigalingging diberangkatkan dari RS Bhayangkara, Medan, menuju Tapanuli Selatan dengan ambulans.

"Inspektur Dua Anumerta diberangkatkan ke kampung halaman di Tapanuli Selatan untuk mengikuti serangkaian upacara adat di sana," kata Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel di RS Bhayangkara, Medan, Minggu (25/6/2017).

Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Nurfallah, dan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting turut hadir menyerahkan jenazah kepada keluarga korban. 

Dihubungi terpisah, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan Inspektur Dua Anumerta Sigalingging sebelumnya bertugas di Polres Tapanuli Selatan.

"Dia asalnya di Padangsidempuan. Sebelumnya bertugas di Polres Tapsel. Pindah ke Yanma sekitar dua tahun," kata Nainggolan.

loading...

Sebelumnya diberitakan penyerangan di pos penjagaan di Polda Sumut, Medan, terjadi dini hari tadi (25/6) pada pukul 03.00 WIB. Serangan itu membuat satu polisi, Aiptu Martua Sigalingging, yang sedang berjaga tewas. 

Dua pelaku masuk ke Mapolda Sumut dengan melompat pagar dan menyerang pos jaga nomor 2. Pelaku berinisial SP, yang saat ini kritis, diketahui memiliki kios rokok. Sedangkan pelaku tewas berinisial AR berjualan jus.

Saat menggeledah rumah pelaku, polisi menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya dokumen terkait ISIS, senjata tajam, dan video. Pelaku diduga pernah ke Suriah. Barang bukti lainnya adalah poster pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.

Pelaku Menyamar Jadi Penjual Rokok Dan Jus

Polisi menyebut serangan dua teroris Medan ke Polda Sumatera Utara terencana. Dua pelaku penyerangan sebelumnya mengamati Mapolda Sumut dengan menyamar menjadi pedagang rokok dan pedagang jus.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyebut lokasi tempat kedua teroris berjualan dengan Mapolda Sumut berdekatan, yakni di kawasan Jalan Sisingamangraja, Medan. Setyo menyebut ada kemungkinan pelaku berpura-pura berjualan di sana guna memantau situasi Mapolda.

"Itu masih diselidiki, apakah mereka (berjualan) di situ dalam rangka melihat (situasi Polda Sumut) atau bagaimana, kan," kata Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (25/6/2017).

Pelaku penyerangan itu berjumlah dua orang. Pelaku berinisial SP, yang saat ini kritis, diketahui memiliki kios rokok. Sedangkan pelaku tewas berinisial AR berjualan jus.

Setyo mengakui pos jaga yang diserang dini hari tadi sangat dekat dengan jalan raya. Karena itu, pelaku dapat dengan mudah memantau mereka.

"Memang posnya dekat dengan jalan raya. Pasti (pelaku memantau Polda Sumut). Mereka bergerak menyelidiki dulu mana yang mau (diserang)," ucapnya.

Perubahan Pola Serangan: Dari Bom Panci Ke Pisau

Ada yang berbeda dengan pola serangan Kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD) dalam serangan ke Mapolda Sumut di banding beberapa aksi sebelumnya. Mereka tidak menggunakan bom panci, melainkan dengan pisau yang ditusukkan ke anggota polisi.

Polri mengatakan, sebenarnya tidak ada yang berubah dari pola serangan kelompok ini. Mereka beraksi sesuai dengan imbauan Bahrun Naim yang disebut berada di Suriah.

"Itu kan ada imbuan dari Bahrun Naim dari Suriah," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat dihubungi detikcom, Senin (26/6/2017). 

Kata Setyo, Bahrun Naim menyuruh jaringannya untuk melakukan penyerangan terhadap yang mereka sebut sebagai thogut. Soal senjata, ada jenis senjata yang dianjurkan Bahrun Naim.

"Kalau punya bom pakai bom, kalau nggak punya bom pakai senpi, kalau nggak punya senpi pakai pisau," ujarnya.

"Sekarang bahan peledak kan kita perketat, senpi kita perketat. Pisau bebas. oleh sebab itu, mungkin mereka tidak punya bom atau senpi, ya pakai itu (pisau)," imbuhnya.

Seperti diketahui, penyerangan terhadap anggota Polri di pos jaga Polda Sumut terjadi pada Minggu (25/5) sekitar pukul 03.00 WIB. Seorang anggota Polri pos jaga meninggal dunia dalam insiden itu.

Sementara itu, seorang pelaku berinisial AR tewas dan pelaku SP kritis. Dalam pengembangannya, 5 orang yang diduga terkait jaringan pelaku ditangkap hari itu juga dan masih menjalani pemeriksaan. 

Dikutip dari Detik.com
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah